Produk Masih Dijual Bebas, Dokter Detektif Desak Penahanan Richard Lee

Rabu, 7 Januari 2026 - 21:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Doktif Amira Geruduk Polda Metro Jaya, Minta Richard Lee Segera Ditahan. (Posnews/Ist)

Doktif Amira Geruduk Polda Metro Jaya, Minta Richard Lee Segera Ditahan. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Dokter Detektif (Doktif) dr. Amira Farahnaz menyambangi Polda Metro Jaya, Rabu (7/1/2026) malam.

Ia muncul di tengah pemeriksaan Dokter Richard Lee yang telah ditetapkan sebagai tersangka dugaan pelanggaran perlindungan konsumen terkait produk kecantikan.

Pantauan di lokasi, Amira tiba di Gedung Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya sekitar pukul 18.21 WIB. Ia datang bersama sejumlah pendamping.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penampilan Amira langsung menyedot perhatian. Jaket merah mencolok dan kacamata hitam membuat kehadirannya disorot awak media sejak turun dari kendaraan.

Amira secara terbuka mengapresiasi langkah Polda Metro Jaya yang memproses laporan yang ia ajukan.

“Alhamdulillah, dokter ucapkan apresiasi kepada Polda Metro Jaya,” ujar Amira singkat.

Baca Juga :  Utilitas Marjinal dan Paradoks Air-Berlian

Namun, ia menegaskan kehadirannya bukan sekadar formalitas. Amira mengaku datang untuk mengawal langsung jalannya perkara agar penegakan hukum berjalan adil dan setara.

Menurutnya, kasus yang menjerat Richard Lee tidak bisa dianggap sepele. Ia menilai potensi kerugian masyarakat sangat besar dan masih terus berlangsung hingga saat ini.

Produk Masih Dijual Bebas

Amira menyoroti fakta bahwa sejumlah produk kecantikan yang dilaporkan masih beredar luas di pasaran dan dapat dibeli bebas oleh konsumen.

“Doktif ingin mengawal kasus ini. Sangat tidak adil jika ada kasus lain langsung ditahan, sementara saudara RL yang diduga menyebabkan kerugian ratusan miliar justru masih berjalan sampai hari ini,” tegasnya.

Ia bahkan mengaku masih bisa membeli produk White Tomato hingga sekarang. Menurut Amira, kondisi ini membuktikan dugaan kerugian masyarakat belum berhenti.

Baca Juga :  Pria Tewas Bersimbah Darah di Otista, Warga Panik, Polisi Buru Pelaku Sadis

“Artinya apa? Kerugian masyarakat terus berjalan sampai detik ini. Kalau tidak dilakukan penahanan, itu tidak adil. Tidak adil sama sekali,” katanya lantang.

Karena itu, Amira mendesak Polda Metro Jaya bertindak tegas dan serius dalam menangani perkara tersebut. Ia meminta penyidik tidak memberikan penangguhan penahanan demi menjaga rasa keadilan publik.

“Dokter minta keadilan. Polda Metro harus segera menuntaskan penanganan kasus ini tanpa penangguhan penahanan,” tandasnya.

Kasus ini kini menjadi sorotan publik, seiring tuntutan agar penegakan hukum dilakukan tanpa tebang pilih dan benar-benar berpihak pada kepentingan masyarakat luas.

Penulis : Hadwan

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bareskrim Bongkar Modus 20 Korporasi Pembakar Hutan, Ini Daftar Perusahaannya
Nenek di Depok Tega Bakar Cucu Sendiri Cuma karena Kesal Main HP dan Ogah Jemput
1.257 Bal Pakaian Bekas Ditemukan di Subang, Bareskrim Telusuri Jaringan Impor
Bukan Sampaikan Aspirasi, 19 Pendemo Ini Malah Bawa Sajam & Alat Vandalisme
Tawuran Maut Kebon Jeruk Demi Eksistensi di Medsos, 19 Orang Diamankan
Polisi Pantau Pergerakan Pelajar di Jakut, Antisipasi Ikut Demo di Pusat Kota
Mahasiswa Gagal Long March ke Bundaran HI, Demo di Sudirman Diadang Aparat
Polri dan Tiongkok Perkuat Aliansi Bongkar Clandestine Lab 1,2 Ton Sabu di Aceh

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:12 WIB

Bareskrim Bongkar Modus 20 Korporasi Pembakar Hutan, Ini Daftar Perusahaannya

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:52 WIB

Nenek di Depok Tega Bakar Cucu Sendiri Cuma karena Kesal Main HP dan Ogah Jemput

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:19 WIB

1.257 Bal Pakaian Bekas Ditemukan di Subang, Bareskrim Telusuri Jaringan Impor

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:55 WIB

Bukan Sampaikan Aspirasi, 19 Pendemo Ini Malah Bawa Sajam & Alat Vandalisme

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:58 WIB

Tawuran Maut Kebon Jeruk Demi Eksistensi di Medsos, 19 Orang Diamankan

Berita Terbaru