Tragedi di SMKN 1 Gunung Putri, Tiga Kelas Roboh – Belasan Pelajar Luka

Senin, 3 November 2025 - 19:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bangunan kelas SMKN 1 Gunung Putri ambruk usai hujan deras, rangka besi berserakan. (Net)

Bangunan kelas SMKN 1 Gunung Putri ambruk usai hujan deras, rangka besi berserakan. (Net)

BOGOR, POSNEWS.CO.ID β€” Lagi, dunia pendidikan di tanah air kembali mengalami musibah yang sangat mengenaskan. Belasan siswa yang sedang belajar di Kabupaten Bogor, Jawa Barat tertimpa atap sekolah.

Dimana atap tiga ruang kelas di SMKN 1 Gunung Putri, Kabupaten Bogor, ambruk dihantam hujan deras, Senin (3/11/2025). Kejadian dramatis ini membuat sejumlah siswa terluka parah dan berteriak histeris.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Desa Wanaherang Heri Sadewo membenarkan peristiwa tersebut. Ia menegaskan ambruknya atap terjadi sekitar pukul 14.00 WIB, tepat saat proses belajar berlangsung.

β€œBetul, tiga kelas ambruk. Dua kelas sedang ada kegiatan belajar, satu kelas kosong karena pemeriksaan kesehatan,” ujar Heri.

Baca Juga :  Polisi Bekuk Dua Residivis Penembak Hansip di Cakung, Ternyata Baru Bebas Penjara

Atap yang runtuh membuat besi rangka dan material bangunan menghujani siswa. Situasi sempat panik karena siswa berlarian keluar kelas sambil berteriak minta tolong.

β€œAda empat siswa luka, ada yang patah tulang dan luka lainnya. Semua sudah dibawa ke rumah sakit,” tegas Heri.

Foto dan video yang beredar menunjukkan kondisi kelas porak-poranda. Rangka besi dan potongan atap berserakan, sementara hujan deras terus mengguyur lokasi. Sejumlah siswa tampak kaget dan histeris menyaksikan bangunan rubuh.

Tim BPBD Kabupaten Bogor bersama relawan langsung turun ke lokasi untuk mengevakuasi korban dan mengamankan area sekolah.

Baca Juga :  Mengapa Narasi Musuh Bersama Masih Laku di Politik Luar Negeri?

Kepala Tim Logistik BPBD Andi Sumardi memastikan proses penanganan masih berlangsung.

β€œTim sudah di lokasi. Korban sudah dievakuasi. Untuk data korban masih dihimpun, jumlahnya diperkirakan lebih dari 10 orang,” ujar Andi.

Bangunan kelas yang runtuh sementara ini belum dievakuasi karena petugas fokus pada keselamatan dan pendataan korban.

Insiden ini menjadi peringatan keras tentang pentingnya pengecekan struktur bangunan sekolah, terutama memasuki musim hujan. Pemerintah daerah dan pihak sekolah diminta bergerak cepat memastikan keamanan fasilitas agar tragedi serupa tidak terulang. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bentrokan Berdarah di Menteng Tewaskan 1 Orang, Berawal dari Persoalan Sarapan
Pramono Anung Bongkar Penimbunan Sampah Ilegal di RTH Penjaringan, Swasta Ditegur Keras
Gagal Gondol Motor, Maling di Tapos Depok Todongkan Senpi ke Warga
PETIR Hadir sebagai Rumah Bersama, DPW DKI Jakarta Siap Jaga Persatuan dan Perdamaian
Bandar Haradongan Simanjuntak Ditangkap, Bareskrim Kejar Pemasok Narkoba dari Medan
Cuaca Jabodetabek Minggu 26 Juli 2026 Cerah Berawan, Waspada Suhu Panas
Kecelakaan di Sudirman, Pemotor Terlindas Bus hingga Kaki Luka Parah
Serunya Hari Anak Nasional 2026 di Ancol, 400 Anak Diajak Main Gratis di Dufan

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 15:00 WIB

Bentrokan Berdarah di Menteng Tewaskan 1 Orang, Berawal dari Persoalan Sarapan

Minggu, 26 Juli 2026 - 13:39 WIB

Pramono Anung Bongkar Penimbunan Sampah Ilegal di RTH Penjaringan, Swasta Ditegur Keras

Minggu, 26 Juli 2026 - 11:59 WIB

Gagal Gondol Motor, Maling di Tapos Depok Todongkan Senpi ke Warga

Minggu, 26 Juli 2026 - 09:02 WIB

PETIR Hadir sebagai Rumah Bersama, DPW DKI Jakarta Siap Jaga Persatuan dan Perdamaian

Minggu, 26 Juli 2026 - 07:03 WIB

Bandar Haradongan Simanjuntak Ditangkap, Bareskrim Kejar Pemasok Narkoba dari Medan

Berita Terbaru