Jet Tempur Korsel dan Jepang Cegat Bomber Nuklir China-Rusia

Kamis, 11 Desember 2025 - 06:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Alarm bahaya di Asia Timur! Bomber nuklir China dan Rusia patroli bareng, paksa Korsel dan Jepang kerahkan jet tempur. Simak eskalasi

Ilustrasi, Alarm bahaya di Asia Timur! Bomber nuklir China dan Rusia patroli bareng, paksa Korsel dan Jepang kerahkan jet tempur. Simak eskalasi "unjuk kekuatan" terbaru ini. Dok: Istimewa.

TOKYO, POSNEWS.CO.ID – Sirene peringatan kembali meraung di langit Asia Timur. Hubungan antarnegara tetangga di kawasan ini mendidih seketika pada Rabu (10/12/2025).

Korea Selatan dan Jepang kompak meluapkan kemarahannya. Penyebabnya, pesawat militer China dan Rusia melakukan patroli gabungan yang provokatif di sekitar wilayah kedua negara tersebut.

Merespons ancaman itu, Angkatan Udara Seoul dan Tokyo langsung bereaksi cepat (scramble). Mereka menerbangkan jet-jet tempur taktis untuk mencegat dan membayangi armada asing tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seketika, insiden ini memicu protes diplomatik. Seoul melayangkan keluhan resmi kepada atase pertahanan kedua negara. Sementara itu, Tokyo menyampaikan “keprihatinan serius” terkait keamanan nasional mereka melalui saluran diplomatik.

Bomber Nuklir “Show of Force”

Kementerian Pertahanan Jepang merilis detail pergerakan yang meresahkan. Dua pesawat pembom Tu-95 milik Rusia yang mampu membawa hulu ledak nuklir terbang dari Laut Jepang.

Selanjutnya, pesawat raksasa itu bertemu dengan dua pembom H-6 milik China di atas Laut China Timur. Lantas, mereka melakukan penerbangan formasi gabungan mengelilingi wilayah perbatasan Jepang.

Baca Juga :  Menyingkap Rahasia Matahari dan Ancaman Cuaca Antariksa

Menteri Pertahanan Jepang, Shinjiro Koizumi, tidak menutupi kekesalannya. Ia menyebut manuver ini memiliki motif politik yang kuat.

“Penerbangan gabungan pembom ini jelas dimaksudkan sebagai unjuk kekuatan (show of force) terhadap bangsa kita,” tulis Koizumi di platform X.

Faktanya, insiden ini terjadi saat Jepang sedang terkunci dalam sengketa panas dengan China. Sebelumnya, Perdana Menteri Sanae Takaichi melontarkan komentar kontroversial yang mendukung pertahanan Taiwan.

Terobos Zona KADIZ

Situasi serupa terjadi di semenanjung Korea. Pejabat pertahanan Seoul melaporkan bahwa pesawat perang Rusia dan China memasuki Zona Identifikasi Pertahanan Udara Korea (KADIZ).

Meskipun zona tersebut bukan wilayah udara teritorial, masuk tanpa izin dianggap sebagai tindakan tidak bersahabat. Oleh karena itu, militer Korea Selatan mengambil langkah taktis.

“Militer kami akan terus merespons secara aktif terhadap aktivitas pesawat negara tetangga di dalam KADIZ sesuai hukum internasional,” tegas Lee Kwang-suk, pejabat Kementerian Pertahanan Seoul.

Baca Juga :  Pohon Tua Tumbang Timpa Taksi Blue Bird dan Mercy di Kelapa Gading

Rutinitas Tahunan atau Provokasi?

Di pihak lain, Beijing dan Moskow menanggapi dengan santai. Beijing mengonfirmasi bahwa mereka mengorganisir latihan tersebut sesuai dengan “rencana kerja sama tahunan”.

Moskow pun mendeskripsikannya sebagai latihan rutin yang berlangsung selama delapan jam. Bahkan, mereka mengakui bahwa beberapa jet tempur asing sempat membuntuti pesawat mereka.

Sebenarnya, patroli semacam ini sudah menjadi “tradisi” baru sejak 2019. China dan Rusia rutin menerbangkan pesawat militer ke zona pertahanan tetangganya tanpa pemberitahuan. Namun, frekuensi dan waktunya kali ini terasa lebih sensitif mengingat ketegangan geopolitik yang sedang memuncak.

Rentetan Insiden di Laut dan Udara

Patroli udara ini menambah panjang daftar gesekan militer di kawasan. Baru-baru ini, Tokyo juga harus mengerahkan jet tempur untuk merespons latihan kapal induk China, Liaoning, di perairan internasional dekat Jepang.

Lebih parah lagi, Jepang menuduh pesawat militer dari kapal induk tersebut sempat mengunci radar (radar lock) ke arah jet Jepang. Akibatnya, atmosfer ketidakpercayaan di Asia Timur kini semakin tebal dan berbahaya.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Sumber Berita: AP News

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Aeon Akui Izinkan Karyawan Masuk Kembali ke Mal Terdampak
Trump Gunakan Pesawat Rahasia Ketiga Saat Tinggalkan Turki
Australia Pertama Kali Tanyakan Orientasi Seksual
Mahkamah Agung Rusia Coret Yabloko dari Pemilu Parlemen
Todd Blanche Resmi Dilantik Jadi Jaksa Agung AS
Parlemen Turki Sahkan Amnesti Bersyarat bagi Militan Kurdi
Rencana Gaza Trump Tetap Berlaku, Diskusi dengan Israel
Serangan Drone Ukraina Tewaskan 13 Orang di Nizhnekamsk

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 06:00 WIB

Aeon Akui Izinkan Karyawan Masuk Kembali ke Mal Terdampak

Rabu, 12 Agustus 2026 - 15:54 WIB

Trump Gunakan Pesawat Rahasia Ketiga Saat Tinggalkan Turki

Rabu, 12 Agustus 2026 - 14:44 WIB

Australia Pertama Kali Tanyakan Orientasi Seksual

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:13 WIB

Mahkamah Agung Rusia Coret Yabloko dari Pemilu Parlemen

Rabu, 12 Agustus 2026 - 12:02 WIB

Todd Blanche Resmi Dilantik Jadi Jaksa Agung AS

Berita Terbaru

Ilustrasi, langit cerah di kawasan Jakarta dan Jabodetabek saat cuaca panas pada 13 Agustus 2026.
(Posnews/Ist)

JABODETABEK

Cuaca Jabodetabek 13 Agustus 2026 Cerah, Suhu Capai 35 Derajat

Kamis, 13 Agu 2026 - 06:29 WIB

Aeon Co mengakui bahwa staf lapangan sempat mengizinkan karyawan masuk kembali ke mal yang terdampak gempa di Kumamoto. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Aeon Akui Izinkan Karyawan Masuk Kembali ke Mal Terdampak

Kamis, 13 Agu 2026 - 06:00 WIB