Pesan Tahun Baru Kim Jong-un untuk Pasukan di Rusia

Jumat, 2 Januari 2026 - 10:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto, potret Kim Jong-un, pemegang pimpinan tertinggi di Korea Utara. Dok: Istimewa.

Foto, potret Kim Jong-un, pemegang pimpinan tertinggi di Korea Utara. Dok: Istimewa.

PYONGYANG, POSNEWS.CO.ID – Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, membuka lembaran tahun baru dengan pidato berapi-api yang ia tujukan khusus bagi ribuan tentaranya di garis depan Eropa. Media pemerintah, KCNA, melaporkan pada hari Kamis bahwa Kim memuji pasukannya karena berhasil menempa apa yang ia sebut sebagai “aliansi tak terkalahkan” dengan Rusia.

Ribuan serdadu Pyongyang kini menjadi tulang punggung tambahan bagi invasi Rusia ke Ukraina yang telah memasuki tahun keempat. Badan intelijen Korea Selatan dan Barat telah mengonfirmasi pengerahan ini, meskipun biaya kemanusiaan yang harus ditanggung sangatlah besar. Seoul memperkirakan sedikitnya 600 tentara Korut tewas, sementara ribuan lainnya menderita luka-luka di medan tempur.

Sapaan untuk “Pahlawan” di Tanah Asing

Dalam pesan tersebut, Kim menyapa langsung pasukannya yang tengah bertaruh nyawa di “negeri asing” (alien land). Ia memberikan selamat atas perjuangan “heroik” mereka dalam menjaga kehormatan bangsa dan menginstruksikan agar semangat tempur mereka tidak surut.

“Saat seluruh negeri berselimut suasana perayaan menyambut tahun baru, saya semakin merindukan kalian, yang bertempur dengan gagah berani di medan perang di negeri asing bahkan pada detik ini,” ujar Kim, mengutip laporan KCNA.

Baca Juga :  BPBD DKI Catat 225 Jiwa Mengungsi, 6 Luka Ringan Akibat Kebakaran Taman Sari

Lebih jauh, Kim menegaskan posisi strategis mereka dalam peta geopolitik. “Di belakang kalian ada Pyongyang dan Moskow,” serunya. Ia menyerukan pasukannya untuk bertempur habis-habisan demi “rakyat Rusia yang bersaudara”, sebuah retorika yang kian mempererat poros persatuan dua negara otoriter tersebut.

Barter Ekonomi dan Ambisi Militer

Para pengamat melihat manuver ini melampaui sekadar solidaritas ideologis. Sebagai imbalan atas pengiriman pasukan, Korea Utara menikmati aliran bantuan finansial, teknologi militer canggih, serta pasokan pangan dan energi dari Rusia. Aliansi yang kian mesra ini menawarkan tali penyelamat ekonomi vital bagi rezim Kim, sekaligus memberinya kepercayaan diri untuk menepis tawaran dialog dari Amerika Serikat dan Korea Selatan.

Sinyal ekspansi militer pun kian menguat. Kim mengisyaratkan bakal adanya lebih banyak aksi luar negeri tahun ini dengan menyoroti “prestasi luar biasa yang akan kalian torehkan di medan perang luar negeri.”

Baca Juga :  Xi Jinping Ucapkan Selamat pada To Lam, Tegaskan Komitmen

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pesta di Pyongyang, Tangis di Garis Depan

Kontras tajam menyeruak antara situasi medan perang dengan suasana di ibu kota. Kim menandai pergantian tahun dengan perayaan mewah di Stadion May Day Pyongyang. Foto-foto rilisan KCNA menampilkan Kim duduk didampingi istrinya, Ri Sol Ju, dan putrinya, Ju Ae, yang publik yakini sebagai calon suksesor dinasti Kim.

Namun, realitas lapangan menuturkan kisah yang jauh berbeda. Laporan intelijen melukiskan gambaran suram bagi pasukan Korea Utara yang terjebak dalam perang paling berdarah di Eropa dalam beberapa dekade terakhir. Dinas Intelijen Korea Selatan mengungkap adanya perintah brutal dari Pyongyang: tentara harus mengakhiri hidup mereka sendiri daripada jatuh ke tangan musuh.

Fakta di lapangan pun meruntuhkan narasi heroik tersebut. Kyiv melaporkan penahanan dua tentara Korut yang terluka sejak Januari 2025. Kedua tawanan perang tersebut justru menyatakan keinginan kuat untuk membelot ke Korea Selatan, menandakan retaknya moral pasukan di balik propaganda “aliansi tak terkalahkan”.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Banjir 2 Meter Kepung Kebon Pala, Ditpolairud Polda Metro Jaya Evakuasi Warga
Ke Mana Perginya Kanguru 3 Meter dan Kadal Sebesar Gajah?
Pengacara Pastikan Yaqut Cholil Qoumas Hadiri Pemeriksaan KPK Hari Ini
Rumah Mewah di Jaksel Terbakar, Lansia 60 Tahun Tewas Terjebak Api
Migran Bayar Mahal Demi Kecap dari Kampung Halaman?
Perlombaan Baru Miliarder Menuju Nol Gravitasi dan Koloni Mars
Kasus Kuota Haji Memanas, KPK Panggil Eks Menag Yaqut Hari Ini
Pembicaraan Teknis Greenland dengan AS Dimulai, Tensi Mereda

Berita Terkait

Jumat, 30 Januari 2026 - 14:04 WIB

Banjir 2 Meter Kepung Kebon Pala, Ditpolairud Polda Metro Jaya Evakuasi Warga

Jumat, 30 Januari 2026 - 13:17 WIB

Ke Mana Perginya Kanguru 3 Meter dan Kadal Sebesar Gajah?

Jumat, 30 Januari 2026 - 12:58 WIB

Pengacara Pastikan Yaqut Cholil Qoumas Hadiri Pemeriksaan KPK Hari Ini

Jumat, 30 Januari 2026 - 12:34 WIB

Rumah Mewah di Jaksel Terbakar, Lansia 60 Tahun Tewas Terjebak Api

Jumat, 30 Januari 2026 - 12:11 WIB

Migran Bayar Mahal Demi Kecap dari Kampung Halaman?

Berita Terbaru

Ilustrasi, Australia pernah menjadi

INTERNASIONAL

Ke Mana Perginya Kanguru 3 Meter dan Kadal Sebesar Gajah?

Jumat, 30 Jan 2026 - 13:17 WIB

Ilustrasi, Riset membuktikan: loyalitas pada merek masa kecil bertahan hingga 50 tahun. Migran di AS dan India lebih memilih produk mahal dari daerah asal daripada alternatif lokal yang murah. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Migran Bayar Mahal Demi Kecap dari Kampung Halaman?

Jumat, 30 Jan 2026 - 12:11 WIB