Tiga Pegawai Pemkab Jayawijaya Tewas, KKB Ndugama Diduga Terlibat

Kamis, 10 September 2026 - 08:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Irjen Pol Faizal Ramadhani. (Posnews/Ist)

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Irjen Pol Faizal Ramadhani. (Posnews/Ist)

JAYAWIJAYA, POSNEWS.CO.ID – Perjalanan dinas yang seharusnya membawa harapan bagi masyarakat berubah menjadi tragedi berdarah di Papua Pegunungan.

Tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya tewas ditembak setelah rombongan mereka diduga dicegat kelompok bersenjata di Kampung Muliama, Distrik Muliama.

Penembakan terjadi pada Rabu (9/9/2026) sekitar pukul 15.53 WIT. Ketiga korban sebelumnya menjalankan tugas meninjau kegiatan cetak sawah sebelum perjalanan mereka menuju Wamena berakhir mengenaskan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Operasi Damai Cartenz-2026 Irjen Faizal Ramadhani mengatakan Satgas bersama Polres Jayawijaya langsung bergerak setelah menerima laporan penembakan terhadap masyarakat sipil.

“Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Jayawijaya langsung melakukan langkah-langkah penanganan setelah menerima informasi mengenai kejadian tersebut,” kata Faizal.

Rombongan 11 Orang Dicegat

Sebelum kejadian, sebanyak 11 orang dalam rombongan pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya bergerak dari Wamena menuju Distrik Muliama untuk meninjau pelaksanaan kegiatan cetak sawah.

Setelah kegiatan selesai, rombongan kemudian bergerak kembali menuju Wamena.

Namun, perjalanan tersebut berubah menjadi mencekam ketika mereka diduga dihadang kelompok bersenjata.

Berdasarkan pendalaman awal aparat, para pelaku memisahkan delapan orang dari tiga pegawai yang kemudian menjadi sasaran penembakan.

Delapan orang yang selamat kini menjadi saksi penting bagi penyidik untuk mengungkap bagaimana penembakan tersebut terjadi.

Baca Juga :  Polairud Polda Metro Jaya Sambang Pulau Panggang: Aksi Nyata Lindungi Laut dan Warga!

Polisi masih menggali keterangan mereka sekaligus mengumpulkan bukti di sekitar lokasi kejadian.

Tiga Pegawai Tewas Ditembak

Tiga korban masing-masing berinisial WB (24), AR (49), dan AAM (35).

WB merupakan pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya. Ia mengalami luka tembak di bagian pinggang kanan dan sempat mendapatkan penanganan medis sebelum akhirnya meninggal dunia di RSUD Wamena.

Kemudian, AR (49), perempuan yang menjabat Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Jayawijaya, mengalami luka tembak di bagian perut. Ia dinyatakan meninggal dunia di lokasi.

Sementara itu, AAM (35), seorang pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, mengalami luka tembak pada bagian belakang kepala dan tangan kiri. Ia juga meninggal dunia di lokasi kejadian.

Ketiga korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke RSUD Wamena.

KKB Ndugama Diduga Terlibat

Satgas Operasi Damai Cartenz menyebut kelompok bersenjata dari wilayah Nduga/Kodap III Ndugama diduga berada di balik serangan tersebut.

Namun, polisi belum mengungkap identitas individu yang diduga menarik pelatuk.

Irjen Faizal menegaskan proses penyelidikan masih berjalan untuk memastikan siapa pelaku dan bagaimana keterlibatan kelompok tersebut.

“Namun, petugas keamanan masih melakukan penyelidikan dan pengumpulan bahan keterangan untuk memastikan identitas serta keterlibatan para pelaku,” ujarnya.

Artinya, dugaan keterlibatan KKB belum boleh dianggap sebagai kesimpulan akhir terhadap individu tertentu. Aparat masih membutuhkan bukti dan keterangan untuk menguatkan perkara.

Baca Juga :  Ngamuk di Lampu Merah, Manusia Silver di Lampung Bacok Sopir Gegara Utang HP

Aparat Sisir Lokasi Penembakan

Setelah menerima laporan, personel gabungan Satgas Operasi Damai Cartenz dan Polres Jayawijaya bergerak ke lokasi.

Petugas mengamankan area sekitar kejadian sekaligus melakukan penyisiran di sekitar Puskesmas Muliama dan lokasi yang diduga menjadi tempat penembakan.

Delapan orang yang berada dalam rombongan juga telah diamankan untuk dimintai keterangan.

Langkah tersebut dilakukan untuk mendapatkan gambaran utuh mengenai rangkaian peristiwa sekaligus mempersempit ruang gerak pelaku.

Aparat juga masih mendalami motif serangan dan kemungkinan adanya faktor lain yang melatarbelakangi aksi tersebut.

Warga Sipil Kembali Jadi Korban

Kematian tiga pegawai pemerintah daerah tersebut menjadi pukulan berat, terutama karena mereka sedang menjalankan tugas yang berkaitan dengan pembangunan sektor pertanian.

Kegiatan cetak sawah seharusnya menjadi bagian dari upaya meningkatkan produktivitas pangan dan membantu masyarakat. Namun, perjalanan pulang justru berubah menjadi tragedi.

Karena itu, kekerasan terhadap warga sipil tidak boleh dianggap sebagai kejadian biasa.

Satgas Operasi Damai Cartenz memastikan kasus tersebut akan diusut secara menyeluruh, mulai dari kronologi, identitas pelaku, motif, hingga kemungkinan keterlibatan kelompok tertentu.

“Kami memastikan proses penyelidikan dilakukan secara menyeluruh untuk mengungkap kronologi, mengidentifikasi para pelaku, serta memastikan mereka mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” tegas Faizal. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Prostitusi Online WNA di Bali Bertarif Rp13,7 Juta, WNA Ghana Kehabisan Uang
Kasus Ponpes Hamalatul Quran, Kasat Reskrim, Kanit Pidum dan Kanit PPA-PPO Diganti
Polri Tunjuk AKBP Indra Maulana Saputra Jadi Kapolres Sukoharjo
Diserang Saat Duduk di Motor, ASN di Ilaga Dievakuasi Pisau Masih Tertancap
Demi Biayai Pacar, Wanita di Bone Curi dan Gadaikan Motor Ibu Kandung
Ibu dan 2 Anak Korban Kecelakaan di Pantura Lamongan, Honda Jazz Diduga Kabur
Dikira Eksekusi Baru, Dua Video Kekerasan di Papua Ternyata Rekaman Lama
Mengaku Dibacok Begal, Pria Ini Habiskan Rp3,6 Juta Uang Pinjaman untuk Judol

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 06:00 WIB

Prostitusi Online WNA di Bali Bertarif Rp13,7 Juta, WNA Ghana Kehabisan Uang

Senin, 2 November 2026 - 19:49 WIB

Kasus Ponpes Hamalatul Quran, Kasat Reskrim, Kanit Pidum dan Kanit PPA-PPO Diganti

Senin, 2 November 2026 - 18:57 WIB

Polri Tunjuk AKBP Indra Maulana Saputra Jadi Kapolres Sukoharjo

Senin, 2 November 2026 - 16:28 WIB

Diserang Saat Duduk di Motor, ASN di Ilaga Dievakuasi Pisau Masih Tertancap

Senin, 2 November 2026 - 08:14 WIB

Demi Biayai Pacar, Wanita di Bone Curi dan Gadaikan Motor Ibu Kandung

Berita Terbaru

Politisi Jerman mengecam aksi penjarahan dan bentrokan saat demonstrasi GenZ regelt! Simak ulasan tuntutan pemuda. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Politisi Jerman Kecam Kerusuhan Demonstrasi Pemuda

Selasa, 3 Nov 2026 - 12:04 WIB

Penasihat Presiden UEA Anwar Gargash berharap mediasi Qatar cegah konflik AS-Iran. Simak ulasan perundingan Selat Hormuz.

INTERNASIONAL

UEA Berharap Mediasi Qatar Berhasil Mencegah Konflik

Selasa, 3 Nov 2026 - 11:08 WIB

Gencatan senjata lokal 6 hari di Oleshky Kherson berakhir. 167 warga sipil berhasil dievakuasi lewat rute transit Belarus usai mediasi Melania. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

167 Warga Sipil Berhasil Dievakuasi dari Oleshky Kherson

Selasa, 3 Nov 2026 - 10:30 WIB

Gelombang penembakan massal melanda pusat hiburan malam AS saat libur Halloween. Sedikitnya 8 orang tewas di Dallas, Birmingham, Arkansas. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Penembakan Guncang Hiburan Malam AS Saat Halloween

Selasa, 3 Nov 2026 - 09:30 WIB

Gedung Putih siapkan perintah eksekutif dan pertahanan hukum untuk antisipasi kemenangan Demokrat di Pemilu Sela AS. Simak rincian strategi imigrasi dan anggarannya. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Gedung Putih Siapkan Perintah Eksekutif dan Pertahanan Hukum

Selasa, 3 Nov 2026 - 08:30 WIB