PALM BEACH, POSNEWS.CO.ID – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, akhirnya angkat bicara mengenai skandal yang mengguncang Washington. Ia memberikan komentar perdananya terkait perilisan dokumen dan foto terpidana pedofil Jeffrey Epstein pada Senin (22/12/2025).
Berbicara dari kediamannya di Mar-a-Lago, Trump menyampaikan pandangan yang mengejutkan. Secara tak terduga, ia mengekspresikan simpati kepada tokoh-tokoh Demokrat, termasuk mantan Presiden Bill Clinton.
Trump mengeluhkan dampak destruktif dari perilisan file tersebut. Menurutnya, dokumen itu berpotensi menghancurkan reputasi orang-orang yang “bertemu tanpa salah” (innocently met) dengan Epstein di masa lalu.
“Saya Suka Bill Clinton”
Trump menyoroti kemunculan foto Bill Clinton dalam gelombang pertama rilis data pada Jumat lalu. Alih-alih menyerang lawan politiknya, Trump justru membelanya.
“Saya suka Bill Clinton. Saya selalu berhubungan baik dengannya,” ujar Trump kepada wartawan.
Ia mengaku tidak suka melihat foto-foto Clinton tersebar luas. Namun, Trump menyalahkan Partai Demokrat sendiri atas situasi ini. Pasalnya, desakan untuk transparansi datang dari kubu lawan, yang akhirnya justru menyeret semua pihak, termasuk foto Trump sendiri.
Khawatirkan Nasib Bankir dan Pengacara
Trump menilai Clinton adalah “orang besar” yang bisa menangani masalah ini. Akan tetapi, perhatiannya tertuju pada individu lain yang kurang berdaya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menyebut nasib para bankir dan pengacara terhormat yang mungkin hanya sekadar berpapasan dengan Epstein. Faktanya, banyak orang marah karena foto mereka dirilis meski tidak memiliki hubungan kriminal dengan Epstein.
“Mereka ada di foto bersamanya karena dia ada di sebuah pesta, dan Anda merusak reputasi seseorang,” keluh Trump.
Trump lantas mencontohkan kasus Larry Summers. Mantan Menteri Keuangan itu harus mundur dari kehidupan publik pada November lalu setelah surelnya dengan Epstein terungkap.
Pengalihan Isu atau Transparansi?
Trump mencoba membingkai isu ini sebagai gangguan politik. Ia menuduh skandal Epstein sebagai cara untuk mengalihkan perhatian dari kesuksesan pemerintahannya.
“Hari ini kami membangun kapal terbesar di dunia, tetapi mereka bertanya kepada saya tentang Jeffrey Epstein,” sindirnya.
Sementara itu, pihak Clinton memberikan respons berbeda. Juru bicara Angel Urena mendesak Departemen Kehakiman untuk merilis sisa materi secara total.
“Seseorang atau sesuatu sedang dilindungi,” kata Urena curiga. Oleh karena itu, kubu Clinton menuntut transparansi penuh untuk membersihkan nama individu yang sudah dinyatakan tidak bersalah, namun terus terseret dalam rumor selektif.
Kini, publik Amerika menanti gelombang dokumen selanjutnya. Undang-Undang Transparansi File Epstein (EFTA) mewajibkan perilisan lengkap, namun baru satu batch yang keluar.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia





















