POSNEWS.CO.ID, JAKARTA — Twitch memicu kemarahan jutaan penggunanya usai mengumumkan rencana membagikan data mereka kepada Amazon. Perusahaan induk raksasa livestream gaming ini akan memanfaatkan data tersebut untuk melatih model kecerdasan buatannya.
Rincian Kebijakan Berbagi Data
Twitch menyampaikan pengumuman ini lewat X. Selain itu, perusahaan menyebut pengguna akan memiliki opsi untuk menolak berbagi data mereka.
Namun, tanpa opsi tersebut, seluruh audio langsung, teks, gambar, dan konten lain di kanal Twitch akan Amazon gunakan untuk pelatihan AI di seluruh platformnya. Akibatnya, langkah Twitch ini membuka babak baru dalam pertarungan menjaga privasi daring, seiring perusahaan kecerdasan buatan semakin gencar mencari data untuk menyempurnakan model mereka.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pengakuan Chief Product Officer Twitch
Chief Product Officer Twitch, Mike Minton, memberikan pernyataan jujur soal kebijakan ini. Selanjutnya, ia menyampaikannya lewat live chat di platform gaming populer tersebut pada Rabu, setelah pengumuman resmi dirilis.
Minton mengakui jika kebijakan ini bersifat opt-in, hampir tidak ada pengguna yang akan menyetujuinya secara sukarela. Karena itu, ia menegaskan kebijakan ini akan aktif secara default, sama seperti hampir semua layanan konten lain di dunia.
Minton menambahkan ia memahami kebijakan ini sangat mengecewakan komunitas penggunanya. Namun, ia menegaskan inilah kondisi yang saat ini berlaku.
Reaksi Keras dari Komunitas Gamer
Para gamer dengan cepat mengecam kebijakan ini sebagai pelanggaran tidak etis terhadap privasi mereka. Sementara itu, seorang pengguna menulis di X bahwa mengikutsertakan orang secara default bukanlah bentuk persetujuan sesungguhnya, dalam salah satu respons paling ringan terhadap pengumuman Twitch tersebut.
Selain itu, pengguna lain menambahkan bahwa Twitch seharusnya membayar mereka atas layanan yang digunakan untuk pelatihan AI tersebut.
Tren Serupa di Industri Teknologi
Amazon dan Twitch bukan perusahaan pertama yang mulai menyerap data pengguna untuk membangun model AI. Persaingan di sektor ini terus memanas seiring waktu.
Sebelumnya, Meta, perusahaan induk Facebook dan Instagram, mengumumkan seluruh komentar publik di platformnya akan digunakan untuk melatih model AI mereka pada tahun lalu. Kendati demikian, kebijakan ini berlaku di semua platform Meta kecuali WhatsApp, dengan opsi opt-out bagi pengguna yang menolak.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia














