Suap Proyek RSUD Kolaka Timur, KPK Tahan 3 Tersangka Baru – Skandal Makin Melebar

Senin, 24 November 2025 - 20:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung Merah Putih KPK di Jakarta. (Posnews/Ist)

Gedung Merah Putih KPK di Jakarta. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus membongkar skandal suap proyek pembangunan RSUD Kolaka Timur. Banyak yang sudah terseret membuat kasusnya smakin panas.

KPK resmi menahan tiga tersangka baru setelah penyidik menemukan bukti kuat keterlibatan mereka dalam permainan uang haram proyek senilai Rp126 miliar tersebut.

Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menegaskan ketiganya langsung digiring ke sel tahanan.

“Setelah bukti cukup, hari ini KPK menahan tiga tersangka baru dalam pengembangan penyidikan perkara ini,” ujar Asep di Gedung Merah Putih KPK, Senin (24/11/2025).

Tiga Tersangka Baru Langsung Dijebloskan ke Rutan

Ketiga tersangka itu adalah:

  • Yasin (YSN), ASN di Badan Pendapatan Daerah Provinsi Sulawesi Tengah
  • Hendrik Permana (HP), ASN Kementerian Kesehatan
  • Aswin Griska (AGR), Direktur Utama PT Griska Cipta
Baca Juga :  OTT KPK Bongkar Korupsi Restitusi Pajak, Kepala KPP Madya Banjarmasin Jadi Tersangka

KPK menahan mereka selama 20 hari pertama, mulai 24 November–13 Desember 2025, di Rutan KPK Cabang Gedung Merah Putih.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kasus Bermula dari OTT Bupati Kolaka Timur

Kasus suap ini bermula dari OTT yang menjerat Bupati Kolaka Timur, Abdul Azis, dan sejumlah pejabat. KPK sebelumnya sudah menetapkan lima tersangka:

  • Abdul Azis (ABZ) – Bupati Koltim 2024–2029
  • Andi Lukman Hakim (ALH) – PIC Kemenkes untuk proyek RSUD
  • Ageng Dermanto (AGD) – PPK proyek pembangunan RSUD
  • Deddy Karnady (DK) – Pihak swasta, PT PCP
  • Arif Rahman (AR) – Pihak swasta, KSO PT PCP
Baca Juga :  Iran Targetkan Infrastruktur Sipil saat Krisis Energi Mendekat

Commitment Fee Fantastis

KPK menduga Abdul Azis meminta commitment fee Rp9 miliar dari proyek RSUD yang bernilai Rp126 miliar.

Dari jumlah itu, Azis diduga sudah mengantongi Rp1,6 miliar.

Pengembangan penyidikan terus berjalan hingga KPK akhirnya menjerat tiga nama baru dalam skandal yang disebut-sebut sebagai salah satu kasus suap terbesar di Kolaka Timur. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemerintah AS Siap Kembalikan Dana Tarif $166 Miliar Pasca-Putusan Mahkamah Agung
Peter Magyar Tuntut Presiden Sulyok Mundur guna Reset Total
Operasi Ikan Sapu-Sapu DKI Jakarta Digelar Serentak Jumat Pagi, Ini 5 Lokasinya
PBB Kucurkan Dana Darurat Saat Korban Perang Iran Tembus 2.360 Jiwa
Menteri Keuangan G7 Cari Solusi atas Dampak Perang Iran
Hery Susanto Resmi Ditahan Kejagung, Terseret Kasus Korupsi Nikel Rp1,5 Miliar
Bagaimana Perang Iran Memperkokoh Hegemoni Energi Hijau Tiongkok
Bareskrim Bongkar Jaringan Narkoba via Ojol, Lab Vape Etomidate di Jaktim Digerebek

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 18:20 WIB

Pemerintah AS Siap Kembalikan Dana Tarif $166 Miliar Pasca-Putusan Mahkamah Agung

Kamis, 16 April 2026 - 17:13 WIB

Peter Magyar Tuntut Presiden Sulyok Mundur guna Reset Total

Kamis, 16 April 2026 - 16:31 WIB

Operasi Ikan Sapu-Sapu DKI Jakarta Digelar Serentak Jumat Pagi, Ini 5 Lokasinya

Kamis, 16 April 2026 - 16:04 WIB

PBB Kucurkan Dana Darurat Saat Korban Perang Iran Tembus 2.360 Jiwa

Kamis, 16 April 2026 - 15:21 WIB

Menteri Keuangan G7 Cari Solusi atas Dampak Perang Iran

Berita Terbaru

Runtuhnya era Orban. Partai oposisi Tisza pimpinan Peter Magyar meraih kemenangan telak dalam pemilu Hungaria 2026, mengakhiri kekuasaan panjang Viktor Orban dan menjanjikan kembalinya aliansi kuat dengan Uni Eropa serta NATO. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Peter Magyar Tuntut Presiden Sulyok Mundur guna Reset Total

Kamis, 16 Apr 2026 - 17:13 WIB

Mencari kesatuan ekonomi. Para pemimpin keuangan G7 berkumpul di Washington guna menghadapi lonjakan harga energi dan gangguan rantai pasok global akibat blokade Selat Hormuz yang masih berlanjut di tahun 2026. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Menteri Keuangan G7 Cari Solusi atas Dampak Perang Iran

Kamis, 16 Apr 2026 - 15:21 WIB