Kuba Bebaskan 2.010 Tahanan di Tengah Tekanan Blokade Minyak AS

Sabtu, 4 April 2026 - 14:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Polisi mengamankan pelaku penganiayaan terhadap seorang wanita caddy golf di Modern Golf, Kota Tangerang, setelah mengungkap motif cemburu di balik aksi kekerasan tersebut. (Posnews/Ist)

Ilustrasi, Polisi mengamankan pelaku penganiayaan terhadap seorang wanita caddy golf di Modern Golf, Kota Tangerang, setelah mengungkap motif cemburu di balik aksi kekerasan tersebut. (Posnews/Ist)

HAVANA, POSNEWS.CO.ID – Suasana haru menyelimuti gerbang penjara La Lima di pinggiran Havana pada Jumat pagi. Ratusan keluarga berkumpul dengan penuh harap saat pemerintah Kuba memulai proses pembebasan 2.010 tahanan dari berbagai fasilitas penahanan di seluruh pulau.

Katia Arias (43) tidak mampu membendung air matanya saat melihat putranya, Emilio Alejandro Leyva (20), melangkah keluar dari pintu penjara biru. Emilio, yang sebelumnya mendekam akibat kasus perampokan, segera memeluk ibunya untuk pertama kali dalam beberapa tahun. “Hari ini Tuhan memberikan saya begitu banyak sukacita,” ujar Arias dengan suara bergetar.

Gestur Kemanusiaan di Tengah Krisis Energi

Pemerintah Kuba melabeli langkah ini sebagai “gestur kemanusiaan” menyambut hari besar keagamaan. Meskipun demikian, para pengamat menilai waktu pembebasan ini berkaitan erat dengan tekanan geopolitik yang sedang Havana hadapi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Administrasi Donald Trump di Washington saat ini memberlakukan blokade minyak yang sangat mencekik. Akibatnya, Kuba mengalami krisis energi terburuk yang memicu pemadaman listrik massal dan melumpuhkan operasional rumah sakit. Trump secara terbuka menyatakan keinginan untuk melihat adanya perubahan rezim dan pembebasan para pengunjuk rasa yang ditangkap pada demonstrasi tahun 2021 lalu.

Baca Juga :  Keir Starmer Bertahan Saat Partai Buruh Kehilangan Ribuan Kursi

Kontroversi Tahanan Politik dan Kritik Oposisi

Hingga saat ini, pemerintah Kuba secara konsisten membantah adanya tahanan politik di dalam penjara mereka. Namun, kelompok aktivis mencatat terdapat sekitar 1.214 orang yang dipenjara karena alasan politik. Mayoritas tahanan yang keluar pada hari Jumat tampaknya bukan berasal dari kelompok pengunjuk rasa, melainkan narapidana kasus kriminal umum.

Manuel Cuesta Morua, pemimpin Dewan Transisi Demokratik di Kuba, menilai pemerintah sengaja mencampurkan narasi. “Pemerintah menyajikannya sebagai gestur kemanusiaan umum untuk menghindari kesan bahwa mereka mengakui adanya pemenjaraan politik,” tegas Morua. Organisasi Justicia 11J menambahkan bahwa pembebasan parsial ini tidak menandakan perubahan kebijakan represif selama kriminalisasi terhadap hak-hak dasar masih terus berlangsung di tahun 2026.

Napas Sementara dari Tanker Rusia

Kondisi ekonomi rakyat Kuba sempat mendapatkan sedikit kelegaan pekan ini. Presiden Trump mengizinkan sebuah kapal tanker Rusia yang membawa pasokan bahan bakar untuk sembilan hingga sepuluh hari bersandar di pulau tersebut. Selain itu, sebuah kapal tanker kedua dilaporkan sedang dalam perjalanan.

Baca Juga :  Efek Domino Sanksi Ekonomi: Menguji Teori Interdependensi Kompleks

Meskipun bantuan energi ini memberikan napas sementara, ketidakpastian jangka panjang tetap menghantui kedaulatan ekonomi Havana. Pembebasan tahanan massal ini dipandang sebagai upaya Havana untuk menunjukkan stabilitas domestik kepada komunitas internasional sekaligus melunakkan tekanan diplomatik dari Gedung Putih.

Kesimpulan: Keadilan atau Strategi Politik?

Sejak tahun 2011, ini merupakan kali kelima pemerintah Kuba melakukan pembebasan massal dengan total lebih dari 11.000 orang telah bebas. Pada akhirnya, bagi pemuda seperti Damian Farinas (20) yang baru menghirup udara bebas, momen ini adalah kesempatan kedua yang sangat berharga.

“Ini adalah kebebasan, sebuah pengampunan, tanpa berutang apa pun kepada siapa pun. Saya akan melangkah kembali ke dunia,” ujar Damian yang disambut sorak sorai sahabatnya. Dunia kini memantau apakah gestur ini akan memicu dialog yang lebih substantif antara Havana dan Washington atau hanya menjadi jeda singkat dalam permusuhan yang telah berlangsung selama puluhan tahun.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Iran Borong 400 Peluncur Rudal Panggul Buatan China
El Nino Kuat dan Mandat B50 Indonesia Dorong Penguatan Pasar
Pemerintah Minta AS Bebaskan Tarif Impor Minyak Sawit
Malaysia Siapkan Peningkatan Campuran Biodiesel B12 dan B15
Puncak 15 Pekan: Harga Minyak Sawit Malaysia Melandai
Lonjakan Harga Global Tekan Impor Minyak Nabati India
Polisi Tembak Mati Pelaku Penabrakan Minivan Pride
Pelaku Lepaskan Tembakan ke Gedung Konsulat AS

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:09 WIB

Iran Borong 400 Peluncur Rudal Panggul Buatan China

Rabu, 29 Juli 2026 - 14:00 WIB

El Nino Kuat dan Mandat B50 Indonesia Dorong Penguatan Pasar

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:17 WIB

Pemerintah Minta AS Bebaskan Tarif Impor Minyak Sawit

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:13 WIB

Malaysia Siapkan Peningkatan Campuran Biodiesel B12 dan B15

Rabu, 29 Juli 2026 - 09:08 WIB

Puncak 15 Pekan: Harga Minyak Sawit Malaysia Melandai

Berita Terbaru

Langkah taktis Teheran amankan wilayah udara. Iran membeli 400 peluncur rudal panggul buatan China bernilai 70 juta dolar AS guna memperkuat pertahanan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Iran Borong 400 Peluncur Rudal Panggul Buatan China

Kamis, 30 Jul 2026 - 14:09 WIB

Solusi daya ringkas harian. Itel merilis powerbank Zeno berkapasitas 10.000mAh dan 20.000mAh berbekal kabel terintegrasi serta pengisian cepat. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Itel Resmi Meluncurkan Powerbank Zeno di India

Kamis, 30 Jul 2026 - 13:00 WIB