LONDON, POSNEWS.CO.ID – Gagasan mengenai komunikasi elektrik ternyata telah muncul jauh sebelum era digital dimulai. Eksperimen ini berawal pada tahun 1746 saat sekitar 200 biarawan di sebuah biara di Paris berbaris sepanjang satu mil. Masing-masing biarawan memegang ujung kawat besi sepanjang 25 kaki.
Seorang biarawan yang juga merupakan ilmuwan kemudian melepaskan muatan listrik dari baterai primitif ke kawat tersebut. Seketika, seluruh biarawan merasakan sengatan listrik secara bersamaan. Tom Standage, penulis The Victorian Internet, menjelaskan bahwa kejadian ini sangat penting. Sengatan tersebut membuktikan bahwa sinyal dapat terkirim melalui kabel dengan kecepatan yang sangat tinggi.
Evolusi Kode: Dari Dial Rumit ke Kode Morse
Kebutuhan akan sistem persinyalan menjadi mendesak seiring terjadinya perang di Eropa dan ekspansi koloni. Awalnya, William Cooke dan Charles Wheatstone dari Inggris mengusulkan sistem dial yang menunjuk pada huruf-huruf tertentu. Namun, sistem ini memerlukan lima kawat sehingga pembangunannya sangat mahal.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Seorang warga Amerika, Samuel Morse, kemudian menciptakan solusi yang jauh lebih sederhana. Sistem Morse hanya membutuhkan satu kawat untuk mengirimkan kode berupa titik dan garis. Meskipun awalnya dianggap sulit, banyak orang segera menjadi mahir menggunakan kode Morse. Oleh karena itu, tiang-tiang telegraf mulai menyebar luas di seluruh Eropa dan Amerika.
Menaklukkan Samudera: Tantangan Kabel Bawah Laut
Tantangan berikutnya adalah menyeberangi lautan. Inggris memimpin upaya ini untuk menghubungkan wilayah imperiumnya. Terobosan besar muncul melalui penemuan gutta-percha, sejenis getah lateks dari semenanjung Malaya yang berfungsi sebagai isolator kabel.
Percobaan kabel lintas Atlantik pertama terjadi pada tahun 1858. Kapal-kapal harus berlayar ke tengah samudera untuk menyambungkan kabel tersebut. Ratu Victoria berhasil mengirimkan pesan telegraf kepada Presiden Amerika Serikat, James Buchanan. Namun, pengiriman pesan 98 kata tersebut membutuhkan waktu lebih dari 19 jam. Kegagalan teknis akibat tegangan tinggi bahkan membuat saluran tersebut mati hanya dalam seminggu.
Perjuangan di Jantung Australia
Pada tahun 1870, pembangunan kabel bawah laut mulai mengarah ke Australia. Proyek ini jauh lebih ambisius daripada menyeberangi samudera. Para pekerja harus membawa ribuan domba, kuda, dan unta untuk menyediakan makanan dan transportasi di pedalaman Australia yang gersang.
Tim konstruksi menghadapi hujan tropis di utara dan ancaman kehausan di pusat benua. Mereka harus membangun stasiun pengulang (repeater) setiap beberapa ratus mil guna memperkuat sinyal. Selain itu, pekerja menggunakan 40.000 tiang telegraf yang sebagian besar terbuat dari baja karena rayap sering memakan tiang kayu.
Dunia yang Tidak Lagi Sama
Jalur telegraf darat akhirnya selesai pada 22 Agustus 1872. Dalam beberapa bulan, Australia berhasil terhubung langsung dengan Inggris melalui kabel bawah laut. Jalur ini tetap beroperasi hingga tahun 1942 untuk membawa kabar serangan Jepang di Darwin.
Singkatnya, telegraf telah mengubah wajah peradaban. Pemerintah dapat berkomunikasi langsung dengan koloni mereka. Pedagang dapat mengirimkan kargo berdasarkan harga terbaru di pasar. Dengan demikian, surat kabar tidak lagi mempublikasikan berita yang sudah basi, melainkan kejadian yang baru saja terjadi di belahan dunia lain.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia












