Prabowo Murka, Kasus Andrie Yunus Disebut Terorisme – Dalang Diburu

Jumat, 20 Maret 2026 - 05:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto memberikan pernyataan terkait kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Andrie Yunus. (Posnews/Biro Pers)

Presiden Prabowo Subianto memberikan pernyataan terkait kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Andrie Yunus. (Posnews/Biro Pers)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Presiden Prabowo Subianto angkat suara keras.

Ia menegaskan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, sebagai aksi terorisme brutal yang tak bisa ditoleransi.

Pemerintah, tegasnya, langsung menggenjot pengusutan hingga tuntas.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selanjutnya, dalam forum diskusi bersama jurnalis dan pengamat di Hambalang, Jawa Barat, Prabowo secara tegas menyebut aksi tersebut sebagai tindakan biadab.

Ia pun memerintahkan aparat untuk bergerak cepat memburu pelaku tanpa kompromi.

“Ini jelas terorisme. Tindakan biadab. Harus kita kejar dan usut sampai tuntas,” tegas Prabowo.

Lebih lanjut, Prabowo memastikan penyelidikan tidak berhenti pada pelaku lapangan. Ia meminta aparat mengungkap aktor intelektual, termasuk pihak yang memerintahkan dan mendanai aksi tersebut.

Bahkan, ia menjamin proses hukum berjalan tanpa pandang bulu, termasuk jika ada keterlibatan aparat.

Baca Juga :  Saat Miliarder dan Wisatawan Gantikan Astronaut Pemerintah

“Siapa yang menyuruh dan siapa yang membayar harus dibuka. Saya jamin,” tegasnya lagi.

Di sisi lain, Prabowo menekankan bahwa siapa pun pelakunya—baik dari dalam maupun luar pemerintah—harus diproses hukum. Pemerintah, lanjutnya, tidak akan memberi ruang bagi segala bentuk kekerasan terhadap warga.

Oleh karena itu, ia meminta aparat mengusut kasus ini secara mendalam hingga ke akar persoalan.

Bahkan, Prabowo membuka opsi pembentukan tim independen guna memastikan transparansi dan akuntabilitas penyelidikan.

TNI Amankan Empat Anggota Terduga Pelaku

Sementara itu, perkembangan terbaru datang dari TNI. Komandan Pusat Polisi Militer TNI, Yusri Nuryanto, mengungkap empat anggota TNI diduga terlibat dalam kasus tersebut.

Keempatnya berasal dari satuan Denma BAIS TNI dan kini telah diamankan.

Lebih lanjut, Yusri menjelaskan bahwa para terduga pelaku berasal dari dua matra, yakni TNI Angkatan Laut (AL) dan Angkatan Udara (AU).

Baca Juga :  Isu Demo Besar Juni-Juli 2026, Kapolri Pastikan Polri Kawal Aksi Secara Humanis

Namun, ia meminta publik tidak berspekulasi berlebihan selama proses penyidikan berlangsung.

Meski demikian, hingga saat ini keempat anggota tersebut belum ditetapkan sebagai tersangka.

TNI, tegas Yusri, tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah sambil terus mendalami bukti dan peran masing-masing individu.

Selanjutnya, identitas para terduga pelaku telah diungkap, yakni NDP (Kapten), SL dan BHW (Lettu), serta ES (Serda).

Mereka kini menjalani pemeriksaan intensif di Puspom TNI untuk mengungkap keterlibatan secara rinci.

“Kami masih mendalami peran masing-masing. Nanti akan kami sampaikan siapa melakukan apa,” ujar Yusri.

Dengan perkembangan ini, publik kini menanti langkah tegas aparat dalam mengungkap kasus penyiraman air keras yang menghebohkan ini.

Pemerintah pun dituntut memastikan keadilan benar-benar ditegakkan tanpa intervensi. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

137 Kepala SPPG Dicopot, BGN Terapkan Zero Tolerance Kasus Keracunan MBG
Polri Pastikan Jakarta Aman Meski Viral Pemasangan Pagar Tinggi di Sejumlah Mal
Akun TikTok Penyebar Hoaks Demo 17 Agustus 2026 Berhasil Dilacak dan Ditangkap
Lansia di Cakung Dirampok Tetangga Sendiri, Mulut Dilakban dan Diancam Golok
KAI Commuter Blokir 40 Pelaku Pelecehan Seksual di Kereta dan Stasiun Sepanjang 2026
Menag Nasaruddin Umar Sebut Indonesia Punya Masa Depan Cerah di Bawah Prabowo
Tim Sembilan Kejagung Geledah Rumah Febrie Adriansyah, Dokumen TPPU Disita
Prabowo Hadiri Zikir Kebangsaan di Monas, 100 Ribu Jemaah Bersatu

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 21:21 WIB

137 Kepala SPPG Dicopot, BGN Terapkan Zero Tolerance Kasus Keracunan MBG

Senin, 3 Agustus 2026 - 20:11 WIB

Polri Pastikan Jakarta Aman Meski Viral Pemasangan Pagar Tinggi di Sejumlah Mal

Senin, 3 Agustus 2026 - 19:56 WIB

Akun TikTok Penyebar Hoaks Demo 17 Agustus 2026 Berhasil Dilacak dan Ditangkap

Senin, 3 Agustus 2026 - 09:49 WIB

Lansia di Cakung Dirampok Tetangga Sendiri, Mulut Dilakban dan Diancam Golok

Minggu, 2 Agustus 2026 - 11:19 WIB

KAI Commuter Blokir 40 Pelaku Pelecehan Seksual di Kereta dan Stasiun Sepanjang 2026

Berita Terbaru

Presiden AS Donald Trump membatalkan rencana serangan ke Iran dan memulai perundingan diplomasi demi membuka kembali Selat Hormuz serta meredam ancaman nuklir. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Trump Tunda Serangan Militer dan Buka Perundingan dengan Iran

Selasa, 4 Agu 2026 - 07:00 WIB

Plt Jaksa Agung AS Todd Blanche resmi membatalkan dana ganti rugi $1.8 miliar yang digagas Donald Trump demi mengamankan dukungan Senat untuk konfirmasi jabatannya. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Plt Jaksa Agung AS Batalkan Dana Ganti Rugi Trump Rp29 Triliun

Selasa, 4 Agu 2026 - 06:00 WIB

Ilustrasi, pemandangan langit cerah berawan di kawasan Jakarta dan Bogor sebagai ilustrasi prediksi cuaca Jabodetabek Selasa 4 Agustus 2026 menurut BMKG. (Posnews/Ist)

JABODETABEK

Jabodetabek Cerah Berawan, Hujan Ringan Berpotensi Turun di Bogor

Selasa, 4 Agu 2026 - 05:45 WIB