Sound Horeg: Budaya Karnaval Jalanan yang Menggetarkan

Selasa, 23 Desember 2025 - 09:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Kaca pecah, atap runtuh, tapi ribuan warga joget? Selamat datang di dunia

Ilustrasi, Kaca pecah, atap runtuh, tapi ribuan warga joget? Selamat datang di dunia "Sound Horeg". Dok: Istimewa.

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Pernahkah Anda merasakan dada bergetar hebat saat berdiri di pinggir jalan desa? Jika belum, cobalah berkunjung ke Jawa Timur saat musim karnaval tiba.

Anda akan menemukan pemandangan yang surealis. Truk-truk besar melintas pelan dengan muatan dinding speaker yang menjulang tinggi hingga menyentuh kabel listrik.

Masyarakat setempat menyebut fenomena ini sebagai “Sound Horeg”. Kata “horeg” sendiri berarti bergetar dalam Bahasa Jawa. Seketika, nama-nama besar seperti Brewog Audio atau Riswanda menjadi selebritas baru yang dipuja jutaan pengikut di media sosial.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Miliaran Rupiah Demi Desibel

Jangan remehkan hobi ini sebagai mainan kampung biasa. Pemilik sound system rela merogoh kocek sangat dalam demi gengsi. Faktanya, satu set perangkat audio kelas “sultan” bisa menelan biaya hingga miliaran rupiah.

Baca Juga :  60.000 Orang Super Kaya Kuasai Kekayaan Setara Separuh Penduduk Bumi

Mereka mengimpor komponen terbaik dari luar negeri. Selain itu, mereka memodifikasi truk pengangkut secara ekstrem. Sasis truk harus mereka perkuat agar mampu menopang beban generator listrik raksasa dan ratusan box speaker yang berat.

Kompetisi ini bukan lagi soal siapa yang suaranya paling jernih. Sebaliknya, ini adalah adu kekuatan soal siapa yang paling kencang desibelnya dan siapa yang bisa membuat tanah bergetar paling kuat.

Kaca Pecah vs Hiburan Murah

Namun, getaran dahsyat ini memicu perdebatan sosial yang sengit. Kita sering melihat video viral yang memperlihatkan dampak destruktif dari hobi ini.

Kaca rumah warga pecah berantakan. Bahkan, genteng dan plafon rumah rontok akibat hantaman gelombang suara frekuensi rendah (bass) yang brutal. Tentu saja, sebagian masyarakat merasa terganggu ketertibannya.

Akan tetapi, ribuan warga lain justru menyambutnya dengan sukacita. Bagi mereka, karnaval Horeg adalah hiburan rakyat yang murah meriah dan membebaskan. Mereka berjoget di jalanan, melupakan sejenak himpitan ekonomi yang mencekik.

Baca Juga :  Surat Terbuka - Desak Gubernur Dedi Mulyadi Tutup dan Bongkar Sekolah Ilegal di Bogor

Ekonomi Desa yang Berputar Kencang

Kita tidak bisa menutup mata pada dampak ekonominya. Perputaran uang di desa melonjak tajam saat musim “horeg” atau hajatan besar tiba.

Pedagang kaki lima, penyewaan tenda, hingga tukang parkir mendulang rezeki nomplok dari ribuan penonton yang datang. Bahkan, industri perakitan sound system lokal menyerap banyak tenaga kerja muda. Ekosistem ini menghidupi banyak keluarga di pedesaan yang minim lapangan kerja formal.

Benturan Budaya dan Kenyamanan

Pada akhirnya, Sound Horeg adalah manifestasi unik dari subkultur pedesaan modern. Masyarakat desa ingin menunjukkan eksistensi diri mereka lewat teknologi dan suara yang lantang.

Meskipun demikian, benturan dengan standar kenyamanan publik tetap harus kita selesaikan. Pemerintah perlu hadir menengahi dengan regulasi yang adil.

Pesta rakyat harus tetap berjalan. Tetapi, euforia itu tidak boleh merugikan hak orang lain untuk merasa aman di dalam rumahnya sendiri.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lingling Kwong Jadi Wanita Tercantik Dunia 2026, Raih 22 Juta Suara
Haji Bolot Comeback, Jantung Pulih Panggung Kembali
Jatuh di Lubang yang Sama, Revaldo Kembali Diamankan Kasus Narkoba
Tom Holland Tahu Jadwal Debut Miles Morales di MCU
Disney+ Merilis Lini Konten Agustus 2026 Mulai Pokemon
Adaptasi Game Raksasa: A24 Selesaikan Syuting Film Elden Ring
Spider-Man Brand New Day Siap Sapu Bersih Bioskop
Babak Baru Semesta Family Guy: Serial Spin-off

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 07:06 WIB

Lingling Kwong Jadi Wanita Tercantik Dunia 2026, Raih 22 Juta Suara

Minggu, 30 Agustus 2026 - 06:46 WIB

Haji Bolot Comeback, Jantung Pulih Panggung Kembali

Selasa, 25 Agustus 2026 - 18:58 WIB

Jatuh di Lubang yang Sama, Revaldo Kembali Diamankan Kasus Narkoba

Selasa, 4 Agustus 2026 - 10:00 WIB

Tom Holland Tahu Jadwal Debut Miles Morales di MCU

Minggu, 2 Agustus 2026 - 11:00 WIB

Disney+ Merilis Lini Konten Agustus 2026 Mulai Pokemon

Berita Terbaru