Qatar Klaim Perundingan AS-Iran Kemajuan Pesat

Kamis, 6 Agustus 2026 - 07:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Mediasi Qatar mendorong kemajuan perundingan AS-Iran hingga menekan harga minyak dunia di tengah ancaman krisis Selat Hormuz. Dok: Istimewa.

Mediasi Qatar mendorong kemajuan perundingan AS-Iran hingga menekan harga minyak dunia di tengah ancaman krisis Selat Hormuz. Dok: Istimewa.

Mediasi Diplomatik Dan Penurunan Harga Minyak

DOHA, POSNEWS.CO.ID – Mediator Qatar mencatat kemajuan signifikan dalam negosiasi krisis Selat Hormuz. Pernyataan resmi Qatar langsung menekan harga minyak mentah di pasar global. Selanjutnya, Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani menghubungi Donald Trump. Kedua pemimpin membahas upaya meredakan ketegangan militer di kawasan Timur Tengah. Namun, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei menolak klaim perundingan langsung. Ia menegaskan Iran hanya berunding dengan Oman terkait jalur pelayaran.

Baca Juga :  Hezbollah Tolak Rencana Pelucutan Senjata oleh Militer

Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menunjukkan optimisme tinggi. Ia melihat peluang besar bagi pembukaan kembali Selat Hormuz. Selain itu, Menteri Keuangan AS Scott Bessent memproyeksikan kesepakatan muncul segera. Akibatnya, para pelaku pasar keuangan menyambut positif sinyal diplomatik tersebut.

Risiko Pelayaran Dan Krisis Amunisi AS

Perang selama lima bulan mulai menguras stok rudal jarak jauh militer AS. Oleh karena itu, para pengamat meragukan ketahanan kampanye militer Washington. Sementara itu, ancaman keamanan masih mengintai kapal kargo di Selat Hormuz. Sebuah proyektil tidak dikenal menghantam kapal kargo kering di lepas pantai Oman. Kemudian, serangan lain menenggelamkan kapal berbendera India di dekat perairan Yaman.

Selanjutnya, kelompok Houthi Yaman memperketat blokade laut terhadap Arab Saudi. Tindakan tersebut semakin mengancam rute ekspor energi ke pasar internasional. Namun, mediator dari Pakistan dan Qatar terus memfasilitasi komunikasi antarpihak. Pemerintah Qatar berharap perundingan ini segera mengakhiri konflik bersenjata.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kelompok Houthi Melancarkan Serangan Rudal Maut di Yaman
PM Kanada Sebut Perundingan Dagang AS Makin Sengit
Trump Terbitkan Perintah Eksekutif Baru
Iran Ancam Serang Fasilitas Energi Teluk
Google Resmi Hentikan Layanan Google Assistant
Serangan Gunting di Covent Garden London Lukai 4 Orang
Prancis Melarang Panggilan Telemarketing Tanpa Izin Konsumen
Senat AS Konfirmasi Dr Erica Schwartz Sebagai Direktur CDC

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 11:07 WIB

Kelompok Houthi Melancarkan Serangan Rudal Maut di Yaman

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 09:01 WIB

PM Kanada Sebut Perundingan Dagang AS Makin Sengit

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Trump Terbitkan Perintah Eksekutif Baru

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 06:00 WIB

Iran Ancam Serang Fasilitas Energi Teluk

Jumat, 7 Agustus 2026 - 16:51 WIB

Google Resmi Hentikan Layanan Google Assistant

Berita Terbaru

Respawn Entertainment resmi menghentikan operasional Apex Legends di Nintendo Switch generasi pertama mulai Season 30 demi memaksimalkan potensi Nintendo Switch 2. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Respawn Hentikan Dukungan Apex Legends di Nintendo

Sabtu, 8 Agu 2026 - 17:20 WIB