WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali mengguncang tatanan politik Capitol Hill. Dalam sebuah wawancara dengan Politico, Trump melontarkan ide kontroversial untuk mengakhiri filibuster di Senat.
Filibuster adalah teknik prosedural yang memungkinkan minoritas senator untuk memblokir pengesahan undang-undang. Namun, Trump memandangnya sebagai penghalang utama bagi pemerintahan yang efektif.
Ia mendesak Partai Republik untuk menghapus aturan tersebut “tanpa pertanyaan”. Tujuannya jelas, Trump ingin memuluskan jalan bagi agenda politiknya pada tahun 2026 agar tidak terganjal oleh oposisi Demokrat.
“Filibuster merugikan Partai Republik,” tegas Trump.
“Kita Bisa Lakukan Segalanya”
Trump berargumen bahwa penghapusan aturan kuno ini akan membuka pintu lebar bagi reformasi besar. Jika Kongres menyingkirkan filibuster, partai mayoritas bisa meloloskan undang-undang hanya dengan suara mayoritas sederhana (51 suara), bukan 60 suara supermayoritas.
“Anda bisa melakukan segalanya. Anda bisa membuat layanan kesehatan yang hebat jika Anda menyingkirkan filibuster,” janji Trump.
Saat ini, Partai Republik memegang kendali tipis di Senat dengan 53 kursi berbanding 47 kursi milik Demokrat. Oleh karena itu, mereka memiliki sedikit ruang gerak untuk kehilangan anggota atau meloloskan rancangan undang-undang (RUU) tanpa dukungan lintas partai.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Mencegah “Shutdown” Pemerintah
Motivasi Trump tidak hanya soal legislasi jangka panjang. Justru, ada tujuan yang lebih mendesak: mencegah penutupan pemerintahan (government shutdown).
“Jika Anda menyingkirkan filibuster, Anda tidak akan mengalami shutdown,” ujarnya.
Sebelumnya, Trump pernah menyerukan hal serupa pada Oktober lalu. Kala itu, Republikan menolak tantangan tersebut. Akibatnya, terjadi kebuntuan panjang dengan Demokrat terkait biaya kesehatan yang melumpuhkan pemerintah selama 43 hari.
Kini, dengan waktu tersisa 10 bulan sebelum pemilihan paruh waktu (midterm elections), tekanan waktu mungkin akan mengubah kalkulasi politik para senator Republik.
Strategi Ekonomi: “Pricing” vs “Affordability”
Di luar manuver Senat, Trump juga menyiapkan strategi narasi untuk pemilu mendatang. Ia yakin isu ekonomi akan menjadi medan pertempuran utama.
Trump memperkenalkan istilah “penetapan harga” (pricing) sebagai alternatif tandingan bagi istilah “keterjangkauan” (affordability) yang sering digunakan Demokrat. Meskipun artinya serupa, Trump menganggap istilah lawannya sebagai “tipuan” (hoax).
“Ini akan tentang kesuksesan negara kita. Ini akan tentang harga. Karena, Anda tahu, mereka memberi kita harga tinggi, dan kami menurunkannya,” klaim Trump percaya diri.
Komentar ini muncul menyusul dua laporan ekonomi positif. Inflasi mulai mendingin dan ekonomi tumbuh lebih cepat dari perkiraan. Namun, jajak pendapat masih menunjukkan bahwa konsumen Amerika merasa tidak aman dan pesimis secara ekonomi.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia




















