POSNEWS.CO.ID, JAKARTA — Co-CEO CD Projekt Red, Michał Nowakowski, buka suara soal kenaikan harga konsol dan potensi tertundanya konsol generasi berikutnya akibat krisis RAM atau yang dikenal sebagai “RAMaggedon”. Dalam wawancara dengan The Game Business pada 1 September, Nowakowski mengaku tidak khawatir kenaikan harga konsol akan memengaruhi penjualan game CDPR.
Konsol Tetap Penting untuk Jangkau Gamer Kasual
Menurut Nowakowski, konsol tetap diperlukan untuk memperluas audiens di level kasual maupun semi-kasual. Ia menegaskan pentingnya perangkat yang mudah dicolok dan langsung digunakan untuk bermain game.
Nowakowski menyatakan dirinya sangat yakin industri konsol akan mampu melewati masa sulit ini. Menurutnya, harga memang menjadi tantangan nyata. Sementara itu, ia mengaku sudah mendengar berbagai rumor soal tertundanya konsol generasi berikutnya, meski belum bisa memastikan kebenarannya.
Konten Jadi Prioritas Utama, Bukan Platform
Nowakowski juga mengaku tidak terlalu khawatir dengan kemungkinan penundaan tersebut. Baginya, cara CDPR menjangkau gamer sedikit tidak relevan. Menurutnya, konten tetap menjadi faktor yang paling penting, apa pun platform yang pemain gunakan untuk mengaksesnya.
“Konten adalah raja. Jika kontennya tepat, orang akan mencari cara untuk memainkannya,” ujar Nowakowski. Ia menambahkan bahwa CDPR akan tetap hadir di platform apa pun yang gamer mainkan saat peluncuran, entah itu PS5 maupun Xbox Series X/S. Perusahaan pun akan mencari model bisnis yang tetap menguntungkan sekaligus nyaman bagi pemain.
Menurut Nowakowski, tim pengembang tentu selalu menginginkan perangkat keras sekuat mungkin agar bisa menampilkan kualitas terbaik. Meski begitu, ia menegaskan timnya tetap realistis. Jika konsol generasi berikutnya benar-benar tertunda, sejumlah ide pengembangan mungkin harus ditunda untuk sementara waktu. Ia menambahkan bahwa perusahaan akan menyesuaikan diri, dan dari sisi bisnis, CDPR tetap tidak khawatir karena konsol akan terus bertahan.
Pernyataan Ini Muncul di Tengah Kekhawatiran Soal Masa Depan Konsol Fisik
Pernyataan terakhir Nowakowski inilah yang justru menarik perhatian para gamer. Pasalnya, Sony baru saja mengambil keputusan besar menghentikan produksi cakram game fisik mulai Januari 2028. Akibatnya, banyak penggemar khawatir konsol fisik lambat laun akan punah, terutama jika merek besar lain seperti Xbox atau bahkan Nintendo mengikuti langkah serupa.
Meski begitu, CDPR tetap yakin konsol akan bertahan selama gamer masih ingin menggunakannya. Keyakinan ini sejalan dengan reaksi keras banyak pemain terhadap visi PlayStation menuju era serba digital.
CDPR Terus Bangun Kepercayaan Gamer
Belakangan, CDPR memang tengah mendapat citra positif di mata gamer. Perusahaan bahkan turun tangan membantu seorang developer game indie yang peralatannya dicuri saat gamescom, dengan menawarkan sejumlah bantuan perlengkapan.
Selain itu, CDPR juga memastikan tetap menyediakan versi fisik untuk gamer yang ingin membeli The Witcher 4. Komitmen ini tetap berlaku meski game tersebut kemungkinan rilis setelah batas waktu penghentian cakram fisik yang PlayStation tetapkan.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia















