Revolusi Jalur Langit: Jepang Bangun Tol Drone 40.000 Km di Atas Kabel Listrik

Sabtu, 14 Maret 2026 - 18:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Modernisasi militer asimetris. Korea Selatan meluncurkan pengadaan 11.000 drone komersial tahun ini sebagai bagian dari ambisi besar mencetak 500.000 prajurit ahli drone guna memperkuat daya pukul pertahanan nasional. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Modernisasi militer asimetris. Korea Selatan meluncurkan pengadaan 11.000 drone komersial tahun ini sebagai bagian dari ambisi besar mencetak 500.000 prajurit ahli drone guna memperkuat daya pukul pertahanan nasional. Dok: Istimewa.

TOKYO, POSNEWS.CO.ID – Jepang mengambil langkah berani dengan membuka “jalur langit” di atas jaringan kabel listrik yang membentang di seluruh negeri. Kebijakan ini merupakan respon pemerintah dan perusahaan utilitas untuk mencari cara yang lebih aman serta cepat dalam menginspeksi infrastruktur di wilayah pegunungan.

Dalam konteks ini, percepatan pembangunan rute udara ini terjadi di tengah upaya perusahaan listrik dan firma teknologi untuk memodernisasi pekerjaan inspeksi. Oleh karena itu, langkah ini juga berfungsi untuk menjawab tantangan kelangkaan tenaga kerja yang semakin akut di Negeri Sakura tersebut.

Efisiensi Tinggi: Dari Delapan Jam Menjadi Tiga Jam

Target ambisius Jepang adalah memperluas jaringan rute drone ini hingga mencapai 40.000 kilometer pada tahun fiskal 2035. Bahkan, beberapa rute sudah mulai beroperasi untuk memantau dan memeriksa fasilitas transmisi serta distribusi listrik. Salah satu demonstrasi di Chichibu, Prefektur Saitama, menunjukkan efektivitas teknologi ini secara nyata.

Baca Juga :  Jaga Kekhusyukan: Cara Mengatur Screen Time Selama Bulan Suci

Sebagai contoh, metode konvensional memerlukan dua pekerja dan waktu lebih dari delapan jam untuk memeriksa dua menara di area pegunungan. Namun, dengan menggunakan drone, satu operator dapat menyelesaikan tugas yang sama hanya dalam waktu tiga jam dari kaki gunung. Akibatnya, perusahaan dapat menghemat sumber daya manusia dan waktu secara signifikan tanpa mengorbankan kualitas inspeksi.

Mengatasi Kelangkaan Tenaga Kerja dan Risiko Keselamatan

Pekerjaan inspeksi menara listrik selama ini menuntut fisik yang kuat karena pekerja harus mendaki medan terpencil dan memanjat menara secara manual. Oleh sebab itu, sektor utilitas menghadapi masalah besar seiring dengan penuaan populasi Jepang yang mengurangi jumlah tenaga kerja produktif.

“Penggunaan drone menghilangkan kebutuhan orang untuk masuk ke hutan dan pegunungan,” ujar Shuhei Amano dari TEPCO Power Grid Inc. Lebih lanjut, drone menawarkan keunggulan yang tidak dimiliki helikopter atau pesawat terbang biasa. Drone mampu mendekati kabel dengan presisi tinggi tanpa risiko tabrakan yang fatal, sehingga meningkatkan standar keselamatan kerja secara keseluruhan.

Baca Juga :  Superfood Lokal: Nutrisi Mewah dalam Pangan Tradisional

Perluasan Jaringan dan Masa Depan Logistik

Pengembangan rute ini tidak hanya berhenti di atas kabel listrik. Secara simultan, pemerintah juga menyetujui rute drone di atas sungai-sungai besar, seperti Sungai Tenryu di Prefektur Shizuoka, untuk pemantauan aliran air. Selanjutnya, otoritas berencana mengembangkan rute serupa di seluruh sungai kelas satu di Jepang guna mitigasi bencana.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Grid Sky Way LLP, perusahaan yang menangani pengembangan sistem ini, juga mempertimbangkan penggunaan jalur langit untuk sektor logistik dan tanggap darurat bencana di masa depan. CEO Grid Sky Way, Koichi Adachi, menegaskan bahwa drone memiliki potensi besar untuk menyelesaikan berbagai masalah sosial. Pada akhirnya, keberhasilan jalur langit ini akan bergantung pada seberapa luas pelaku bisnis dapat memanfaatkan rute yang telah terbangun tersebut.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Aliansi Seoul-Washington: Komandan Militer AS Protes Dugaan Kebocoran Data Nuklir Korut
Kepentingan Bisnis di Atas Segalanya: Ceko Tolak Fasilitas Negara untuk Misi ke Taiwan
Gas Bocor Berujung Petaka, Ledakan Dahsyat Lukai Satu Keluarga di Pandeglang
Pulang Malam Berujung Maut, Dua Pelajar Diserang Air Keras di Bogor
Skandal Saham HYBE: Polisi Seoul Incar Penangkapan Bang Si-Hyuk atas Dugaan Penipuan $136 Juta
Pemerintah Incar Saham dan Dana $16 Juta Milik Jimmy Lai
Bareskrim Bongkar Jaringan Sabu Makassar, 5 Kg Disita, Pasutri Jadi Kurir dan Pengedar
Sikat Sabu Setengah Ton, Tim Narkoba Polda Metro Jaya Diguyur Pin Emas Kapolri

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 17:38 WIB

Aliansi Seoul-Washington: Komandan Militer AS Protes Dugaan Kebocoran Data Nuklir Korut

Rabu, 22 April 2026 - 16:27 WIB

Kepentingan Bisnis di Atas Segalanya: Ceko Tolak Fasilitas Negara untuk Misi ke Taiwan

Rabu, 22 April 2026 - 15:52 WIB

Gas Bocor Berujung Petaka, Ledakan Dahsyat Lukai Satu Keluarga di Pandeglang

Rabu, 22 April 2026 - 15:34 WIB

Pulang Malam Berujung Maut, Dua Pelajar Diserang Air Keras di Bogor

Rabu, 22 April 2026 - 15:22 WIB

Skandal Saham HYBE: Polisi Seoul Incar Penangkapan Bang Si-Hyuk atas Dugaan Penipuan $136 Juta

Berita Terbaru