Trump Perintahkan Rilis Dokumen Alien: Tuduh Obama Bocorkan Rahasia Area 51

Jumat, 20 Februari 2026 - 16:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Misteri ruang angkasa. Presiden Donald Trump memerintahkan Pentagon untuk membuka dokumen rahasia mengenai alien dan UFO guna menjawab rasa penasaran publik yang sangat besar. Dok: Istimewa.

Misteri ruang angkasa. Presiden Donald Trump memerintahkan Pentagon untuk membuka dokumen rahasia mengenai alien dan UFO guna menjawab rasa penasaran publik yang sangat besar. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Presiden Donald Trump mengambil langkah mengejutkan dengan memerintahkan pembukaan arsip rahasia negara. Melalui unggahan di media sosial, Trump menginstruksikan rilis seluruh berkas terkait alien dan fenomena udara yang tidak teridentifikasi.

Trump menilai masalah ini memiliki tingkat kepentingan yang sangat tinggi bagi masyarakat. Oleh karena itu, ia memberikan perintah langsung kepada Kepala Pentagon, Pete Hegseth, untuk segera memulai proses tersebut. “Masalah ini sangat menarik dan penting untuk kita buka kepada publik,” tulis Trump.

Tuduhan terhadap Obama dan Rahasia Area 51

Perselisihan politik baru muncul saat Trump menuduh mantan Presiden Barack Obama melakukan kesalahan fatal. Trump mengklaim Obama telah membocorkan informasi rahasia saat berbicara mengenai alien dalam sebuah wawancara.

Padahal, dalam wawancara podcast bersama Brian Tyler Cohen, Obama justru menepis teori konspirasi populer. Obama menegaskan bahwa alien tidak menghuni fasilitas bawah tanah di Area 51, Nevada. Namun demikian, Trump tetap bersikeras bahwa pernyataan Obama tersebut melanggar protokol keamanan nasional. Akibatnya, perdebatan mengenai batas keterbukaan informasi pejabat tinggi kini kembali memanas di Washington.

Baca Juga :  Mencuri Bintang: Bahaya Polusi Cahaya yang Terlupakan

Standar Statistik Obama vs Kebijakan Trump

Obama memberikan penjelasan rasional mengenai keyakinannya terhadap kehidupan luar angkasa. Menurutnya, luas alam semesta secara statistik memungkinkan adanya kehidupan di planet lain. Meskipun begitu, ia menyatakan tidak pernah melihat bukti fisik mengenai kontak alien selama masa jabatannya.

Di sisi lain, Trump sendiri mengakui bahwa ia belum melihat bukti kuat mengenai keberadaan alien. “Saya tidak tahu apakah mereka nyata atau tidak,” ujar Trump saat menanggapi pertanyaan wartawan di Georgia. Walaupun demikian, ia berkomitmen untuk membiarkan publik menilai sendiri data yang selama ini tersimpan dalam arsip militer Amerika Serikat.

Baca Juga :  Perjanjian New START Berakhir, Rusia Hadapi Ancaman Baru

Realitas Penyelidikan Pentagon dan Arsip Nasional

Upaya deklasifikasi ini menghadapi tantangan dari catatan resmi militer sebelumnya. Pada tahun 2022, pemimpin senior militer menyatakan tidak ada bukti yang menunjukkan kunjungan alien ke Bumi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selanjutnya, laporan Pentagon tahun 2024 mempertegas kesimpulan tersebut. Penyelidik menemukan bahwa mayoritas penampakan UFO sebenarnya merupakan objek atau fenomena alam biasa yang masyarakat salah identifikasi. Namun, situs web Administrasi Arsip dan Catatan Nasional (NARA) mengonfirmasi memiliki banyak koleksi terkait UFO. Pada akhirnya, rilis dokumen ini akan menjadi ujian bagi transparansi pemerintah Trump di tengah tingginya minat global terhadap misteri luar angkasa.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kreasi Minuman Segar Tanpa Gula Berlebih untuk Berbuka
Krisis Kesatuan Kanada: Alberta Gelar Referendum Batasi Imigran
Kronologi KA Bandara Soetta Tabrak Truk Trailer di Tangerang Terekam CCTV
Pemerintah Wacanakan Komnas HAM Punya Kewenangan Penyidikan Kasus HAM Berat
Begal Modus Pura-pura Diludahi di Cempaka Putih, Motor Pemuda Sukabumi Raib
Banjir Jakarta 20 Februari 2026: 168 RT Terendam, Kampung Melayu Capai 1,5 Meter
Tembok Ratapan: Saksi Bisu Peradaban dan Simbol Suci di Jantung Yerusalem
PM Sanae Takaichi Janjikan Pertumbuhan Agresif

Berita Terkait

Jumat, 20 Februari 2026 - 18:55 WIB

Kreasi Minuman Segar Tanpa Gula Berlebih untuk Berbuka

Jumat, 20 Februari 2026 - 18:45 WIB

Krisis Kesatuan Kanada: Alberta Gelar Referendum Batasi Imigran

Jumat, 20 Februari 2026 - 17:48 WIB

Kronologi KA Bandara Soetta Tabrak Truk Trailer di Tangerang Terekam CCTV

Jumat, 20 Februari 2026 - 17:31 WIB

Pemerintah Wacanakan Komnas HAM Punya Kewenangan Penyidikan Kasus HAM Berat

Jumat, 20 Februari 2026 - 17:15 WIB

Begal Modus Pura-pura Diludahi di Cempaka Putih, Motor Pemuda Sukabumi Raib

Berita Terbaru

Minuman hangat seperti wedang jahe, susu kunyit, dan teh jahe lemon yang meningkatkan imun tubuh saat musim hujan. (Posnews/Bluebird Provisions on Unsplash)

NETIZEN

Kreasi Minuman Segar Tanpa Gula Berlebih untuk Berbuka

Jumat, 20 Feb 2026 - 18:55 WIB

Otonomi vs Federasi. Premier Alberta Danielle Smith mengumumkan referendum untuk membatasi jumlah imigran guna mengurangi beban berat pada layanan publik dan infrastruktur provinsi. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Krisis Kesatuan Kanada: Alberta Gelar Referendum Batasi Imigran

Jumat, 20 Feb 2026 - 18:45 WIB