Tragedi Ledakan SMAN 72 Jakarta, Polisi: Pelaku ABH Ternyata Tak Punya Tempat Curhat

Kamis, 13 November 2025 - 07:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto. (Posnews/Ist)

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Pihak kepolisian terus mendalami keterangan dan kondisi kejiwaan pelaku peledakan bom rakitan di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Dari pendalaman polisi mengungkap, bahwa pelaku yang berstatus anak berkonflik dengan hukum (ABH) ternyata hidup dalam kesepian dan tidak memiliki tempat untuk mencurahkan perasaannya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menyebut, ABH tersebut tinggal hanya bersama ayahnya, sementara sang ibu bekerja di luar negeri.

“ABH tinggal bersama ayahnya, sementara ibunya bekerja di luar negeri,” ujar Budi Hermanto, Kamis (13/11/2025).

Menurut Budi, kondisi keluarga yang tidak utuh dan komunikasi yang minim diduga menjadi salah satu pemicu tekanan emosional pada diri pelaku.

Polisi Dalami Dugaan Perundungan dan Tekanan Mental

Penyidik Polda Metro Jaya kini terus mendalami kasus ini, termasuk dugaan kuat adanya perundungan (bullying) yang dialami pelaku sebelum melakukan aksi peledakan di sekolah.

Baca Juga :  Polda Metro Jaya Bongkar Praktik Aborsi Ilegal di Bassura, Tarif Jutaan Terungkap

“Kami masih melakukan pendalaman agar fakta sebenarnya bisa ditemukan, karena ABH masih dalam tahap pemulihan pasca operasi,” ungkap Budi.

Tim penyidik juga mengkaji latar belakang sosial dan psikologis pelaku, guna memastikan faktor penyebab dan motif tindakan nekat tersebut.

Pelaku Merasa Sendiri dan Tak Didengar

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin menegaskan, hasil pemeriksaan sementara menunjukkan bahwa ABH merasa hidupnya terasing dan tidak punya tempat untuk berkeluh kesah, baik di rumah maupun di sekolah.

Pelaku merasa sendiri dan tidak punya tempat untuk menyampaikan keluh kesahnya. Kondisi itu dirasakannya di lingkungan keluarga, lingkungan sekitar, bahkan di sekolah,” kata Iman.

Iman menjelaskan, dorongan emosional dan rasa tertekan itu kemudian menjadi pemicu pelaku melakukan tindakan berbahaya hingga menimbulkan ledakan di sekolah.

Baca Juga :  Iran Siap Negosiasi, Trump Tetapkan Deadline Rahasia

Polisi Tegaskan Pendekatan Psikologis Jadi Prioritas

Selain proses hukum, polisi menegaskan akan mengutamakan pendekatan psikologis terhadap pelaku karena masih di bawah umur.

Langkah ini dilakukan agar proses penyidikan tetap berkeadilan sekaligus membantu pemulihan mental ABH, yang saat ini masih dalam perawatan medis.

“Kami tidak hanya fokus pada unsur pidana, tetapi juga pada aspek kejiwaan pelaku. Anak ini perlu bimbingan, bukan hanya hukuman,” tambah seorang penyidik.

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi dunia pendidikan dan keluarga, bahwa kondisi mental anak harus mendapat perhatian serius.

Polisi berharap kejadian serupa tak terulang dan mengimbau guru serta orang tua lebih peka terhadap perubahan perilaku anak.

Sekolah dan keluarga harus menjadi tempat aman bagi anak untuk berbagi keluh kesah. Kalau tidak, tekanan batin bisa berubah jadi tindakan destruktif,” tegas Iman. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Parkir Mobil di Jakarta Bisa Rp60 Ribu per Jam? Ini Kata Pramono
Penggerebekan Gudang Uang Palsu BSD Berujung Perwira Polisi Terluka
Minggu Cerah di Jabodetabek, BMKG Ingatkan Warga Hadapi Panas
Uang Palsu Diduga Diproduksi di BSD, Empat Orang Diamankan Polisi
Pelanggan Kecewa, Polemik Terios Turun Mesin Belum Berujung Penyelesaian
CCTV Bongkar Aksi Tetangga, 11 Emas Warga Sukmajaya Dicuri
Jabodetabek Cerah Sabtu Ini, Warga Perlu Waspadai Terik Matahari
Senggolan Motor Bikin Emosi! Anggota TNI AL Dikeroyok, 1 Pelaku Diciduk Polisi

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 11:57 WIB

Parkir Mobil di Jakarta Bisa Rp60 Ribu per Jam? Ini Kata Pramono

Minggu, 23 Agustus 2026 - 11:48 WIB

Penggerebekan Gudang Uang Palsu BSD Berujung Perwira Polisi Terluka

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 19:14 WIB

Uang Palsu Diduga Diproduksi di BSD, Empat Orang Diamankan Polisi

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 12:46 WIB

Pelanggan Kecewa, Polemik Terios Turun Mesin Belum Berujung Penyelesaian

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 06:23 WIB

CCTV Bongkar Aksi Tetangga, 11 Emas Warga Sukmajaya Dicuri

Berita Terbaru

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung . (Posnews/Kominfo)

JABODETABEK

Parkir Mobil di Jakarta Bisa Rp60 Ribu per Jam? Ini Kata Pramono

Minggu, 23 Agu 2026 - 11:57 WIB

Kebakaran melanda rumah tradisional di Kampung Adat Sade Lombok Tengah. (Posnews/Ist)

DAERAH

Kobaran Api Hantam Sade, Warisan Budaya Sasak dalam Ancaman

Minggu, 23 Agu 2026 - 07:32 WIB