Proyek East Wing White House Senilai $400 Juta

Selasa, 31 Maret 2026 - 11:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Terobosan besar diplomasi dunia. Presiden Donald Trump mengumumkan pencapaian kesepakatan damai dengan Iran guna membuka kembali Selat Hormuz dan memulihkan energi global. Dok: Istimewa.

Terobosan besar diplomasi dunia. Presiden Donald Trump mengumumkan pencapaian kesepakatan damai dengan Iran guna membuka kembali Selat Hormuz dan memulihkan energi global. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Gedung Putih kini bertransformasi menjadi salah satu struktur paling terfortifikasi di dunia. Pemerintah Amerika Serikat mengonfirmasi bahwa militer sedang meningkatkan fasilitas pertahanan melalui pembangunan kompleks bawah tanah raksasa di bawah struktur East Wing yang baru pada hari Senin.

Dalam konteks ini, pengumuman tersebut muncul setelah Presiden Donald Trump memberikan informasi terbaru mengenai proyek pembangunan ballroom senilai $400 juta. Pemerintah mendirikan gedung baru ini di atas lahan bekas East Wing yang mereka hancurkan sebelumnya.

Ballroom Mewah Sebagai “Perisai” Kompleks Militer

Presiden Trump memamerkan desain bangunan baru tersebut kepada wartawan di atas pesawat Air Force One pada hari Minggu. Bangunan seluas 8.360 meter persegi tersebut mengusung fitur keamanan mutakhir, termasuk kaca antipeluru dan atap tahan serangan drone.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bahkan, Trump secara terbuka menyebut bahwa struktur ballroom tersebut berfungsi sebagai penutup bagi fasilitas militer yang jauh lebih penting di bawahnya. “Militer sedang membangun kompleks besar di bawah ballroom tersebut,” tegas Trump. Ia menambahkan bahwa pembangunan bawah tanah ini terungkap ke publik akibat adanya gugatan hukum yang ia sebut sebagai “tindakan bodoh”.

Baca Juga :  Banjir Karawang dan Bekasi, Ribuan Warga Mengungsi, Satu Tewas

Penghancuran Struktur Bersejarah dan Bunker PEOC

Proyek ambisius ini bukan tanpa kontroversi. Presiden memerintahkan penghancuran East Wing yang asli pada Oktober lalu. Di bawah bangunan lama tersebut, terdapat Presidential Emergency Operations Center (PEOC), sebuah bunker darurat bersejarah tempat para presiden AS berlindung dalam situasi krisis nasional.

Akibatnya, langkah penghancuran ini menuai kecaman keras dari para anggota parlemen, sejarawan, dan aktivis pelestarian budaya. Para kritikus keberatan karena pemerintah mengambil keputusan penghancuran tersebut tanpa melalui tinjauan federal atau komentar publik yang memadai. Selain itu, mereka juga mengkritik estetika fasilitas baru yang mereka anggap merusak nilai historis dari kompleks Pennsylvania Avenue 1600.

Kebutuhan Kapasitas dan Pertimbangan Keamanan Modern

Pemerintah berargumen bahwa peningkatan fasilitas ini sangat mendesak. Pejabat menganggap ruang resepsi yang ada saat ini terlalu sempit dan ketinggalan zaman untuk menampung tamu kenegaraan. Arsitek merancang ballroom baru tersebut untuk menampung hingga 1.000 orang dalam satu acara resmi.

Baca Juga :  Sains di Balik Mengapa Kita Menghakimi Karakter Lewat Wajah

Lebih lanjut, faktor keamanan modern menjadi pendorong utama militer dalam merancang kompleks bawah tanah tersebut. Di tengah meningkatnya ancaman teknologi drone global, Washington memprioritaskan perlindungan pusat komando kepresidenan dari segala jenis serangan udara maupun fisik. Oleh karena itu, struktur ini akan menjadi standar baru bagi keamanan kepala negara di era perang teknologi tinggi.

Kesimpulan: Menanti Keputusan Final Kamis

Masa depan proyek ini kini bergantung pada keputusan Komisi Perencanaan Ibu Kota Nasional (NCPC). Lembaga tersebut merupakan satu dari dua badan federal yang wajib memberikan persetujuan akhir. Dengan demikian, pemungutan suara pada hari Kamis mendatang akan menentukan apakah proyek megah ini dapat berlanjut sesuai rencana atau harus menghadapi rintangan hukum lebih lanjut.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Zelenskyy dan Trump Gelar Pertemuan Penting di Gedung Putih
Iran Borong 400 Peluncur Rudal Panggul Buatan China
El Nino Kuat dan Mandat B50 Indonesia Dorong Penguatan Pasar
Pemerintah Minta AS Bebaskan Tarif Impor Minyak Sawit
Malaysia Siapkan Peningkatan Campuran Biodiesel B12 dan B15
Puncak 15 Pekan: Harga Minyak Sawit Malaysia Melandai
Lonjakan Harga Global Tekan Impor Minyak Nabati India
Polisi Tembak Mati Pelaku Penabrakan Minivan Pride

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:12 WIB

Zelenskyy dan Trump Gelar Pertemuan Penting di Gedung Putih

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:09 WIB

Iran Borong 400 Peluncur Rudal Panggul Buatan China

Rabu, 29 Juli 2026 - 14:00 WIB

El Nino Kuat dan Mandat B50 Indonesia Dorong Penguatan Pasar

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:17 WIB

Pemerintah Minta AS Bebaskan Tarif Impor Minyak Sawit

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:13 WIB

Malaysia Siapkan Peningkatan Campuran Biodiesel B12 dan B15

Berita Terbaru

Langkah taktis amankan benteng udara. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menemui Donald Trump di Washington guna membahas produksi mandiri rudal Patriot. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Zelenskyy dan Trump Gelar Pertemuan Penting di Gedung Putih

Kamis, 30 Jul 2026 - 16:12 WIB

Langkah taktis Teheran amankan wilayah udara. Iran membeli 400 peluncur rudal panggul buatan China bernilai 70 juta dolar AS guna memperkuat pertahanan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Iran Borong 400 Peluncur Rudal Panggul Buatan China

Kamis, 30 Jul 2026 - 14:09 WIB