Prabowo Perintahkan Pemerintah Dukung Penuh BNN Berantas Narkoba

Kamis, 23 Juli 2026 - 13:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto menegaskan perang melawan narkoba dan meminta seluruh pihak mendukung penuh program BNN. (Posnews/Biro Pers Setpres)

Presiden Prabowo Subianto menegaskan perang melawan narkoba dan meminta seluruh pihak mendukung penuh program BNN. (Posnews/Biro Pers Setpres)

BOGOR, POSNEWS.CO.ID – Presiden Prabowo Subianto mengeluarkan perintah tegas dalam perang melawan narkoba.

Ia meminta seluruh kementerian, lembaga, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, hingga masyarakat bergerak bersama untuk memutus mata rantai peredaran narkotika.

Prabowo menegaskan, tidak boleh ada lagi ego sektoral ketika negara menghadapi ancaman narkoba yang terus mengincar masyarakat, terutama generasi muda.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pesan itu disampaikan Prabowo melalui amanat yang dibacakan Menteri Koordinator Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago dalam peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026 di Lido, Bogor, Kamis (23/7/2026).

“Perjalanan kita masih panjang. Karena itu, saya memerintahkan seluruh jajaran pemerintah, baik pusat maupun daerah, untuk mendukung penuh tanpa kecuali seluruh kebijakan dan program kerja Badan Narkotika Nasional,” kata Prabowo dalam amanatnya.

Prabowo: Semua Harus Bergerak Satu Komando

Prabowo tidak ingin pemberantasan narkoba berjalan sendiri-sendiri. Menurut dia, ancaman narkotika membutuhkan kekuatan besar dan kerja bersama dari seluruh elemen bangsa.

Karena itu, ia meminta tidak ada pihak yang bersikap acuh terhadap bahaya narkoba.

“Saya tidak ingin mendengar ada ego sektoral. Saya tidak mau ada yang acuh tak acuh terhadap ancaman ini. Semua harus bergerak dalam satu komando, satu visi untuk menyelamatkan rakyat Indonesia,” tegasnya.

Selanjutnya, Prabowo mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan mulai dari lingkungan terkecil, yakni keluarga dan tempat tinggal.

Ia meminta masyarakat memperkuat perlindungan terhadap anak-anak serta tidak membiarkan lingkungan menjadi ruang tumbuh bagi jaringan peredaran narkoba.

Baca Juga :  KPK Bongkar Dugaan Korupsi Kuota Haji, Pejabat Kemenag Diduga Terima Jatah

“Jadikan momentum HANI 2026 untuk meningkatkan kewaspadaan, membentengi masa depan anak-anak, melindungi keluarga, dan membersihkan lingkungan dari segala bentuk peredaran gelap narkotika,” ujarnya.

Indonesia Emas 2045 Terancam Jika Generasi Muda Hancur

Dalam amanat yang sama, Prabowo mengingatkan cita-cita Indonesia Emas 2045 tidak akan terwujud jika generasi muda rusak akibat narkoba.

Menurutnya, negara membutuhkan generasi yang sehat, kuat, produktif, dan memiliki masa depan. Karena itu, pemberantasan narkotika harus menjadi prioritas nasional.

“Kita ingin Indonesia menjadi negara maju, kuat, dan disegani dunia. Tetapi ingat, tidak akan pernah ada Indonesia Emas jika generasi mudanya hancur karena narkoba,” kata Prabowo.

Ia bahkan mengingatkan, jika narkoba terus menghancurkan generasi muda, Indonesia yang dicita-citakan menjadi negara maju justru dapat berubah menjadi Indonesia yang cemas.

“Pemberantasan narkoba adalah syarat mutlak untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045,” tegasnya.

Operasi Saber Bersinar Ungkap Ratusan Kilogram Narkoba

Prabowo juga mengapresiasi kerja keras BNN, Polri, TNI, Bea Cukai, dan aparat penegak hukum lainnya dalam membongkar jaringan narkoba.

Ia menyebut capaian Operasi Sapu Bersih Narkoba (Saber Bersinar) 2026 yang berhasil mengungkap jaringan peredaran narkotika dengan barang bukti dalam jumlah besar.

Dalam laporan yang diterimanya, aparat menyita:

  • 107,5 kilogram sabu
  • 147 kilogram ganja
  • 1.250 mililiter etomidate
  • 1.029 gram ketamin
  • 6.681 butir ekstasi

Selain narkotika, aparat juga menyita aset yang berkaitan dengan dugaan tindak pidana pencucian uang senilai Rp167,9 miliar.

“Ini merupakan prestasi yang luar biasa dengan terungkapnya jaringan tersebut,” ujar Prabowo.

Sebelumnya, BNN juga mengungkap sejumlah kasus besar sepanjang 2026. Dalam Operasi Saber Bersinar, BNN bersama Polri, Bea Cukai, dan instansi terkait mengungkap jaringan narkotika di berbagai wilayah Indonesia.

Baca Juga :  Info BMKG Hari Ini: Jabodetabek Hujan Siang-Malam, Wilayah Lain Ikut Diguyur

Sementara itu, BNN juga membongkar penyelundupan 3,37 ton cannabis buds asal Thailand di Gresik, Jawa Timur.

BNN Musnahkan 3,37 Ton Narkotika

Pada momentum HANI 2026, BNN juga memusnahkan lebih dari 3,37 ton narkotika hasil pengungkapan lima perkara tindak pidana narkotika.

Barang bukti tersebut berasal dari jaringan nasional dan internasional dengan berbagai modus, mulai dari penyelundupan melalui jalur udara dan laut, penyamaran dalam mekanisme impor barang, hingga produksi di laboratorium gelap.

Rangkaian pengungkapan tersebut menunjukkan bahwa jaringan narkotika terus mencari celah untuk memasukkan dan mengedarkan barang haram di Indonesia.

Karena itu, pemerintah menilai pemberantasan narkoba tidak bisa hanya mengandalkan satu institusi. BNN, Polri, TNI, Bea Cukai, pemerintah daerah, dunia pendidikan, keluarga, dan masyarakat harus saling menguatkan.

Kolaborasi Jadi Kunci Putus Mata Rantai Narkoba

Prabowo meyakini kolaborasi, inovasi, dan kepedulian masyarakat dapat mempersempit ruang gerak jaringan narkotika.

Ia berharap seluruh elemen bangsa tidak hanya menunggu aparat bertindak. Masyarakat juga harus berani meningkatkan kewaspadaan dan melaporkan setiap dugaan peredaran narkoba di lingkungannya.

“Dengan semangat kolaborasi, inovasi, dan kepedulian yang tinggi, saya yakin kita mampu memutus rantai peredaran narkotika dan mewujudkan Indonesia yang bersih dari narkotika,” pungkasnya.

Perang melawan narkoba pada akhirnya bukan sekadar persoalan penangkapan dan penyitaan barang bukti. Lebih dari itu, perjuangan tersebut menyangkut masa depan jutaan anak Indonesia.

Sebab, menyelamatkan satu generasi dari narkoba berarti menjaga masa depan bangsa. Dan untuk tugas sebesar itu, tidak boleh ada yang berjalan sendiri. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polemik Ijazah Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Belum Berakhir
Prabowo Tetapkan Driver Ojol Terima 92 Persen, Aplikator Diminta Patuh
Saraf Kejepit Kambuh, Hotman Paris Tinggalkan Kasus Febrie Adriansyah
Mutasi 29 Pejabat Kejagung, Ini Daftar Lengkap Jabatan Barunya
Artefak Papua Pulang ke Indonesia, Dibawa Langsung Direktur FBI Kash Patel
BNN Musnahkan 3,37 Ton Narkoba, Pesan Kuat untuk Menjaga Generasi Muda
Daftar 8 Kajati yang Dimutasi Jaksa Agung ST Burhanuddin
Wacana TNI-Polri Bantu Program MBG, Sudaryono Ungkap Alasannya

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 14:13 WIB

Polemik Ijazah Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Belum Berakhir

Kamis, 23 Juli 2026 - 13:53 WIB

Prabowo Tetapkan Driver Ojol Terima 92 Persen, Aplikator Diminta Patuh

Kamis, 23 Juli 2026 - 13:32 WIB

Prabowo Perintahkan Pemerintah Dukung Penuh BNN Berantas Narkoba

Kamis, 23 Juli 2026 - 10:19 WIB

Mutasi 29 Pejabat Kejagung, Ini Daftar Lengkap Jabatan Barunya

Kamis, 23 Juli 2026 - 10:02 WIB

Artefak Papua Pulang ke Indonesia, Dibawa Langsung Direktur FBI Kash Patel

Berita Terbaru

Sinyal kenaikan harga gawai global. Raksasa semikonduktor TSMC merencanakan kenaikan tarif produksi chip untuk seluruh pelanggan mulai 2027. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

TSMC Siap Naikkan Biaya Produksi Chip Hingga 10 Persen

Kamis, 23 Jul 2026 - 14:17 WIB

Dok: Dokter Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa. (Posnews/Ist)

NASIONAL

Polemik Ijazah Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Belum Berakhir

Kamis, 23 Jul 2026 - 14:13 WIB

Antrean panjang truk kontainer memicu kemacetan parah di kawasan Cakung-Cilincing Jakarta. (Posnews/NU)

JABODETABEK

Jalan Cakung-Cilincing Macet Parah, Ini Langkah Dishub DKI

Kamis, 23 Jul 2026 - 14:05 WIB