SBY Bunyi Alarm Perang Dunia Ketiga, Dunia Disebut di Ambang Bencana Global

Senin, 19 Januari 2026 - 16:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SBY menyampaikan dukungan kepada Presiden Prabowo Subianto dalam forum dialog ekonomi di Museum SBY–ANI Pacitan. (Posnews/Ist)

SBY menyampaikan dukungan kepada Presiden Prabowo Subianto dalam forum dialog ekonomi di Museum SBY–ANI Pacitan. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membunyikan alarm bahaya. Ia menilai dunia saat ini berada di tepi jurang Perang Dunia Ketiga akibat geopolitik global yang semakin panas dan tak terkendali.

Melalui akun X @SBYudhoyono, Senin (19/1/2026), SBY mengaku cemas dan khawatir melihat arah dunia dalam tiga tahun terakhir.

“Terus terang saya khawatir. Saya cemas sesuatu yang buruk akan terjadi. Bahkan prahara besar, termasuk Perang Dunia Ketiga,” tulis SBY.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

SBY menegaskan, perang dunia bukan isapan jempol. Menurutnya, peluang itu sangat nyata, meski masih bisa dicegah jika dunia bergerak cepat.

“Perang Dunia Ketiga sangat mungkin terjadi. Tapi ruang dan waktu untuk mencegahnya semakin sempit, hari demi hari,” tegas Presiden ke-6 RI itu.

Baca Juga :  Patroli Humanis Satgas Damai Cartenz Sentuh Warga Kampung Apom Papua Pegunungan

Ia lalu menarik paralel sejarah. Situasi global saat ini, kata SBY, mirip dengan kondisi dunia menjelang Perang Dunia I dan II—ketika dunia gagal membaca tanda-tanda bencana.

SBY menyoroti lahirnya pemimpin-pemimpin kuat yang haus konflik, terbentuknya blok-blok negara yang saling berhadapan, serta perlombaan senjata besar-besaran, termasuk kesiapan ekonomi perang.

“Geopolitik benar-benar panas. Tapi sejarah menunjukkan, peringatan sering diabaikan sampai perang benar-benar meledak,” ujarnya.

Lebih keras lagi, SBY menyebut pembiaran global sebagai biang keladi kehancuran dunia.

“Bukan hanya karena orang jahat. Dunia hancur karena orang-orang baik memilih diam,” sentilnya, mengutip esensi pemikiran Edmund Burke dan Albert Einstein.

Melibatkan Senjata Nuklir

SBY pun menggambarkan skenario mengerikan jika perang dunia benar-benar pecah, apalagi melibatkan senjata nuklir.

“Studi menyebut korban jiwa bisa lebih dari 5 miliar manusia. Tak ada peradaban yang tersisa. Harapan umat manusia musnah,” ungkapnya.

Baca Juga :  Demokrat Siap Polisikan Pemilik Akun TikTok Penuding SBY Dalang Isu Ijazah Jokowi

Meski mengaku terus berdoa, SBY menegaskan doa saja tidak cukup.

“Sekalipun 8,3 miliar manusia berdoa, Tuhan tidak akan mengabulkan jika manusia tidak bertindak menyelamatkan dunianya,” katanya tegas.

Karena itu, SBY menekan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) agar tidak tinggal diam. Ia mendesak digelarnya Sidang Umum Darurat PBB yang menghadirkan para pemimpin dunia.

“Saya tahu PBB saat ini lemah. Tapi jangan sampai sejarah mencatat PBB melakukan pembiaran dan ‘doing nothing’,” ujarnya.

Menutup pernyataannya, SBY mengakui seruan itu mungkin diabaikan. Namun ia berharap dunia tersentak sebelum terlambat.

“Mungkin seperti berseru di padang pasir. Tapi bisa juga menjadi awal kesadaran untuk menyelamatkan dunia yang kita cintai,” pungkas SBY. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Donald Trump Kecam Komite Nobel dan Norwegia
Gencatan Senjata Gaza: Serangan Israel Masih Berlangsung
Presiden Taiwan Lai Ching-te Tegaskan Komitmen Perdamaian
JD Vance Ragukan Pentagon Menyiarkan Eksekusi Nidal Hasan
Jaksa AS Mengajukan Dakwaan Baru Terhadap Nicolas Maduro
Zelenskyy Mengecam Amerika Serikat Pascaserangan Rudal Rusia
Warga Amerika Serikat Menghadapi Risiko Kehilangan Akses Obat
Kelompok Houthi Menyerang Bandara Riyadh

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 23:17 WIB

Donald Trump Kecam Komite Nobel dan Norwegia

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 22:30 WIB

Gencatan Senjata Gaza: Serangan Israel Masih Berlangsung

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 22:07 WIB

Presiden Taiwan Lai Ching-te Tegaskan Komitmen Perdamaian

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:07 WIB

JD Vance Ragukan Pentagon Menyiarkan Eksekusi Nidal Hasan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Jaksa AS Mengajukan Dakwaan Baru Terhadap Nicolas Maduro

Berita Terbaru

Donald Trump mengecam keras Norwegia dan Komite Nobel usai gagal meraih Hadiah Nobel Perdamaian. Simak laporan lengkapnya. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Donald Trump Kecam Komite Nobel dan Norwegia

Sabtu, 10 Okt 2026 - 23:17 WIB

Setahun pasca gencatan senjata Gaza pimpinan Donald Trump, serangan militer Israel tetap berlanjut dan rekonstruksi mangkrak. Simak laporan lengkapnya. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Gencatan Senjata Gaza: Serangan Israel Masih Berlangsung

Sabtu, 10 Okt 2026 - 22:30 WIB

Presiden Taiwan Lai Ching-te menegaskan komitmen menjaga kebebasan dan memperkuat pertahanan nasional dalam pidato Hari Nasional. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Presiden Taiwan Lai Ching-te Tegaskan Komitmen Perdamaian

Sabtu, 10 Okt 2026 - 22:07 WIB