Presiden Prabowo: Indonesia Kekurangan 70 Ribu Dokter Spesialis, Perlu Strategi Cepat

Selasa, 26 Agustus 2025 - 21:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto. Dok: Sesneg

Presiden Prabowo Subianto. Dok: Sesneg

JAKARTA – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan Indonesia menghadapi kekurangan dokter spesialis yang signifikan. Presiden menyampaikan bahwa Indonesia saat ini masih kekurangan sekitar 70 ribu dokter spesialis. Ia menjelaskan, setiap tahun Indonesia hanya menghasilkan 12 ribu dokter umum dan 2.700 dokter spesialis.

Pernyataan itu disampaikannya saat meresmikan Gedung Layanan Terpadu dan Institut Neurosains Nasional RS Pusat Otak Nasional di Jakarta Timur, Selasa (26/8/2025).

Presiden Prabowo menekankan, untuk memenuhi kebutuhan dokter spesialis, Indonesia membutuhkan strategi luar biasa karena estimasi waktu konvensional untuk menutup kekurangan ini bisa mencapai 35 tahun. Selain itu, faktor pensiun dokter juga memperlambat upaya ini.

“35 tahun baru terisi (dokter spesialis), tapi yang sekarang sudah nggak ada. Makanya kita harus berupaya dengan langkah-langkah yang tidak bisa langkah normatif,” ujarnya.

Ia menekankan, pembangunan kesehatan nasional tidak bisa dijalankan dengan cara “business as usual.” Presiden menambahkan, “Mengejar pembangunan Indonesia, mengejar kesejahteraan Indonesia tidak bisa business as usual, tidak bisa. We have to work harder, we have to do our best.”

Baca Juga :  Teror Salat Jumat di Masjid SMAN 72 Jakarta, 3 dari 8 Jemaah Luka Berat - Ada Senjata Laras Panjang

Kebutuhan Mendesak Dokter Spesialis di Seluruh Indonesia

Data Kementerian Kesehatan menunjukkan, Indonesia memiliki 40 ribu dokter spesialis aktif, namun distribusi dokter sangat tidak merata. Sebagian besar dokter terkonsentrasi di kota besar, sementara daerah terpencil masih mengalami kekurangan akut.

Kondisi ini berdampak pada akses layanan kesehatan yang terbatas, terutama bagi pasien dengan kebutuhan spesialis kompleks seperti bedah saraf, kardiologi, dan onkologi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemerintah telah menyiapkan berbagai program untuk mempercepat produksi dokter spesialis, termasuk peningkatan kapasitas pendidikan dokter, beasiswa spesialisasi, dan pembangunan rumah sakit pendidikan di berbagai provinsi.

RS Pusat Otak Nasional sendiri menjadi salah satu pusat pengembangan spesialis saraf untuk memenuhi kebutuhan dokter spesialis neuro di Indonesia.

Baca Juga :  Serangan Tahun Pertama Trump Lampaui Empat Tahun Biden

Presiden Prabowo menegaskan, pemerintah juga mendorong inovasi pendidikan kedokteran, termasuk pelatihan intensif, kerja sama internasional, dan pemanfaatan teknologi untuk mempercepat pembelajaran spesialis.

“Kita harus mengejar ketertinggalan ini, supaya setiap warga Indonesia memiliki akses layanan medis berkualitas, terutama dokter spesialis,” jelasnya.

Dampak Kekurangan Dokter Spesialis terhadap Masyarakat

Kekurangan dokter spesialis berdampak langsung pada kualitas pelayanan medis, antrean pasien yang panjang, dan keterlambatan penanganan penyakit serius. Presiden Prabowo mengingatkan, keberhasilan pembangunan kesehatan nasional menjadi kunci dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dengan peresmian Gedung Layanan Terpadu dan Institut Neurosains Nasional RS Pusat Otak Nasional ini, Presiden berharap Indonesia mampu mencetak lebih banyak dokter spesialis secara merata, memperkuat layanan kesehatan nasional, dan memastikan setiap warga mendapat layanan medis yang profesional dan tepat waktu. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kemendag Gencarkan Friday Mubarak 2026, Diskon hingga 50 Persen Sambut Ramadan
Bareskrim Polri Tangkap Pria Berjaket Ojol Diduga Transaksi Sabu di SPBU Kemang
Kejahatan Perang di Sudan: Drone RSF Bantai Keluarga
Viral BBM Tercampur Air di SPBU Parungpanjang Bogor, Pertamina Hentikan Penyaluran Pertalite
Pemprov DKI Siapkan Mudik Gratis 2026 ke 20 Kota, Motor Diangkut ke 6 Tujuan
Tragedi Laut Mediterania: 53 Migran Tewas atau Hilang di Lepas Pantai Libya
Visi Pertahanan Keir Starmer: Eropa adalah Raksasa Tidur
Aliansi Pertahanan Udara: Jepang, Inggris, dan Italia Percepat Pengembangan Jet Tempur Generasi Terbaru

Berita Terkait

Sabtu, 14 Februari 2026 - 21:36 WIB

Kemendag Gencarkan Friday Mubarak 2026, Diskon hingga 50 Persen Sambut Ramadan

Sabtu, 14 Februari 2026 - 21:07 WIB

Bareskrim Polri Tangkap Pria Berjaket Ojol Diduga Transaksi Sabu di SPBU Kemang

Sabtu, 14 Februari 2026 - 20:59 WIB

Kejahatan Perang di Sudan: Drone RSF Bantai Keluarga

Sabtu, 14 Februari 2026 - 20:55 WIB

Viral BBM Tercampur Air di SPBU Parungpanjang Bogor, Pertamina Hentikan Penyaluran Pertalite

Sabtu, 14 Februari 2026 - 20:31 WIB

Pemprov DKI Siapkan Mudik Gratis 2026 ke 20 Kota, Motor Diangkut ke 6 Tujuan

Berita Terbaru

Ilustrasi,
Tragedi di Kordofan. Kelompok paramiliter RSF meluncurkan serangan drone mematikan yang menyasar warga sipil dan bantuan pangan, memperburuk krisis kemanusiaan di tengah ancaman kelaparan massal. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kejahatan Perang di Sudan: Drone RSF Bantai Keluarga

Sabtu, 14 Feb 2026 - 20:59 WIB