Petani di Malang Tewas Terjebak Kobaran Api Saat Selamatkan Lahan

Sabtu, 12 September 2026 - 06:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas mengevakuasi korban kebakaran lahan tebu di Kendalpayak Malang. (Posnews/Ist)

Petugas mengevakuasi korban kebakaran lahan tebu di Kendalpayak Malang. (Posnews/Ist)

MALANG, POSNEWS.CO.ID – Niat menyelamatkan lahan dari amukan api justru berakhir duka.

Kusnin (63), petani asal Desa Jambearjo, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, tewas setelah terjebak kobaran api saat berusaha menghentikan kebakaran lahan tebu.

Peristiwa tragis itu terjadi di Desa Kendalpayak, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, Kamis (10/9/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat api mulai meluas, Kusnin berupaya membuat sekat bakar agar kobaran tidak merambat ke area perkebunan lainnya.

Namun, situasi berubah cepat. Tiupan angin kencang membuat api bergerak semakin liar sekaligus berubah arah.

Kusnin yang berada di tengah lahan akhirnya kehilangan kesempatan untuk menyelamatkan diri.

Api Berawal dari Pembakaran Sisa Panen

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan mengatakan, kebakaran terjadi sekitar pukul 10.00 WIB.

Baca Juga :  Pembunuh 3 Polisi di Katingan Dilimpahkan, Bareskrim Serahkan Barang Bukti

Api diduga bermula dari aktivitas pembakaran sisa panen tebu. Kobaran kemudian membesar setelah diterpa angin dan merambat ke lahan di sekitarnya.

“Terjadi kebakaran lahan tebu disebabkan pembakaran sisa panen tebu dan merembet ke lahan di sekitarnya,” ujar Sadono, dikutip Jumat (11/9/2026).

Melihat kobaran api semakin meluas, Kusnin berusaha mengambil langkah untuk mengendalikan api. Ia membuat sekat bakar dengan harapan rambatan api dapat dihentikan.

Sayangnya, angin kencang justru membuat api bergerak cepat dan mengepung area tempat korban berada.

“Salah satu pemilik lahan berusaha membuat sekat bakar, tapi angin kencang membuat korban terjebak di tengah kebun tebu,” kata Sadono.

Lima Hektare Lahan Tebu Terbakar

Kobaran api akhirnya melahap lahan tebu seluas sekitar 5 hektare.

Petugas pemadam kebakaran yang mendapat laporan langsung menuju lokasi untuk melakukan pemadaman.

Selain memutus rambatan api, petugas juga melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali menyala.

Baca Juga :  Viral Ojol Memohon Saat Motor Diangkut Dishub Jaktim, Ini Penjelasan Resmi Dishub

Laporan penanganan di lapangan menyebut api berhasil dipadamkan sekitar pukul 11.15 WIB, sedangkan proses pendinginan berlangsung hingga sekitar pukul 12.00 WIB.

Di tengah proses penanganan tersebut, petugas menemukan Kusnin dalam kondisi sudah meninggal dunia setelah terjebak kobaran api.

Jenazah korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke RSUD Kanjuruhan untuk menjalani pemeriksaan sesuai prosedur.

Kebakaran tersebut juga menimbulkan kerugian materi yang ditaksir sekitar Rp160 juta.

Pembakaran Sisa Panen Perlu Diwaspadai

Peristiwa yang menimpa Kusnin menjadi pengingat bahwa pembakaran sisa tanaman di lahan terbuka memiliki risiko besar, terutama ketika angin bertiup kencang dan kondisi vegetasi di sekitar lokasi mudah terbakar.

Api yang semula terlihat kecil dapat dengan cepat membesar dan berubah arah.

Kondisi tersebut sangat berbahaya bagi warga yang mencoba melakukan pemadaman secara mandiri tanpa memperhitungkan arah angin dan jalur evakuasi. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gegara Penarikan Mobil di Jalan, Empat Mata Elang Diamuk Massa di Bogor
Kepala Puskesmas dan Staf Dibawa ke Polres Sampang, Ini Perkembangan Terbarunya
Dijanjikan Rp1 Juta, Pemuda Bondowoso Diciduk Usai Aksi terhadap Al-Qur’an Viral
Utang Rp25 Juta Berujung Maut, Yogi Saparudin Ditemukan Terkubur di Kebun Teh
Dua Aksi Kekerasan di Yahukimo, Warga Pencari Nafkah Tewas dan PNS Luka Berat
Speedboat Pemkab Fakfak Tenggelam, 10 Penumpang Termasuk Pejabat Daerah
Pengusaha Warteg Tewas di Brebes, Suami Diduga Terlibat Pembunuhan
Tergiur Janji Kerja di Lotte Chemical, 10 Pencari Kerja Diduga Rugi Rp223 Juta

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:53 WIB

Gegara Penarikan Mobil di Jalan, Empat Mata Elang Diamuk Massa di Bogor

Selasa, 13 Oktober 2026 - 06:16 WIB

Kepala Puskesmas dan Staf Dibawa ke Polres Sampang, Ini Perkembangan Terbarunya

Selasa, 13 Oktober 2026 - 06:06 WIB

Dijanjikan Rp1 Juta, Pemuda Bondowoso Diciduk Usai Aksi terhadap Al-Qur’an Viral

Selasa, 13 Oktober 2026 - 05:52 WIB

Utang Rp25 Juta Berujung Maut, Yogi Saparudin Ditemukan Terkubur di Kebun Teh

Senin, 12 Oktober 2026 - 21:29 WIB

Dua Aksi Kekerasan di Yahukimo, Warga Pencari Nafkah Tewas dan PNS Luka Berat

Berita Terbaru

Protes pelajar menuntut anggaran pendidikan meluas di Prancis, Belgia, dan Italia dengan ribuan penangkapan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Prancis Bersiap Menghadapi Unjuk Rasa Massal Pelajar

Selasa, 13 Okt 2026 - 15:43 WIB

Kepolisian Korea Selatan menangkap pria pelaku penikaman massal di supermarket Incheon yang melukai delapan orang. Dok; Istimewa.

INTERNASIONAL

Polisi Korea Selatan Menangkap Pelaku Penikaman Massal

Selasa, 13 Okt 2026 - 14:53 WIB