ACEH, POSNEWS.CO.ID –Â Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dirtipidnarkoba) Bareskrim Polri membabat habis ladang ganja seluas 51,75 hektare di kawasan hutan lindung Gunung Leuser, Kabupaten Gayo Lues, Aceh.
Operasi ganja terbesar 2025 ini menghancurkan 1.987.200 batang ganja dengan berat total 388,14 ton.
Direktur Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso mengungkapkan bahwa ganja yang dihancurkan merupakan ganja basah. Kemudian, jika dikeringkan, total ganja yang dimusnahkan mencapai 155,2 ton.
“Dari jumlah tersebut, estimasi harga pasar mencapai Rp621,024 miliar,” tegas Eko dalam keterangannya, Rabu (19/11/2025).
Tak hanya merontokkan ladang ganja terbesar tahun ini, Eko menegaskan bahwa operasi tersebut menyelamatkan 465.768.000 jiwa dari potensi penyalahgunaan narkoba.
“Ini bukan sekadar pemusnahan barang bukti. Ini penyelamatan nyawa,” ujarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Modus Canggih Pengedar: Hanyutkan Ganja Lewat Sungai
Selanjutnya, Kasubdit IV Dittipidnarkoba Bareskrim Polri Kombes Handik Zusen membongkar modus distribusi ganja dari ladang di perbukitan.
Menurutnya, pelaku menurunkan ganja yang sudah kering dan dikemas dalam karung dari atas bukit. Setelah itu, karung-karung tersebut disembunyikan di semak-semak dekat aliran sungai agar mudah dihanyutkan.
“Jika ada pemesanan, ganja langsung dihanyutkan lewat aliran sungai,” ungkap Handik.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kurir sudah menunggu di bagian hilir. Kurir inilah yang kemudian mengemas ulang ganja menjadi paket per kilogram sebelum diedarkan.
“Ganja ditampung kurir, kemudian dipacking per kilo dan langsung siap diedarkan,” jelasnya.
Operasi besar ini menegaskan komitmen Polri menutup total jaringan narkoba di wilayah Aceh hingga ke jalur distribusinya. (red)


















