Ribuan Warga India Protes Kebijakan Penghapusan Daftar Pemilih

Rabu, 4 November 2026 - 06:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ribuan warga dan politisi oposisi India menggelar protes di Delhi menuntut pengunduran diri Ketua KPU India atas penghapusan 130 juta daftar pemilih. Dok: Istimewa.

Ribuan warga dan politisi oposisi India menggelar protes di Delhi menuntut pengunduran diri Ketua KPU India atas penghapusan 130 juta daftar pemilih. Dok: Istimewa.

POSNEWS.CO.ID, DELHI – Ribuan orang berdemonstrasi di Delhi pada hari Minggu.

Mereka menuntut pengunduran diri Kepala Pemilihan Umum India.

Tuntutan ini berkaitan dengan kebijakan revisi daftar pemilih nasional.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemimpin oposisi Partai Kongres Rahul Gandhi memimpin aksi protes tersebut.

Para demonstran menyebut revisi itu menguntungkan Partai Bharatiya Janata.

Partai tersebut merupakan kelompok nasionalis Hindu pimpinan Narendra Modi.

Gelombang protes ini menciptakan krisis paling buruk bagi pemerintahan Modi.

Meskipun demikian, kabinet pemerintahan Modi masih bertahan dengan stabil.

Pemerintah baru akan menyelenggarakan pemilihan umum berikutnya pada tahun 2029.

Pengamanan Ketat Pasukan Antihuru-hara Di Lapangan Ramlila

Pihak berwenang memperketat keamanan sebelum pengunjuk rasa memulai pawai massal.

Ratusan personel keamanan membawa tongkat dan perisai mengamankan lokasi.

Baca Juga :  Zelenskyy Tuding Rusia Langgar Janji ke Trump

Kendaraan antihuru-hara juga mendampingi pasukan keamanan di lapangan Ramlila Maidan.

Sementara itu, pemimpin partai oposisi memimpin pawai menaiki jip tanpa atap.

Rahul Gandhi berorasi meminta Komisaris Pemilihan Umum Gyanesh Kumar mundur.

Gandhi menyebut pembersihan daftar pemilih sebagai bentuk pencurian suara rakyat.

Bahkan, ia menganggap tindakan tersebut sebagai bentuk pengkhianatan terhadap negara.

Revisi daftar pemilih menghapus lebih dari 130 juta nama warga.

Jumlah tersebut melebihi total keseluruhan populasi negara Jepang.

Respons Komisi Pemilihan Umum Dan Kesaksian Warga

Partai oposisi menuding penghapusan ini menyasar pemilih Muslim dan minoritas.

Komisi Pemilihan Umum membantah tuduhan keberpihakan terhadap partai mana pun.

Mereka bertujuan memperbarui daftar serta menghapus pemilih ganda dan fiktif.

Oleh karena itu, warga korban penghapusan dapat melakukan pendaftaran ulang segera.

Baca Juga :  Xi Jinping dan Keir Starmer Bertemu di Beijing: Akhiri 8 Tahun Kebekuan

Partai BJP menuduh oposisi berusaha merusak proses demokrasi yang sah.

Seorang mahasiswa bernama Reena Mahto turut menghadiri aksi protes tersebut.

Ia mendapati nama empat anggota keluarganya hilang dari daftar pemilih.

Seorang warga lain bernama Dinesh Singh juga bergabung demi masa depan anak-anaknya.

Tuduhan Konspirasi Pemerintah Dan Latar Belakang Demonstrasi

Namun demikian, Menteri Kesehatan Jagat Prakash Nadda menyebut protes ini drama.

Nadda menganggap demonstrasi tersebut sebagai konspirasi untuk memicu anarki nasional.

Kelompok oposisi dan mahasiswa telah menggelar protes rutin sejak bulan September.

Surat kabar Indian Express sebelumnya menerbitkan laporan mengenai kejanggalan revisi ini.

Dengan demikian, laporan tersebut memicu kemarahan publik atas prosedur pendaftaran pemilih.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PM Kanada Dan Presiden AS Bahas Kesepakatan Perdagangan
Polisi Israel Bebaskan Tersangka Suap Pemilih, Upaya Likud
Politisi Jerman Kecam Kerusuhan Demonstrasi Pemuda
UEA Berharap Mediasi Qatar Berhasil Mencegah Konflik
167 Warga Sipil Berhasil Dievakuasi dari Oleshky Kherson
Penembakan Guncang Hiburan Malam AS Saat Halloween
Gedung Putih Siapkan Perintah Eksekutif dan Pertahanan Hukum
Jelang Pemilu Sela: Partai Republik Raih Dukungan di Michigan

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 06:25 WIB

Ribuan Warga India Protes Kebijakan Penghapusan Daftar Pemilih

Selasa, 3 November 2026 - 14:21 WIB

PM Kanada Dan Presiden AS Bahas Kesepakatan Perdagangan

Selasa, 3 November 2026 - 13:11 WIB

Polisi Israel Bebaskan Tersangka Suap Pemilih, Upaya Likud

Selasa, 3 November 2026 - 12:04 WIB

Politisi Jerman Kecam Kerusuhan Demonstrasi Pemuda

Selasa, 3 November 2026 - 11:08 WIB

UEA Berharap Mediasi Qatar Berhasil Mencegah Konflik

Berita Terbaru

ATTACK SHARK merilis headset gaming nirkabel X60 dengan dock pengisi daya magnetis dan USB hub. Ketahui spesifikasi audio dan jadwal peluncurannya. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

ATTACK SHARK Rilis Perangkat Dengar Bermain X60

Rabu, 4 Nov 2026 - 07:06 WIB