JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Presiden Prabowo Subianto angkat suara keras.
Ia menegaskan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, sebagai aksi terorisme brutal yang tak bisa ditoleransi.
Pemerintah, tegasnya, langsung menggenjot pengusutan hingga tuntas.
Selanjutnya, dalam forum diskusi bersama jurnalis dan pengamat di Hambalang, Jawa Barat, Prabowo secara tegas menyebut aksi tersebut sebagai tindakan biadab.
Ia pun memerintahkan aparat untuk bergerak cepat memburu pelaku tanpa kompromi.
“Ini jelas terorisme. Tindakan biadab. Harus kita kejar dan usut sampai tuntas,” tegas Prabowo.
Lebih lanjut, Prabowo memastikan penyelidikan tidak berhenti pada pelaku lapangan. Ia meminta aparat mengungkap aktor intelektual, termasuk pihak yang memerintahkan dan mendanai aksi tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bahkan, ia menjamin proses hukum berjalan tanpa pandang bulu, termasuk jika ada keterlibatan aparat.
“Siapa yang menyuruh dan siapa yang membayar harus dibuka. Saya jamin,” tegasnya lagi.
Di sisi lain, Prabowo menekankan bahwa siapa pun pelakunya—baik dari dalam maupun luar pemerintah—harus diproses hukum. Pemerintah, lanjutnya, tidak akan memberi ruang bagi segala bentuk kekerasan terhadap warga.
Oleh karena itu, ia meminta aparat mengusut kasus ini secara mendalam hingga ke akar persoalan.
Bahkan, Prabowo membuka opsi pembentukan tim independen guna memastikan transparansi dan akuntabilitas penyelidikan.
TNI Amankan Empat Anggota Terduga Pelaku
Sementara itu, perkembangan terbaru datang dari TNI. Komandan Pusat Polisi Militer TNI, Yusri Nuryanto, mengungkap empat anggota TNI diduga terlibat dalam kasus tersebut.
Keempatnya berasal dari satuan Denma BAIS TNI dan kini telah diamankan.
Lebih lanjut, Yusri menjelaskan bahwa para terduga pelaku berasal dari dua matra, yakni TNI Angkatan Laut (AL) dan Angkatan Udara (AU).
Namun, ia meminta publik tidak berspekulasi berlebihan selama proses penyidikan berlangsung.
Meski demikian, hingga saat ini keempat anggota tersebut belum ditetapkan sebagai tersangka.
TNI, tegas Yusri, tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah sambil terus mendalami bukti dan peran masing-masing individu.
Selanjutnya, identitas para terduga pelaku telah diungkap, yakni NDP (Kapten), SL dan BHW (Lettu), serta ES (Serda).
Mereka kini menjalani pemeriksaan intensif di Puspom TNI untuk mengungkap keterlibatan secara rinci.
“Kami masih mendalami peran masing-masing. Nanti akan kami sampaikan siapa melakukan apa,” ujar Yusri.
Dengan perkembangan ini, publik kini menanti langkah tegas aparat dalam mengungkap kasus penyiraman air keras yang menghebohkan ini.
Pemerintah pun dituntut memastikan keadilan benar-benar ditegakkan tanpa intervensi. (red)
Editor : Hadwan




















