Mata Uang Yen Melesat Tajam Sentuh Level 157 Per Dolar

Minggu, 2 Agustus 2026 - 06:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Langkah taktis dua raksasa ekonomi. Intervensi gabungan otoritas keuangan Jepang dan Amerika Serikat mendongkrak nilai tukar yen hingga level 157 per dolar AS. Dok: Istimewa.

Langkah taktis dua raksasa ekonomi. Intervensi gabungan otoritas keuangan Jepang dan Amerika Serikat mendongkrak nilai tukar yen hingga level 157 per dolar AS. Dok: Istimewa.

NEW YORK, POSNEWS.CO.ID – Mata uang yen Jepang melesat tajam di bursa New York hari Jumat.

Intervensi Pasar Gabungan Jepang dan Amerika Serikat

Otoritas keuangan Jepang dan AS menggelar intervensi pasar secara serentak.

Pihak berwenang memborong yen dan menjual dolar AS dalam jumlah raksasa.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Langkah taktis ini mendongkrak nilai tukar yen hingga level 157,24 per dolar.

Baca Juga :  Diplomasi Omotenashi 2.0: Cara Unik Sanae Takaichi Taklukkan Hati Pemimpin Dunia

Capaian ini mengukir rekor tertinggi yen sejak pertengahan Mei lalu.

Pasar mencatat aksi gabungan pertama kedua negara dalam 30 tahun terakhir.

Bocoran Catatan Rahasia Scott Bessent

Fotografer Reuters mengabadikan foto menarik saat rapat kabinet Presiden Donald Trump.

Foto tersebut menampilkan lembar catatan milik Menteri Keuangan AS Scott Bessent.

Bessent menulis instruksi khusus memborong yen senilai 5 hingga 10 miliar dolar AS.

Bank Sentral New York menjual mata uang euro demi membeli yen.

Baca Juga :  Perang Thailand-Kamboja Membara: 53 Warga Sipil Tewas

Bessent menegaskan bahwa nilai mata uang yen saat ini sangat murah.

Sikap Tegas Menteri Keuangan Satsuki Katayama

Otoritas Jepang melakukan intervensi pasar secara beruntun sejak hari Kamis.

Pemerintah Jepang berhasil menguatkan yen hampir 5 poin dari posisi terendah.

Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama menolak merinci detail intervensi tersebut.

Namun Katayama memastikan bahwa pemerintah terus mengawasi pasar secara ketat.

Kini pasar uang dunia mencermati pergerakan lanjutan mata uang yen.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemerintah Inggris Gandakan Waktu Tunggu Izin Tinggal
Donald Trump Fokus Renovasi Kolam Menjelang Pemilu
Mahkamah Agung AS Menolak Gugatan Pemerintah Trump
Korea Utara Bantah Tuduhan Amerika Serikat Terkait Pencurian
Presiden Pengadilan Internasional Merespons Sanksi
Ribuan Warga India Protes Kebijakan Penghapusan Daftar Pemilih
PM Kanada Dan Presiden AS Bahas Kesepakatan Perdagangan
Polisi Israel Bebaskan Tersangka Suap Pemilih, Upaya Likud

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 14:52 WIB

Donald Trump Fokus Renovasi Kolam Menjelang Pemilu

Kamis, 5 November 2026 - 13:49 WIB

Mahkamah Agung AS Menolak Gugatan Pemerintah Trump

Kamis, 5 November 2026 - 13:41 WIB

Korea Utara Bantah Tuduhan Amerika Serikat Terkait Pencurian

Kamis, 5 November 2026 - 10:38 WIB

Presiden Pengadilan Internasional Merespons Sanksi

Rabu, 4 November 2026 - 06:25 WIB

Ribuan Warga India Protes Kebijakan Penghapusan Daftar Pemilih

Berita Terbaru

Ilustrasi, Penyadapan. (Magnific)

NASIONAL

Viral 64 Nama Diduga Disadap, Benarkah Sudah Terverifikasi?

Kamis, 5 Nov 2026 - 17:23 WIB

Petugas gabungan melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan menggunakan helikopter water bombing.

NASIONAL

1.468 Titik Panas Karhutla, Kalteng Paling Mengkhawatirkan

Kamis, 5 Nov 2026 - 17:04 WIB

Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman. (Posnews/Gerindra)

NASIONAL

DPR Dorong RUU Penyadapan, Privasi Warga Jadi Sorotan

Kamis, 5 Nov 2026 - 16:55 WIB

Kapolri Suyudi Ario Seto bersama Ketua Komisi Yudisial Abdul Chair Ramadhan membahas pengamanan hakim dan pengadilan. (Posnews/Humas Polri)

NASIONAL

Komisi Yudisial dan Polri Bahas Polisi Khusus Pengadilan

Kamis, 5 Nov 2026 - 16:44 WIB

PP Polri mendukung Kapolri Suyudi menangani kasus dugaan penyadapan Presiden Prabowo yang menyeret mantan Kapolri Listyo Sigit dan dua pejabat Polri. (Posnews/Humas Polri)

NASIONAL

Purnawirawan Polri Dukung Kapolri di Tengah Kasus Penyadapan

Kamis, 5 Nov 2026 - 16:13 WIB