Sekolah Yayasan Baitul Akbar Parabek Bertahan Meski Minim Dukungan Pemerintah

Rabu, 24 September 2025 - 07:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kegiatan siswa Yayasan Baitul Akbar Parabek Serpong saat belajar di kelas sederhana. Dok: Posnews

Kegiatan siswa Yayasan Baitul Akbar Parabek Serpong saat belajar di kelas sederhana. Dok: Posnews

TANGERANG, POSNEWS.CO.ID – Yayasan Baitul Akbar Parabek di Serpong, Tangerang Selatan, terus berjuang membangun pendidikan dari nol. Sejak berdiri pada 1996, sekolah ini berjalan dengan dana terbatas dan nyaris tanpa perhatian serius dari pemerintah.

Yayasan ini berakar dari sejarah panjang Pesantren Sumatera Thawalib Parabek di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, yang berdiri pada 1910.

Ulama besar Syekh Ibrahim Musa, kakek dari pendiri yayasan, mendirikan pesantren tersebut dan melahirkan tokoh bangsa seperti Buya Hamka serta Wapres RI ke-3, Adam Malik.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sumarni Bakar Rela Bangun Jalan

Berlandaskan sejarah itu, Hj. Sumarni Bakar membeli sebidang tanah di Lengkong Gudang Timur untuk mendirikan sekolah. Bahkan, ia rela membangun jalan selebar 4 meter sepanjang 300 meter agar akses menuju sekolah terbuka.

Awalnya, yayasan ini hanya membuka RA/TK. Namun, atas kerja keras dan desakan warga, berdirilah SD pada 2016. Sayangnya, perjalanan SD tersebut sempat terganggu karena konflik internal dengan mitra.

Baca Juga :  Thailand Dorong Normalisasi Hubungan Myanmar dengan ASEAN

Baru pada 2020, yayasan mengambil alih penuh dan meresmikannya kembali bersama Wakil Wali Kota Tangsel saat itu, H. Pilar Saga Ichsan.

Tak berhenti di sana, atas usulan warga, yayasan mencoba mendirikan SMP IT Darul Ilmi. Semua persyaratan sudah dipenuhi, bahkan hasil survei dari Diknas menyarankan agar sekolah tetap berjalan sambil menunggu izin.

Sayangnya, alih-alih dimudahkan, izin yang dijanjikan selesai dalam 39 hari justru ditolak tanpa alasan jelas pada April 2025.

“Kalau bisa dipersulit, kenapa harus dipermudah. Itulah anekdot pahit yang kami alami,” ujar Ketua Yayasan H. Yurneli, SE, dengan nada getir.

Gedung SMP IT Darul Ilmi Yayasan Baitul Akbar Parabek di Serpong, Tangerang Selatan
Yayasan Baitul Akbar Parabek di Serpong berdiri sejak 1996 dengan perjuangan keras.

Polisi dan Pemda Turun Tangan

Situasi ini memaksa pihak yayasan meminta bantuan ke aparat kepolisian. Dukungan datang dari Bapak Kapolda Metro Jaya, Kapolres Tangsel dan Walikota Tangsel, yang turun tangan membantu proses perizinan. Hasilnya, izin operasional SMP IT Darul Ilmi akhirnya resmi terbit pada Agustus 2025.

Baca Juga :  Sejarah Pengukuran Kecerdasan: Dari Alat Diagnostik Alfred Binet hingga Lahirnya Skor IQ

“Kami sangat berterima kasih atas bantuan moril dan materil. Anak-anak kurang mampu akhirnya punya harapan masa depan lebih baik,” ungkap Yurneli.

Harapan untuk Perhatian Pemerintah

Kini, SMP tersebut sudah bisa beroperasi. Namun, fakta bahwa sebuah lembaga pendidikan harus berjuang keras melawan birokrasi untuk sekadar mendapat izin, menunjukkan betapa sekolah swasta rakyat kecil sering dikesampingkan.

“Semua berdiri dari keringat dan semangat masyarakat. Harapan kami, pemerintah lebih peduli dan tidak mempersulit untuk mencerdaskan anak bangsa,” tutup Yurneli. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pramono Anung Soroti Pembuangan Sampah Ilegal, Hotel dan Restoran Ikut Diawasi
BMKG: Bogor dan Depok Berpotensi Hujan Ringan, Jakarta Cerah Berawan Hari Ini
Pramono: Pagar Besi Tinggi di Pusat Perbelanjaan Beri Citra Buruk bagi Jakarta
Cuaca Jabodetabek 1 Agustus 2026: Bekasi Terpanas, Bogor Paling Sejuk
Pemprov DKI Tetapkan Tarif Transjakarta Blok M–Bandara Soetta Rp15.000
Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas, Polisi Imbau Warga Hindari Kawasan Monas
SUTET Priok–Muara Tawar Dipercepat, PLN Salurkan Kompensasi Warga di Cilincing
Cuaca Jabodetabek Jumat Ini, Jakarta Cerah dan Bekasi-Bogor Hujan Ringan

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 07:04 WIB

Pramono Anung Soroti Pembuangan Sampah Ilegal, Hotel dan Restoran Ikut Diawasi

Minggu, 2 Agustus 2026 - 06:36 WIB

BMKG: Bogor dan Depok Berpotensi Hujan Ringan, Jakarta Cerah Berawan Hari Ini

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 11:32 WIB

Pramono: Pagar Besi Tinggi di Pusat Perbelanjaan Beri Citra Buruk bagi Jakarta

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 07:43 WIB

Cuaca Jabodetabek 1 Agustus 2026: Bekasi Terpanas, Bogor Paling Sejuk

Jumat, 31 Juli 2026 - 16:48 WIB

Pemprov DKI Tetapkan Tarif Transjakarta Blok M–Bandara Soetta Rp15.000

Berita Terbaru

Pembelaan aturan digital anak. Pemerintah Australia mempertahankan kebijakan larangan media sosial anak di bawah 16 tahun meskipun delapan dari ten remaja masih aktif menggunakannya. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Pemerintah Australia Bela Aturan di Tengah Pelanggaran

Minggu, 2 Agu 2026 - 07:00 WIB