LEEDS, POSNEWS.CO.ID – Awan mendung menyelimuti ruang ganti Liverpool. Bukan karena hasil imbang 3-3 melawan Leeds United, melainkan karena ledakan amarah dari bintang utama mereka, Mohamed Salah.
Pemain asal Mesir itu akhirnya buka suara dengan nada tinggi. Ia menuduh Liverpool telah menjadikannya kambing hitam atas performa buruk tim musim ini.
Salah merasa pihak klub sengaja “melemparnya ke bawah bus” (threw him under the bus). Pemicunya, manajer Arne Slot kembali mencadangkannya selama 90 menit penuh di Elland Road. Tercatat, ini adalah kali ketiga secara beruntun Salah tersingkir dari starting lineup.
“Mereka Ingin Menyalahkan Saya”
Salah tidak menahan diri dalam wawancara pasca-laga. “Saya tidak percaya saya duduk di bangku cadangan selama 90 menit,” ujarnya dengan kecewa berat.
Menurutnya, ada skenario yang menyudutkan posisinya. “Rasanya klub telah melempar saya ke bawah bus. Jelas sekali, seseorang ingin menimpakan semua kesalahan kepada saya,” tuduh Salah tanpa menyebut nama spesifik.
Sang penyerang merasa sakit hati karena loyalitasnya seolah tak berharga. Padahal, ia baru saja menyepakati perpanjangan kontrak dua tahun pada musim semi lalu.
Hubungan dengan Manajer Putus
Konflik ini membuka tabir keretakan hubungan antara Salah dan manajer. Dulu, Salah sering mengatakan hubungannya dengan sang pelatih baik-baik saja.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kini, realitas berkata lain. “Tiba-tiba, kami tidak punya hubungan apa pun,” ungkap Salah blak-blakan. Ia merasa ada sentimen pribadi yang membuatnya tersingkir dari skuad utama.
Salah juga membandingkan nasibnya dengan Harry Kane. Pasalnya, saat Kane puasa gol, media tetap mendukungnya. Sebaliknya, saat Salah performanya menurun sedikit, semua pihak langsung menuntutnya duduk di bangku cadangan.
Laga Terakhir Lawan Brighton?
Pernyataan paling mengejutkan muncul terkait masa depannya. Salah memberikan isyarat kuat bahwa ia mungkin akan meninggalkan Anfield pada bursa transfer Januari.
Ia menyebut laga kandang melawan Brighton pekan depan bisa menjadi momen perpisahan. Setelah itu, ia akan terbang membela Mesir di Piala Afrika.
“Kemarin saya bilang ke ibu saya: ‘Datanglah ke pertandingan Brighton. Saya akan menikmati pertandingan itu karena saya tidak tahu apa yang akan terjadi sekarang’,” tuturnya emosional.
Bahkan, saat wartawan bertanya apakah itu akan menjadi laga terakhirnya untuk Liverpool, Salah menjawab dengan dingin. “Di sepak bola, Anda tidak pernah tahu. Saya tidak menerima situasi ini.”
Pada akhirnya, Liverpool kini berada di ambang krisis besar. Mereka berpotensi kehilangan mesin gol terbaiknya di tengah musim yang sulit. Drama ini tampaknya akan terus memanas hingga jendela transfer dibuka.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia
Sumber Berita: The Guardian





















