TAPANULI TENGAH, POSNEWS.CO.ID — Bencana longsor dan banjir melanda 20 kecamatan di Tapanuli Tengah. Tim SAR gabungan masih berusaha mencari korban yang hilang termasuk mengevakuasi warga yang terisolasi.
Hingga Jumat (28/11/2025) Pemda mencatat 34 warga tewas, 33 hilang, dan ribuan keluarga masih terjebak menunggu evakuasi.
Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu menegaskan pemkab sudah menyiapkan status tanggap darurat serta mengajukan bantuan pangan untuk dapur umum dan posko pengungsian.
Saat ini, 347 warga mengungsi di GOR Pandan, terdiri dari pria, perempuan, anak-anak, bayi, dan lansia. Sejumlah lokasi lain juga digunakan sebagai tempat pengungsian.
Namun, ribuan warga belum bisa dievakuasi karena akses jalan terputus. Wilayah yang masih terisolasi antara lain Kelurahan Hutanabolon, Desa Saormanggita, Desa Kalangan II, serta kawasan SMP Satu Atap Tukka, Huraba, dan Tapian Nauli.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di Desa Haloban Bair, 35 KK mengungsi, sementara 7 warga tetap bertahan di rumah.
Masinton memastikan enam korban meninggal sudah diserahkan kepada keluarga.
Para korban yakni Roberta Sigalingging (48), Radiv Pradivta Halawa (6), Rahmad Riadi Sitompul (34), Agus Tonni Sinaga (59), Mariati Pohan (80), dan Wardah Pasaribu (55). Dua korban lainnya masih menunggu proses serah terima. (red)





















