Skandal Video: Filipina Protes Keras Media Pemerintah China

Sabtu, 18 Juli 2026 - 22:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketegangan baru di Laut China Selatan. Pemerintah Filipina melayangkan protes keras setelah media pemerintah China menggambarkan warga Filipina sebagai monyet. Dok: Istimewa.

Ketegangan baru di Laut China Selatan. Pemerintah Filipina melayangkan protes keras setelah media pemerintah China menggambarkan warga Filipina sebagai monyet. Dok: Istimewa.

MANILA, POSNEWS.CO.ID – Hubungan diplomatik antara Filipina dan China kembali memanas.

Pemerintah Manila mengecam keras visualisasi rasis dari media Beijing.

Protes keras ini merespons unggahan video animasi media pemerintah China.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Video tersebut menggambarkan warga Filipina sebagai seekor kera.

Penggambaran Rasis pada Video Animasi

Media China Daily mengunggah animasi tersebut pada pekan lalu.

Video tersebut fokus menyerang keputusan arbitrase Laut China Selatan.

Baca Juga :  Ottawa Ancam Regulasi Ketat Jika OpenAI Gagal Tingkatkan Protokol Keamanan

Animasi menampilkan seekor monyet mengenakan pakaian tradisional Filipina.

Monyet tersebut memegang kertas keputusan arbitrase tahun 2016.

Dua tangan bersimbol AS dan Jepang melempar monyet tersebut.

Kapal patroli China kemudian menembakkan meriam air ke arahnya.

Takarir video menyebut politisi Filipina hanya menjadi pion asing.

Tuntutan Penghapusan Konten dan Pemanggilan Duta Besar

Kementerian Luar Negeri Filipina segera memanggil Duta Besar Jing Quan.

Wakil Menteri Luar Negeri Leo Herrera-Lim memimpin pertemuan tersebut.

Herrera-Lim menuntut media segera menghapus video rasis tersebut.

Filipina menilai video tersebut melanggar batas debat politik sehat.

Baca Juga :  Drone Iran Hantam Kedubes AS di Riyadh Saat Israel Invasi Lebanon Selatan

Kedutaan Besar Filipina di Beijing juga mengirim surat protes.

Mereka mendesak pemimpin redaksi China Daily menarik konten itu.

Sikap Dingin Beijing dan Klaim Arbitrase

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian memberikan tanggapan.

Lin menyebut video tersebut bukan sikap resmi pemerintah Beijing.

Namun ia menegaskan penolakan China terhadap keputusan arbitrase 2016.

China menganggap keputusan hukum di Den Haag sebagai lelucon.

Filipina justru memperingati keputusan tersebut sebagai kemenangan hukum internasional.

Amerika Serikat dan Uni Eropa mendukung penuh posisi hukum Manila.

Sengketa wilayah ini juga melibatkan Malaysia, Vietnam, dan Brunei.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PM Yunani Janjikan Pemangkasan Pajak dan Kenaikan Gaji
Sony Perkenalkan DualSense GTA 6 Limited Edition
AS Serang Tiga Kapal Tanker Minyak Iran usai Rudal IRGC
Putin Temui Utusan AS Witkoff dan Kushner di Kremlin
USS Abraham Lincoln Tinggalkan Thailand Usai Kunjungan
Takaichi Bantah Revisi UU Rumah Kekaisaran Halangi Suksesi
Petugas Imigrasi AS Didakwa Berbohong soal Penembakan Warga
Andy Burnham dan Macron Gelar Pertemuan Resmi Pertama

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 17:25 WIB

PM Yunani Janjikan Pemangkasan Pajak dan Kenaikan Gaji

Minggu, 6 September 2026 - 15:00 WIB

Sony Perkenalkan DualSense GTA 6 Limited Edition

Minggu, 6 September 2026 - 14:45 WIB

AS Serang Tiga Kapal Tanker Minyak Iran usai Rudal IRGC

Minggu, 6 September 2026 - 14:14 WIB

Putin Temui Utusan AS Witkoff dan Kushner di Kremlin

Minggu, 6 September 2026 - 13:30 WIB

USS Abraham Lincoln Tinggalkan Thailand Usai Kunjungan

Berita Terbaru

PM Yunani Kyriakos Mitsotakis janjikan pemangkasan pajak dan kenaikan gaji jelang pemilu, di tengah protes buruh atas biaya hidup tinggi. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

PM Yunani Janjikan Pemangkasan Pajak dan Kenaikan Gaji

Minggu, 6 Sep 2026 - 17:25 WIB

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi. (Posnews/NET)

DAERAH

Penumpang Merak-Bakauheni Turun Imbas Erupsi Anak Krakatau

Minggu, 6 Sep 2026 - 16:39 WIB