Polisi Sita 86 CCTV Kasus Aktivis KontraS Andrie Yunus, Ribuan Rekaman Dibedah

Senin, 16 Maret 2026 - 21:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin. (Posnews/ist)

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin. (Posnews/ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, terus memanas.

Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya bergerak cepat dengan menyisir puluhan kamera pengawas untuk memburu para pelaku yang diduga melancarkan aksi brutal tersebut.

Dalam penyelidikan intensif ini, penyidik mengamankan puluhan rekaman kamera pengawas dari berbagai lokasi di Jakarta.

Dari rekaman itu, polisi menemukan ribuan potongan gambar yang kini sedang dianalisis secara digital untuk mengungkap identitas pelaku.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin, mengungkapkan bahwa tim penyidik telah mengumpulkan 86 titik CCTV yang diduga merekam pergerakan para pelaku sebelum dan sesudah aksi penyiraman terjadi.

β€œTim kami melakukan penyelidikan dengan menganalisis rekaman CCTV serta saluran komunikasi yang relevan. Total ada 86 kamera pengawas yang kami amankan dari sejumlah titik yang diduga dilalui para pelaku, baik saat menuju lokasi maupun saat melarikan diri,” ujar Iman kepada wartawan, Senin (16/3/2026).

Ribuan Rekaman CCTV Dibedah Polisi

Lebih lanjut, polisi menjelaskan bahwa puluhan kamera tersebut berasal dari berbagai sumber. Sebanyak 7 titik CCTV berasal dari sistem ETLE, kemudian 27 titik dari Diskominfotik, 8 titik dari Dinas Perhubungan, serta 44 titik kamera milik warga yang berada di sekitar jalur yang dicurigai dilewati pelaku.

Baca Juga :  Sidak Gudang Beras Jakarta: Polda Metro Jaya Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil, Jangan Sampai Kehabisan

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kamera milik warga tersebut tersebar di rumah pribadi, gedung perkantoran, hingga bangunan komersial di sepanjang rute yang diduga menjadi lintasan para pelaku.

Hasil pengumpulan data tersebut menghasilkan jumlah rekaman yang sangat besar. Penyidik kini harus menelusuri setiap detik video untuk menemukan petunjuk penting.

β€œDari 86 titik kamera pengawas itu, kami mengumpulkan 2.610 potongan video dengan total durasi mencapai 10.320 menit.

Karena itu, tim digital forensik membutuhkan beberapa hari untuk mengurai dan menganalisis seluruh rekaman,” jelasnya.

Empat Pelaku Gunakan Dua Sepeda Motor

Sementara itu, analisis awal polisi mengarah pada dugaan keterlibatan empat orang pelaku. Mereka diduga beraksi menggunakan dua unit sepeda motor yang masing-masing ditumpangi dua orang.

Dua pelaku berada di motor pertama dan diduga menjadi eksekutor utama penyiraman. Sedangkan dua orang lainnya berada di kendaraan kedua yang diduga berperan sebagai pengawas sekaligus pengawal pelarian.

Baca Juga :  PMI DKI Jakarta Siagakan 59 Relawan dan 10 Ambulans Antisipasi Demo di Kwitang

Setelah melancarkan aksinya, para pelaku langsung kabur melalui sejumlah ruas jalan di Jakarta Timur.

β€œMotor yang ditumpangi OTK 3 dan OTK 4 tidak berbalik arah dari lokasi kejadian. Mereka justru melaju lurus menuju Jalan Pramuka Sari 2, kemudian bergerak ke wilayah Matraman,” terang Iman.

Perjalanan mereka tidak berhenti di sana. Kamera pengawas kembali menangkap pergerakan motor tersebut saat melintas di kawasan Jatinegara sebelum akhirnya mengarah ke Jalan Otto Iskandar Dinata, Jakarta Timur.

Polisi kini terus mempersempit pencarian dengan memetakan rute pelarian tersebut.

Selain itu, tim penyidik juga menelusuri identitas kendaraan serta kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam aksi kekerasan yang menggemparkan publik ini.

Kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS itu sendiri memicu perhatian luas dari masyarakat dan kelompok pegiat HAM.

Polisi pun memastikan akan mengusut tuntas peristiwa ini hingga seluruh pelaku berhasil ditangkap.

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jakarta Gelar Car Free Night dan Pawai Obor Raksasa Saat Malam Takbiran
Diskotek di Denpasar Jadi Sarang Ekstasi, Bareskrim Polri Amankan Ratusan Pil XTC
Kapolri Cek Kesiapan Arus Mudik di Tol Kalikangkung, Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Nasional
BMKG Prediksi Kemarau 2026 di Jawa Barat Datang Lebih Cepat dan Lebih Kering
Polisi Ungkap Jejak Empat Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS di Jakarta
Malam Takbiran 2026 di Depok Tanpa Takbir Keliling, Ini Imbauan Wali Kota
Bareskrim Bongkar Tambang Nikel Ilegal di Konawe Utara, 2 Bos Perusahaan Jadi Tersangka
Polri Gelar Mudik Balik Gratis Presisi 2026, Wujudkan Arus Balik Lebaran Aman dan Lancar

Berita Terkait

Senin, 16 Maret 2026 - 22:02 WIB

Jakarta Gelar Car Free Night dan Pawai Obor Raksasa Saat Malam Takbiran

Senin, 16 Maret 2026 - 21:47 WIB

Polisi Sita 86 CCTV Kasus Aktivis KontraS Andrie Yunus, Ribuan Rekaman Dibedah

Senin, 16 Maret 2026 - 20:48 WIB

Diskotek di Denpasar Jadi Sarang Ekstasi, Bareskrim Polri Amankan Ratusan Pil XTC

Senin, 16 Maret 2026 - 17:54 WIB

Kapolri Cek Kesiapan Arus Mudik di Tol Kalikangkung, Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Nasional

Senin, 16 Maret 2026 - 17:34 WIB

BMKG Prediksi Kemarau 2026 di Jawa Barat Datang Lebih Cepat dan Lebih Kering

Berita Terbaru