Rencana Rusuh Demo 10 Desember Gagal, 6 Bom Molotov Disita Polisi dari Admin Akun @bahanpeledak

Selasa, 9 Desember 2025 - 07:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AKBP Rafles Marpaung menjelaskan pengungkapan rencana rusuh demo 10 Desember. (Posnews/PMJ)

AKBP Rafles Marpaung menjelaskan pengungkapan rencana rusuh demo 10 Desember. (Posnews/PMJ)

JAKARTA, POSNEWS.COID – Hati-hati jangan terpancing dengan ajakan pihak-pihak yang ingin berbuat kerusuhan. Polisi bergerak cepat dan menggagalkan rencana rusuh menjelang aksi unjuk rasa 10 Desember 2025.

Tim Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menyita enam bom molotov dari tangan seorang tersangka berinisial BDM, yang ditangkap pada Minggu, 7 Desember 2025.

Kasubdit III Dittipidsiber Polda Metro Jaya AKBP Rafles Marpaung membeberkan bahwa BDM bertindak sebagai pemilik sekaligus admin akun Instagram @bahanpeledak sejak November 2025. Akun itu kerap menyebar narasi teror dan ajakan anarkis.

“BDM memposting foto Wisma DPR disertai ancaman ‘Kita adalah bayang-bayang yang kalian takuti’ dan ‘Wisma lo udah gue teror’. Ancaman itu diposting melalui fitur story akun @bahanpeledak pada 5 Desember 2025,” ungkap Rafles, Senin (8/12/2025).

Baca Juga :  Demo Ojol di Kedubes AS Dijaga Polisi, Polda Metro Jaya Bagi Logistik ke Massa

Rencana Aksi Anarkis Terkuak

Tak hanya itu, penyidik menemukan bahwa BDM aktif di grup Anarko pada aplikasi Session bernama A-JKT. Dalam grup itu, BDM berdiskusi soal rencana aksi anarkis saat demo 10 Desember.

“BDM sudah membuat 6 bom molotov yang masih dalam proses produksi. Bom itu rencananya diberikan kepada TSF alias Verdatius alias Vrdts selaku admin grup A-JKT untuk digunakan saat aksi nanti,” jelas Rafles.

Baca Juga :  Pramono Anung Gratiskan TransJakarta, MRT, dan LRT Jelang Tahun Baru 2026

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, saat diperiksa, TSF mengaku tak pernah memesan bom molotov tersebut. TSF bahkan mengklaim telah menghapus aplikasi Session sehari sebelum ditangkap.

“TSF mengaku men-uninstall Session pada 6 Desember 2025 sehingga akunnya tak bisa diakses. Ia juga membantah pernah memesan bom dari BDM,” tegas Rafles.

Polisi kini masih mendalami dugaan jaringan anarko yang diduga hendak memprovokasi massa dan menciptakan kekacauan saat aksi 10 Desember. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mesin Mati di Perlintasan, Mobil Antar Calon Haji Dihantam Kereta, 4 Orang Tewas
Satgas PHK Resmi Jalan, Dasco: Buruh Bisa Laporkan Upah hingga Ancaman PHK
Libur Panjang May Day, Contraflow Tol Jakarta-Cikampek Diperpanjang hingga KM 47–65
Keir Starmer Desak Publik Buka Mata Pasca-Teror Golders Green
AS Bentuk Koalisi Internasional untuk Paksa Buka Selat Hormuz
Review MacBook Pro M5, Laptop Workstation Paling Bertenaga di Tahun 2026
Jerome Powell Bertahan di Dewan Setelah Jabatan Berakhir guna Melawan Tekanan Trump
AS Tuding China Langgar Kedaulatan, Beijing Sebut Trump Munafik

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 18:10 WIB

Mesin Mati di Perlintasan, Mobil Antar Calon Haji Dihantam Kereta, 4 Orang Tewas

Jumat, 1 Mei 2026 - 17:30 WIB

Satgas PHK Resmi Jalan, Dasco: Buruh Bisa Laporkan Upah hingga Ancaman PHK

Jumat, 1 Mei 2026 - 17:15 WIB

Libur Panjang May Day, Contraflow Tol Jakarta-Cikampek Diperpanjang hingga KM 47–65

Jumat, 1 Mei 2026 - 15:19 WIB

Keir Starmer Desak Publik Buka Mata Pasca-Teror Golders Green

Jumat, 1 Mei 2026 - 14:58 WIB

AS Bentuk Koalisi Internasional untuk Paksa Buka Selat Hormuz

Berita Terbaru

Inggris dalam siaga tinggi. PM Keir Starmer menjanjikan tindakan tegas terhadap ekstremisme dan pendanaan keamanan tambahan sebesar £25 juta setelah serangan penikaman brutal yang menargetkan komunitas Yahudi di London Utara. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Keir Starmer Desak Publik Buka Mata Pasca-Teror Golders Green

Jumat, 1 Mei 2026 - 15:19 WIB

Ketegangan di jalur nadi dunia. Amerika Serikat menggalang kekuatan internasional melalui Maritime Freedom Construct (MFC) untuk membuka kembali Selat Hormuz yang tersumbat, sementara harga minyak Brent melonjak hingga USD 126 per barel. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

AS Bentuk Koalisi Internasional untuk Paksa Buka Selat Hormuz

Jumat, 1 Mei 2026 - 14:58 WIB