Trump Siapkan Seribu Rudal Pasca-Pemakaman Ali Khamenei

Minggu, 12 Juli 2026 - 06:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Konflik Timur Tengah memasuki fase kritis. Presiden AS Donald Trump menyiapkan seribu rudal setelah pelayat pemakaman Khamenei menyerukan pembunuhan dirinya. Dok: Istimewa.

Konflik Timur Tengah memasuki fase kritis. Presiden AS Donald Trump menyiapkan seribu rudal setelah pelayat pemakaman Khamenei menyerukan pembunuhan dirinya. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Kawasan Timur Tengah kini berada di ambang perang terbuka berskala besar.

Trump Siapkan Seribu Rudal Hadapi Ancaman Iran

Presiden Donald Trump melayangkan ancaman militer ekstrem hari Sabtu ini. Trump menulis peringatan keras tersebut melalui platform Truth Social miliknya.

Ia mengeklaim telah menyiapkan seribu rudal siap tembak. Rudal-rudal tersebut mengincar berbagai target vital di wilayah Iran.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Langkah ini merespons ancaman pembunuhan terhadap dirinya saat pemakaman Khamenei. Para pelayat membawa spanduk yang menyerukan pembunuhan Trump dan Netanyahu.

Trump juga berjanji akan menghancurkan peradaban Iran jika mereka bertindak. Kelompok advokasi sipil mengecam keras gaya bahasa Trump tersebut.

Baca Juga :  Donald Trump Sebut Benjamin Netanyahu Gila

Perebutan Kendali Mutlak Jalur Selat Hormuz

Pemerintah Amerika Serikat menuntut Iran membuka total Selat Hormuz. Washington meminta jaminan keamanan bagi kapal dagang yang melintas.

Namun, utusan Iran di PBB menolak keras tuntutan tersebut. Teheran menegaskan Selat Hormuz berada di bawah kendali penuh mereka.

Iran bahkan berencana memungut biaya lintas bagi setiap kapal. Kebijakan sepihak ini membalikkan status selat sebagai perairan internasional.

Selat Hormuz menyalurkan seperlima pasokan energi dunia sebelum perang. Perebutan kendali ini memicu fluktuasi harga minyak mentah global.

Diplomasi Oman dan Tuduhan Pelanggaran Sanksi

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi bertolak menuju Oman hari ini. Araqchi akan membahas pengelolaan selat dengan menteri luar negeri Oman.

Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan memproyeksikan adanya kesepakatan damai. Fidan meyakini kedua negara dapat mencapai solusi akhir pekan ini.

Baca Juga :  Nicolas Zepeda Divonis Penjara Seumur Hidup atas Pembunuhan Mahasiswi Jepang

Namun, Araqchi menuduh Amerika Serikat telah melanggar kesepakatan sementara. Washington menyetop izin penjualan minyak mentah Iran menggunakan dolar AS.

Langkah sanksi tersebut merupakan balasan atas serangan kapal awal pekan. Amerika Serikat juga mengimbau kapal dagang menghindari wilayah perairan Iran.

Syarat Berat Negosiasi Nuklir dan Ancaman Militer

Pejabat Amerika Serikat membatasi waktu negosiasi damai bagi Iran. Mereka memberikan syarat yang sangat berat kepada pemerintahan Mojtaba Khamenei.

Iran harus menyerahkan seluruh cadangan uranium tingkat tinggi mereka. Persyaratan ini menjadi harga mati sebelum menyepakati perjanjian nuklir.

Selama ini, Iran selalu menolak menyerahkan pasokan bahan bakar tersebut. Padahal, Amerika Serikat mencurigai pengayaan uranium tersebut untuk senjata militer.

Jika jalur diplomasi gagal, Amerika Serikat menyiapkan opsi serangan militer. Mereka bersiap mengubur seluruh fasilitas nuklir bawah tanah Iran selamanya.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pembangunan Kota Vietnam Mengancam Keberadaan Hutan
Tiongkok Tampil Sebagai Pemasok Utama Teknologi Air Global
Ancaman Ruyung dan Tabrakan Mobil Memicu Kekhawatiran
Pelajar dan Guru Turun ke Jalanan Athena Menuntut Hunian Murah
Taiwan Keluarkan Peringatan Darat Menyusul Ancaman Topan
Intelijen AS Buka Suara Soal Kampanye Disinformasi Rusia
Marco Rubio Tegaskan Akses Starlink Ukraina Keputusan SpaceX
Elon Musk Ancam Politisi Demokrat Terkait Rencana Penyelidikan

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Pembangunan Kota Vietnam Mengancam Keberadaan Hutan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 13:28 WIB

Tiongkok Tampil Sebagai Pemasok Utama Teknologi Air Global

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 08:21 WIB

Pelajar dan Guru Turun ke Jalanan Athena Menuntut Hunian Murah

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 07:25 WIB

Taiwan Keluarkan Peringatan Darat Menyusul Ancaman Topan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 06:17 WIB

Intelijen AS Buka Suara Soal Kampanye Disinformasi Rusia

Berita Terbaru

Proyek megah pesisir Vingroup di Can Gio mengancam keberadaan hutan mangrove pelindung banjir Kota Ho Chi Minh. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Pembangunan Kota Vietnam Mengancam Keberadaan Hutan

Sabtu, 24 Okt 2026 - 14:36 WIB

Tiongkok menjelma menjadi pemasok utama teknologi desalinasi dan pemurnian air global lewat inisiatif Belt and Road. Simak ulasan lengkapnya. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Tiongkok Tampil Sebagai Pemasok Utama Teknologi Air Global

Sabtu, 24 Okt 2026 - 13:28 WIB