Preman Tikam Pedagang di Ciputat Saat Dipergoki Memalak, Korban Bersimbah Darah

Kamis, 12 Maret 2026 - 10:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Senjata Tajam. (Posnews/Ist)

Ilustrasi, Senjata Tajam. (Posnews/Ist)

TANGERANG SELATAN, POSNEWS.CO.ID – Aksi brutal dua preman mengguncang kawasan Ciputat. Seorang pria bernama Emon Sanjaya (27) menjadi korban pengeroyokan dan penikaman setelah berani menegur aksi pemalakan di Jalan Maruga Raya, Serua.

Insiden berdarah itu terjadi saat Emon membantu saudaranya berjualan di kawasan Pasar Bukit pada Rabu (11/3/2026) sekitar pukul 05.30 WIB.

Saat aktivitas pasar mulai ramai, dua pria berinisial AS (29) dan MR (28) tiba-tiba datang dan diduga memalak para pedagang.

Melihat aksi meresahkan tersebut, Emon langsung mendatangi kedua pelaku dan menegur mereka. Namun teguran itu justru memicu emosi para preman hingga terjadi cekcok panas.

Teguran Memicu Terjadi Cek-Cok

Kapolsek Ciputat, Bambang Askar Sodiq, mengatakan pertengkaran itu membuat situasi semakin memanas.

“Korban sempat menegur pelaku, namun teguran itu memicu cekcok,” ujar Bambang, Kamis (12/3/2026).

Baca Juga :  Polisi Dalami Kematian Selebgram Lula Lahfah, Reza Arap Dipanggil

Merasa situasi tidak aman, Emon mencoba menjauh dari lokasi. Namun kedua pelaku tidak berhenti dan justru mengejar korban hingga ke depan Kantor Wali Kota di Jalan Maruga Raya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat berhasil menghadang korban, kedua preman tersebut langsung mengeroyok Emon secara brutal.

Tak berhenti sampai di situ, salah satu pelaku yang membawa pisau kemudian menusuk korban berkali-kali hingga mengenai beberapa bagian tubuhnya. Korban pun menjerit kesakitan hingga menarik perhatian warga sekitar.

Akibat serangan brutal tersebut, Emon mengalami luka serius di sejumlah bagian tubuh.

“Korban mengalami luka bacok di paha kanan, betis kiri, telapak kaki kiri, serta memar di mata kiri,” jelas Bambang.

Warga yang mendengar teriakan korban langsung berdatangan dan menangkap kedua pelaku sebelum mereka sempat melarikan diri.

Baca Juga :  Hari Pertama Perundingan Trilateral Ukraina-Rusia Selesai

Tak lama kemudian, polisi dari Polsek Ciputat Timur tiba di lokasi dan mengamankan para pelaku.

Sementara itu, warga segera membawa korban ke Rumah Sakit Permata Pamulang untuk mendapatkan perawatan medis akibat luka tusuk yang dideritanya.

Polisi kemudian membawa kedua pelaku ke kantor polisi untuk menjalani pemeriksaan intensif.

“Petugas mengamankan kedua pelaku di lokasi dan membawa mereka ke Polsek Ciputat Timur untuk proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut,” kata Bambang.

Kini polisi telah menetapkan AS dan MR sebagai tersangka. Penyidik menjerat keduanya dengan Pasal 262 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait tindak pidana pengeroyokan.

Selain itu, polisi juga masih memburu senjata tajam yang digunakan pelaku saat melakukan penikaman brutal tersebut. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ammar Zoni Dituntut 9 Tahun Penjara, Denda Rp500 Juta – Kasus Narkoba di Rutan Salemba
Diskon Tol Lebaran 2026, Jasa Marga Pangkas Tarif 30 Persen di 9 Ruas Tol
Mengapa Perang Dagang Lebih Merugikan Daripada Perang Militer?
Rampok SPBU di Babelan Bekasi Gasak Rp130 Juta, Karyawan Disekap dan Ditodong Pistol
Peran Organisasi Internasional dalam Mengatur Ketertiban Dunia
Skandal PT Dana Syariah Indonesia, Polisi Sita Properti hingga Rekening Rp300 Miliar
THR PJLP Dipotong Pajak hingga Rp2 Juta, Gubernur Pramono Anung Buka Suara
Mengapa Negara Demokrasi Jarang Berperang Satu Sama Lain?

Berita Terkait

Kamis, 12 Maret 2026 - 17:15 WIB

Ammar Zoni Dituntut 9 Tahun Penjara, Denda Rp500 Juta – Kasus Narkoba di Rutan Salemba

Kamis, 12 Maret 2026 - 17:02 WIB

Diskon Tol Lebaran 2026, Jasa Marga Pangkas Tarif 30 Persen di 9 Ruas Tol

Kamis, 12 Maret 2026 - 16:27 WIB

Mengapa Perang Dagang Lebih Merugikan Daripada Perang Militer?

Kamis, 12 Maret 2026 - 15:36 WIB

Rampok SPBU di Babelan Bekasi Gasak Rp130 Juta, Karyawan Disekap dan Ditodong Pistol

Kamis, 12 Maret 2026 - 15:22 WIB

Peran Organisasi Internasional dalam Mengatur Ketertiban Dunia

Berita Terbaru

Ilustrasi, Jaring ekonomi yang mengikat dunia. Liberalisme Komersial menjelaskan alasan negara-negara lebih memilih stabilitas pasar daripada konflik terbuka di tahun 2026. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Mengapa Perang Dagang Lebih Merugikan Daripada Perang Militer?

Kamis, 12 Mar 2026 - 16:27 WIB

Ilustrasi, Perekat tatanan global. Institusionalisme Liberal menjelaskan cara PBB, WTO, dan WHO menstabilkan dunia melalui aturan bersama dan transparansi informasi. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Peran Organisasi Internasional dalam Mengatur Ketertiban Dunia

Kamis, 12 Mar 2026 - 15:22 WIB