Transformasi Ancol Dimulai, Fokus pada Experience dan Ekosistem Hiburan

Rabu, 15 April 2026 - 08:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Jajaran direksi dan komisaris baru Ancol usai rapat pemegang saham tahunan. (Posnews/MR)

Jajaran direksi dan komisaris baru Ancol usai rapat pemegang saham tahunan. (Posnews/MR)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk resmi menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun buku 2025.

Dalam forum ini, manajemen langsung memutuskan pembagian dividen, memaparkan kinerja keuangan, sekaligus merombak jajaran pengurus untuk memperkuat arah bisnis.

Hasilnya, RUPS menyetujui pembagian dividen Rp26,05 per saham. Totalnya mencapai Rp41,6 miliar atau setara 23,13 persen dari laba bersih.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Angka ini menegaskan komitmen perseroan dalam memberikan nilai tambah bagi pemegang saham.

Corporate Communication PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Daniel Windriatmoko mengatakan, sepanjang 2025, Ancol tampil solid.

Perusahaan membukukan pendapatan Rp1,121 triliun dan laba bersih Rp180,19 miliar.

“Dengan capaian ini, Ancol berhasil menjaga performa meski tekanan ekonomi global masih membayangi,” ungkapnya, Rabu (15/4/20260).

Baca Juga :  Diplomasi Mendadak Davos: Trump Panggil Zelenskyy

Selanjutnya, RUPS merombak susunan Dewan Komisaris dan Direksi. Langkah ini menjadi strategi penting untuk memperkuat kepemimpinan dan akselerasi bisnis ke depan. Susunan baru langsung berlaku usai rapat ditutup.

Dewan Komisaris:

  • Komisaris Utama & Independen: Irfan Setiaputr
  • Komisaris: Suharini Eliawati
  • Komisaris: Lies Hartono
  • Komisaris: Sutiyoso
  • Komisaris Independen: Trisni Puspitaningtyas

Dewan Direksi:

  • Direktur Utama: Syahmudrian Lubis
  • Direktur: Cahyo Satriyo Prakoso
  • Direktur: Daniel Nainggolan
  • Direktur: Eddy Prastiyo
  • Direktur: Rahmaniar

Di sisi lain, manajemen tancap gas mendorong inovasi dan efisiensi. Perusahaan mempercepat digitalisasi layanan ticketing, memperbaiki fasilitas, serta menghadirkan event tematik yang lebih segar.

Strategi ini terbukti ampuh menjaga pendapatan tetap stabil. Namun, Ancol tidak ingin hanya bertahan.

Baca Juga :  Kampung Kadaung Terparah, Banjir Rendam Ratusan Rumah di Cigudeg

Kini, perseroan masuk ke fase krusial: transformasi besar. Industri wisata telah berubah total. Pengunjung kini mencari pengalaman, koneksi, dan nilai—bukan sekadar tempat rekreasi.

Karena itu, Ancol langsung menggeser fokus. Dari sekadar destinasi wisata, kini berkembang menjadi ekosistem hiburan terintegrasi.

Ke depan, Ancol memprioritaskan:

  • Meningkatkan nilai per pengunjung, bukan sekadar jumlah
  • Mengoptimalkan aset dan ekosistem bisnis
  • Menggunakan data sebagai dasar keputusan
  • Membangun kolaborasi strategis jangka panjang

Transformasi ini bukan sekadar wacana. Manajemen menanamkannya sebagai budaya kerja dan memperkuat kualitas SDM agar eksekusi berjalan disiplin dan tepat sasaran.

Dengan semangat baru, Ancol menargetkan posisi yang lebih relevan dan berdampak—baik bagi pengunjung, pemegang saham, maupun masa depan Jakarta. (MR)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kriya Jogja Punya Peluang Mendunia, 215 UMKM Dibekali Strategi Ekspor
Sambal Hijau Badendeng Bikin Pengunjung Senegal Ketagihan di Pangan Nusa Expo 2026
Gula Aren hingga Bumbu Nusantara Dilirik Buyer Asing, S’RASA Bidik Pasar Jepang
TEI 2026 Diikuti 151 Negara, Kemendag Kawal Kesepakatan Ekspor hingga Terealisasi
Cuma Mulai dari 8 Botol, UMKM Papua Ini Kini Tembus 100 Gerai
Pasar Ekspor Asia-Pasifik Terbuka Lebar, Ini Strategi UMKM Indonesia
Berawal dari Pohon Lontar, Tarunira Buka Peluang Baru Petani Bali dan Rote
Ekspor Baja Indonesia Hadapi Tarif 50 Persen di Eropa, Apa Strategi Pemerintah?

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 13:57 WIB

Kriya Jogja Punya Peluang Mendunia, 215 UMKM Dibekali Strategi Ekspor

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:22 WIB

Sambal Hijau Badendeng Bikin Pengunjung Senegal Ketagihan di Pangan Nusa Expo 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 - 08:26 WIB

Gula Aren hingga Bumbu Nusantara Dilirik Buyer Asing, S’RASA Bidik Pasar Jepang

Senin, 19 Oktober 2026 - 07:50 WIB

TEI 2026 Diikuti 151 Negara, Kemendag Kawal Kesepakatan Ekspor hingga Terealisasi

Senin, 19 Oktober 2026 - 07:23 WIB

Cuma Mulai dari 8 Botol, UMKM Papua Ini Kini Tembus 100 Gerai

Berita Terbaru

Proyek megah pesisir Vingroup di Can Gio mengancam keberadaan hutan mangrove pelindung banjir Kota Ho Chi Minh. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Pembangunan Kota Vietnam Mengancam Keberadaan Hutan

Sabtu, 24 Okt 2026 - 14:36 WIB