KPK Bongkar Skandal Kuota Haji 2024, Dokumen Rahasia Disita

Rabu, 20 Agustus 2025 - 14:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KPK, OTT, Bea Cukai, Kemenkeu, korupsi, impor barang, suap, uang miliaran, emas 3 kg, Jakarta. (Posnews/KPK)

KPK, OTT, Bea Cukai, Kemenkeu, korupsi, impor barang, suap, uang miliaran, emas 3 kg, Jakarta. (Posnews/KPK)

JAKARTA, ONLINEWS.CO.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggeledah empat lokasi terkait dugaan korupsi penentuan kuota haji 2024. Dari penggeledahan tersebut, penyidik menyita sejumlah dokumen dan catatan keuangan penting.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa penggeledahan dilakukan pada Selasa (19/8/2025). “KPK melanjutkan penggeledahan di tiga kantor asosiasi penyelenggara haji dan satu rumah milik pihak biro travel,” ujarnya, Rabu (20/8/2025).

Menurut Budi, tim menemukan berbagai dokumen serta bukti elektronik terkait dugaan jual-beli kuota tambahan haji. Namun, ia tidak merinci lokasi pasti penyitaan barang bukti tersebut.

Baca Juga :  Kapolres Jakbar Bagi-Bagi Bendera di Tomang, Warga: Merdeka Banget, Pak!

Dugaan Penyimpangan Kuota Tambahan

Sebelumnya, Plt. Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menyampaikan bahwa kasus ini berkaitan dengan pembagian 20 ribu kuota tambahan haji tahun 2024.

Sesuai aturan, kuota tambahan seharusnya dibagi 92 persen untuk haji reguler dan delapan persen untuk haji khusus. Namun, fakta di lapangan menunjukkan pembagian dilakukan secara rata, yakni 50 persen untuk haji reguler dan 50 persen untuk haji khusus.

Baca Juga :  BMKG Ingatkan Siaga Cuaca Ekstrem pada 21–27 Oktober 2025, Hujan Lebat Ancam Indonesia

Keterangan Agen Travel Haji

Dalam penyelidikan, KPK sudah meminta keterangan sejumlah pihak, termasuk agen travel haji. Keterangan ini dinilai penting untuk mengungkap mekanisme distribusi kuota tambahan.

KPK menegaskan akan terus menelusuri dugaan penyimpangan ini hingga tuntas. (red)

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sempat Dicoret, 11 Juta PBI BPJS Aktif Lagi – DPR Pastikan Warga Tetap Bisa Berobat
Polisi Sikat Pengedar Pil Koplo di Penjaringan, 1.100 Lebih Obat Keras Disita
Pergerakan Tanah di Tegal Meluas, 2.453 Warga Padasari Mengungsi – BNPB Siapkan Huntara
3 Pelajar Penyiram Air Keras ke Siswa SMK di Jakpus Ditangkap, Dua Masih di Bawah Umur
Kronologi Wali Kota Bekasi Dihadang Golok Saat Penertiban PKL di Teluk Pucung
Ratusan Pasien Cuci Darah Terancam Gagal Berobat, PBI BPJS Kesehatan Dinonaktifkan
Guru MI Dihajar Wali Murid di Sampang, Babak Belur di Warung – Polisi Turun Tangan
Kericuhan Lahan Sawit KSO di Rokan Hulu, Satu Orang Tewas dan Lima Luka

Berita Terkait

Senin, 9 Februari 2026 - 14:20 WIB

Sempat Dicoret, 11 Juta PBI BPJS Aktif Lagi – DPR Pastikan Warga Tetap Bisa Berobat

Senin, 9 Februari 2026 - 13:55 WIB

Polisi Sikat Pengedar Pil Koplo di Penjaringan, 1.100 Lebih Obat Keras Disita

Senin, 9 Februari 2026 - 13:19 WIB

Pergerakan Tanah di Tegal Meluas, 2.453 Warga Padasari Mengungsi – BNPB Siapkan Huntara

Senin, 9 Februari 2026 - 13:02 WIB

3 Pelajar Penyiram Air Keras ke Siswa SMK di Jakpus Ditangkap, Dua Masih di Bawah Umur

Senin, 9 Februari 2026 - 08:46 WIB

Kronologi Wali Kota Bekasi Dihadang Golok Saat Penertiban PKL di Teluk Pucung

Berita Terbaru