JAKARTA, POSNEWS.COID – Hati-hati jangan terpancing dengan ajakan pihak-pihak yang ingin berbuat kerusuhan. Polisi bergerak cepat dan menggagalkan rencana rusuh menjelang aksi unjuk rasa 10 Desember 2025.
Tim Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menyita enam bom molotov dari tangan seorang tersangka berinisial BDM, yang ditangkap pada Minggu, 7 Desember 2025.
Kasubdit III Dittipidsiber Polda Metro Jaya AKBP Rafles Marpaung membeberkan bahwa BDM bertindak sebagai pemilik sekaligus admin akun Instagram @bahanpeledak sejak November 2025. Akun itu kerap menyebar narasi teror dan ajakan anarkis.
“BDM memposting foto Wisma DPR disertai ancaman ‘Kita adalah bayang-bayang yang kalian takuti’ dan ‘Wisma lo udah gue teror’. Ancaman itu diposting melalui fitur story akun @bahanpeledak pada 5 Desember 2025,” ungkap Rafles, Senin (8/12/2025).
Rencana Aksi Anarkis Terkuak
Tak hanya itu, penyidik menemukan bahwa BDM aktif di grup Anarko pada aplikasi Session bernama A-JKT. Dalam grup itu, BDM berdiskusi soal rencana aksi anarkis saat demo 10 Desember.
“BDM sudah membuat 6 bom molotov yang masih dalam proses produksi. Bom itu rencananya diberikan kepada TSF alias Verdatius alias Vrdts selaku admin grup A-JKT untuk digunakan saat aksi nanti,” jelas Rafles.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, saat diperiksa, TSF mengaku tak pernah memesan bom molotov tersebut. TSF bahkan mengklaim telah menghapus aplikasi Session sehari sebelum ditangkap.
“TSF mengaku men-uninstall Session pada 6 Desember 2025 sehingga akunnya tak bisa diakses. Ia juga membantah pernah memesan bom dari BDM,” tegas Rafles.
Polisi kini masih mendalami dugaan jaringan anarko yang diduga hendak memprovokasi massa dan menciptakan kekacauan saat aksi 10 Desember. (red)


















