BOAO, POSNEWS.CO.ID – Kawasan Asia tetap menjadi mercu suar optimisme ekonomi di tahun 2026. Laporan utama Forum Boao untuk Asia (BFA) memproyeksikan ekonomi regional akan tumbuh sebesar 4,5 persen, memperkuat peran kawasan ini sebagai penggerak utama kemakmuran dunia.
Dalam konteks ini, kepercayaan terhadap prospek Asia terlihat dari kehadiran masif para pemimpin politik dan bisnis global di Provinsi Hainan. Para peserta berkumpul guna mendalami kebijakan investasi Tiongkok yang merupakan ekonomi terbesar kedua di dunia.
Asia: Penguasa Setengah Produk Domestik Bruto Dunia
Berdasarkan laporan Asian Economic Outlook 2026, pangsa PDB Asia terhadap ekonomi global (berdasarkan paritas daya beli) akan meningkat menjadi 49,7 persen. Oleh karena itu, peran Asia dalam ekonomi internasional kini bersifat mutlak dan tidak tergantikan.
Sebaliknya, ekonomi global justru menghadapi pemulihan yang lamban. Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) memperkirakan pertumbuhan dunia melambat menjadi 2,9 persen tahun ini. Akibatnya, ketergantungan perdagangan intra-regional di Asia meningkat menjadi 57,2 persen guna memitigasi risiko proteksionisme dari negara-negara Barat.
Tiongkok sebagai Mesin Pertumbuhan Utama
Ketua Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional Tiongkok, Zhao Leji, menegaskan kesiapan Beijing untuk menyuntikkan vitalitas baru bagi pembangunan kawasan. Ekonomi Tiongkok yang kini melebihi 140 triliun yuan menyumbang sekitar 30 persen dari total pertumbuhan ekonomi global.
Lebih lanjut, Tiongkok mulai mengimplementasikan Rencana Lima Tahun ke-15 (2026–2030) secara agresif. Fokus utamanya adalah pengembangan “kekuatan produktif kualitas baru”, terutama di bidang robotika dan kecerdasan buatan (AI). Sebagai hasilnya, inovasi teknologi ini menciptakan peluang industri baru yang dapat diakses oleh mitra dagang internasional melalui kebijakan pasar terbuka.
Solidaritas Kawasan dan Peran RCEP
Perdana Menteri Korea Selatan, Kim Min-seok, menyerukan solidaritas yang lebih besar antarnegara Asia. Menurutnya, persatuan sangat krusial dalam menghadapi gangguan teknologi dan perubahan demografi. Bahkan, data menunjukkan perdagangan Tiongkok-ASEAN telah mencapai 7,55 triliun yuan, melonjak 8 persen secara tahunan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam hal ini, kerangka kerja Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) menjadi pengikat hubungan yang kian erat. Perdana Menteri Singapura, Lawrence Wong, menyatakan keyakinannya terhadap prospek jangka panjang Tiongkok. Singapura mendukung penuh partisipasi Beijing yang lebih dalam dalam kerangka ekonomi regional tahun 2026.
Menuju Masa Depan “Win-Win”
Forum Boao edisi ke-25 ini menandai momen krusial bagi tatanan ekonomi dunia. Pada akhirnya, keberhasilan Asia dalam mempertahankan pertumbuhan 4,5 persen akan bergantung pada kemampuan negara-negara anggota untuk menentang unilateralisme.
Dengan demikian, sinergi antara kebijakan pembukaan diri Tiongkok dan kebutuhan pasar regional akan menjadi kunci stabilitas global. Dunia kini memandang Boao bukan sekadar forum diskusi, melainkan panggung penentu arah kemakmuran umat manusia di sisa dekade ini.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia



















