KPK Sita Uang Rp2 Miliar dalam OTT Bupati Pemalang, 21 Orang Diamankan

Rabu, 29 Juli 2026 - 13:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Petugas KPK membawa barang bukti uang tunai usai operasi tangkap tangan yang menjerat Bupati Pemalang Anom Widiyantoro. (Posnews/KPK)

Ilustrasi, Petugas KPK membawa barang bukti uang tunai usai operasi tangkap tangan yang menjerat Bupati Pemalang Anom Widiyantoro. (Posnews/KPK)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang tunai lebih dari Rp2 miliar dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang menjerat Bupati Pemalang Anom Widiyantoro.

Dalam operasi di Jakarta, Kabupaten Pemalang, dan Kabupaten Purworejo, penyidik mengamankan 21 orang, termasuk Anom.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan uang tersebut menjadi salah satu barang bukti utama yang disita dari tiga lokasi penindakan.

Penyidik juga mengamankan sejumlah barang bukti lain yang masih didalami.

“Selain mengamankan 21 orang, tim juga menyita uang tunai lebih dari Rp2 miliar,” kata Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (29/7/2026).

Diduga Terkait Proyek dan Jual Beli Jabatan

KPK menduga uang itu berasal dari proyek-proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pemalang dan praktik jual beli jabatan.

“Penerimaan yang dilakukan oleh bupati tidak hanya terkait jual beli jabatan, tetapi juga proyek-proyek di lingkungan Kabupaten Pemalang,” ujar Budi.

Dari 21 orang yang diamankan, 12 orang telah dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan intensif.

Baca Juga :  Langit Gaza Dihujani Bantuan! TNI Kirim 17,8 Ton di Hari Kemerdekaan RI

KPK Masih Dalami Kasus

Hingga Rabu malam, KPK masih memeriksa para pihak yang diamankan dan menelusuri asal-usul uang serta barang bukti lainnya.

Lembaga antirasuah itu belum mengumumkan status hukum maupun tersangka karena proses pemeriksaan masih berlangsung dalam batas waktu 1×24 jam.

Kasus ini kembali menyorot dugaan korupsi kepala daerah yang berkaitan dengan proyek pemerintah dan jual beli jabatan.

KPK diperkirakan segera menggelar konferensi pers untuk mengumumkan konstruksi perkara dan penetapan tersangka. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bareskrim Sita Aset Rp425 Miliar dalam Kasus PT Dana Syariah Indonesia
Kasus TPPU Febrie Adriansyah, Kejagung Telusuri Keterkaitan 7 Perusahaan
KemenHAM Tegaskan Pasien BPJS Berhak Dapat Layanan Kesehatan Setara
MUI Kritik Maraknya OTT Korupsi, Sistem Dinilai Gagal Bikin Koruptor Jera
UNMA dan BNN Perkuat Kolaborasi Cegah Narkotika, Mahasiswa Didorong Jadi Agen Perubahan
War Ticket Istana Merdeka Diserbu, 128.331 Orang Berebut Undangan HUT ke-81 RI
Praperadilan Febrie Adriansyah Disidangkan 18 Agustus, PN Jaksel Tunjuk Hakim Tunggal
Kemensos Tangguhkan Bansos 1,49 Juta KPM Diduga Terlibat Judi Online

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 07:28 WIB

Bareskrim Sita Aset Rp425 Miliar dalam Kasus PT Dana Syariah Indonesia

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 06:38 WIB

Kasus TPPU Febrie Adriansyah, Kejagung Telusuri Keterkaitan 7 Perusahaan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 06:08 WIB

KemenHAM Tegaskan Pasien BPJS Berhak Dapat Layanan Kesehatan Setara

Jumat, 7 Agustus 2026 - 07:32 WIB

MUI Kritik Maraknya OTT Korupsi, Sistem Dinilai Gagal Bikin Koruptor Jera

Kamis, 6 Agustus 2026 - 18:33 WIB

UNMA dan BNN Perkuat Kolaborasi Cegah Narkotika, Mahasiswa Didorong Jadi Agen Perubahan

Berita Terbaru

Respawn Entertainment resmi menghentikan operasional Apex Legends di Nintendo Switch generasi pertama mulai Season 30 demi memaksimalkan potensi Nintendo Switch 2. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Respawn Hentikan Dukungan Apex Legends di Nintendo

Sabtu, 8 Agu 2026 - 17:20 WIB