WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Presiden Donald Trump mengambil langkah mengejutkan dengan memerintahkan pembukaan arsip rahasia negara. Melalui unggahan di media sosial, Trump menginstruksikan rilis seluruh berkas terkait alien dan fenomena udara yang tidak teridentifikasi.
Trump menilai masalah ini memiliki tingkat kepentingan yang sangat tinggi bagi masyarakat. Oleh karena itu, ia memberikan perintah langsung kepada Kepala Pentagon, Pete Hegseth, untuk segera memulai proses tersebut. “Masalah ini sangat menarik dan penting untuk kita buka kepada publik,” tulis Trump.
Tuduhan terhadap Obama dan Rahasia Area 51
Perselisihan politik baru muncul saat Trump menuduh mantan Presiden Barack Obama melakukan kesalahan fatal. Trump mengklaim Obama telah membocorkan informasi rahasia saat berbicara mengenai alien dalam sebuah wawancara.
Padahal, dalam wawancara podcast bersama Brian Tyler Cohen, Obama justru menepis teori konspirasi populer. Obama menegaskan bahwa alien tidak menghuni fasilitas bawah tanah di Area 51, Nevada. Namun demikian, Trump tetap bersikeras bahwa pernyataan Obama tersebut melanggar protokol keamanan nasional. Akibatnya, perdebatan mengenai batas keterbukaan informasi pejabat tinggi kini kembali memanas di Washington.
Standar Statistik Obama vs Kebijakan Trump
Obama memberikan penjelasan rasional mengenai keyakinannya terhadap kehidupan luar angkasa. Menurutnya, luas alam semesta secara statistik memungkinkan adanya kehidupan di planet lain. Meskipun begitu, ia menyatakan tidak pernah melihat bukti fisik mengenai kontak alien selama masa jabatannya.
Di sisi lain, Trump sendiri mengakui bahwa ia belum melihat bukti kuat mengenai keberadaan alien. “Saya tidak tahu apakah mereka nyata atau tidak,” ujar Trump saat menanggapi pertanyaan wartawan di Georgia. Walaupun demikian, ia berkomitmen untuk membiarkan publik menilai sendiri data yang selama ini tersimpan dalam arsip militer Amerika Serikat.
Realitas Penyelidikan Pentagon dan Arsip Nasional
Upaya deklasifikasi ini menghadapi tantangan dari catatan resmi militer sebelumnya. Pada tahun 2022, pemimpin senior militer menyatakan tidak ada bukti yang menunjukkan kunjungan alien ke Bumi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selanjutnya, laporan Pentagon tahun 2024 mempertegas kesimpulan tersebut. Penyelidik menemukan bahwa mayoritas penampakan UFO sebenarnya merupakan objek atau fenomena alam biasa yang masyarakat salah identifikasi. Namun, situs web Administrasi Arsip dan Catatan Nasional (NARA) mengonfirmasi memiliki banyak koleksi terkait UFO. Pada akhirnya, rilis dokumen ini akan menjadi ujian bagi transparansi pemerintah Trump di tengah tingginya minat global terhadap misteri luar angkasa.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia





















