Pelemahan Harga Minyak Nabati Saingan Seret Turun Kontrak

Kamis, 25 Juni 2026 - 09:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pelemahan di bursa komoditas. Harga kontrak berjangka minyak sawit mentah (CPO) Malaysia kembali melemah mengikuti penurunan harga minyak kedelai global. Dok: Istimewa.

Pelemahan di bursa komoditas. Harga kontrak berjangka minyak sawit mentah (CPO) Malaysia kembali melemah mengikuti penurunan harga minyak kedelai global. Dok: Istimewa.

KUALA LUMPUR, POSNEWS.CO.ID – Harga kontrak berjangka minyak sawit mentah (CPO) Malaysia melemah pada penutupan perdagangan hari Rabu kemarin.

Penurunan ini mengikuti jejak pelemahan harga minyak nabati saingan pada bursa Chicago dan Dalian.

Kontrak acuan minyak sawit untuk pengiriman September pada Bursa Malaysia Derivatives turun sebesar 26 ringgit.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Angka penurunan ini setara dengan 0,56 persen menjadi 4.632 ringgit atau sekitar 1.120,19 dolar AS per ton.

Transaksi Perdagangan dalam Rentang Sempit

Sepanjang hari, harga kontrak berjangka itu bergerak dalam kisaran yang sempit.

Transaksi perdagangan berkisar antara 4.622 ringgit hingga 4.690 ringgit per ton.

Baca Juga :  Takaichi dan Anwar Ibrahim Sepakati Kemitraan Energi Baru

Seorang pelaku pasar asal Kuala Lumpur memberikan analisis mengenai pergerakan harga komoditas ini.

Ia memproyeksikan pasar akan tetap bergerak dalam rentang yang sempit.

Hal ini mengikuti pergerakan pasar minyak nabati saingan serta harga energi global.

Pelemahan Serempak di Bursa Dalian dan Chicago

Pada bursa Dalian, kontrak minyak kedelai paling aktif menguat tipis sebesar 0,37 persen.

Sebaliknya, harga minyak kedelai pada Chicago Board of Trade melemah 0,42 persen.

Kontrak minyak sawit paling aktif pada bursa Dalian juga melemah 0,46 persen.

Pergerakan harga minyak sawit selalu mengikuti fluktuasi harga minyak nabati saingan.

Sebab, komoditas ini saling berebut pangsa pasar minyak nabati pada tingkat global.

Pengaruh Kelancaran Arus Minyak Selat Hormuz

Sementara itu, harga minyak bumi dunia merosot lebih dari satu persen pada hari Rabu.

Baca Juga :  Bidik 31 Pihak Pemicu Lingkungan Rusak di Sumatera, Satgas PKH: Pidana Hingga Pulihkan Bencana

Penurunan ini memperpanjang tren kerugian mingguan akibat meredanya konflik Timur Tengah.

Para pelaku pasar melihat sinyal bahwa kapal-kapal pengangkut minyak mulai bergerak meninggalkan Selat Hormuz.

Kelancaran lalu lintas laut ini menekan harga minyak mentah dunia ke tingkat yang rendah.

Harga minyak bumi kini mendekati level minimum dalam empat bulan belakangan ini.

Pelemahan harga minyak mentah membuat minyak sawit kurang menarik sebagai bahan baku biodiesel.

Akibatnya, permintaan CPO untuk sektor energi ramah lingkungan mengalami penurunan.

Analis teknikal Reuters Wang Tao memperkirakan harga minyak sawit dapat melemah kembali.

Ia memproyeksikan harga komoditas ini akan menuju kisaran 4.574 ringgit hingga 4.606 ringgit per ton.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kanada Batal Gelar Acara Bersama Peresmian Jembatan
Menteri Lingkungan Mundur, Parlemen Sahkan Aturan Pestisida
Dua Tanker Minyak Saudi Putar Balik di Laut Merah
Arab Saudi dan UEA Kompak Tegaskan Persaudaraan
Hakim AS Tunda Penyatuan Raksasa Paramount dan Warner Bros
Andy Burnham Resmi Mengambil Alih Kepemimpinan Inggris
Parlemen Jepang Gagal Sepakati Pemotongan Pajak Makanan
Menlu ASEAN Kumpul Bahas Tensi Hormuz dan South China Sea

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:57 WIB

Kanada Batal Gelar Acara Bersama Peresmian Jembatan

Rabu, 22 Juli 2026 - 12:41 WIB

Menteri Lingkungan Mundur, Parlemen Sahkan Aturan Pestisida

Rabu, 22 Juli 2026 - 12:29 WIB

Dua Tanker Minyak Saudi Putar Balik di Laut Merah

Rabu, 22 Juli 2026 - 10:00 WIB

Arab Saudi dan UEA Kompak Tegaskan Persaudaraan

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:29 WIB

Hakim AS Tunda Penyatuan Raksasa Paramount dan Warner Bros

Berita Terbaru