Uni Eropa Paksa Google Buka Sistem Android dan Bagi Data

Senin, 20 Juli 2026 - 06:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Langkah berani Komisi Eropa. Aturan baru memaksa Google berbagi data pencarian serta membuka akses Android bagi AI pesaing Gemini. Dok: Istimewa.

Langkah berani Komisi Eropa. Aturan baru memaksa Google berbagi data pencarian serta membuka akses Android bagi AI pesaing Gemini. Dok: Istimewa.

BRUSSEL, POSNEWS.CO.ID – Komisi Eropa merilis dua aturan baru untuk Google.

Kebijakan ini memaksa Google membagikan data pencarian secara adil.

Google juga harus membuka sistem operasi Android bagi kompetitor.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Langkah berani ini bertujuan menekan dominasi raksasa teknologi tersebut.

Komisi Eropa ingin mendukung inovasi kecerdasan buatan (AI) lokal.

Alternatif Baru untuk Google Search dan Gemini

Pihak berwenang menuntut keadilan akses pada ponsel pintar Android.

Baca Juga :  UBTech Resmi Rilis Robot Humanoid Pendamping U1

Wakil Presiden Eksekutif Komisi Eropa Henna Virkkunen memimpin pengumuman ini.

Virkkunen mengharapkan kemunculan alternatif baru untuk Google Search.

Pengguna juga berhak memilih asisten kecerdasan buatan selain Gemini.

Brussel kini memimpin regulasi teknologi global melawan para raksasa.

Aturan ini menyasar perusahaan penjaga gerbang seperti Google dan TikTok.

Integrasi AI Pesaing dan Pembagian Data 2027

Komisi Eropa menemukan ketimpangan fungsional pada sistem Android saat ini.

AI pihak ketiga tidak berjalan seoptimal asisten bawaan Gemini.

Kini, Google wajib mengizinkan aktivasi suara bagi AI kompetitor.

Baca Juga :  iPhone 17e, Standar Baru Ponsel Entry-Level Apple di Tahun 2026

AI pesaing juga harus mampu memesan restoran lewat aplikasi.

Aturan baru mewajibkan pembagian data pencarian mulai Januari 2027.

Google harus menyerahkan data pencarian samaran kepada para pesaing.

Keberatan Google dan Bayang-Bayang Sanksi Trump

Presiden Urusan Global Google Kent Walker melayangkan protes keras.

Walker menilai aturan baru ini mengancam privasi para pengguna.

Perusahaan luar berpotensi melihat riwayat pencarian pribadi secara bebas.

Langkah ini juga membahayakan rahasia dagang dan keamanan nasional.

Sebelumnya, Presiden Donald Trump mengecam keras aturan ketat Eropa.

Namun, Komisi Eropa tetap memaksakan implementasi aturan baru ini.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Texting Thumb: Kebiasaan doomscrolling Mengancam Kesehatan Jari
Warga Jepang Protes Pembangunan Data Center Raksasa
Startup China Moonshot Rilis Model AI Kimi K3 Terkuat
Fujitsu dan Nvidia Duet Ciptakan Robot AI Fisik Atasi Krisis
TSMC Tambah Investasi Raksasa 100 Miliar Dolar di Amerika
Uni Eropa Terima Rencana Elon Musk Atasi Pelanggaran Konten X
Nvidia dan Kawasaki Duet Ciptakan Robot AI Galangan Kapal
Keputusan Sony Hapus Game Fisik PlayStation Tidak Terbendung

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 08:30 WIB

Texting Thumb: Kebiasaan doomscrolling Mengancam Kesehatan Jari

Senin, 20 Juli 2026 - 08:00 WIB

Warga Jepang Protes Pembangunan Data Center Raksasa

Senin, 20 Juli 2026 - 07:30 WIB

Startup China Moonshot Rilis Model AI Kimi K3 Terkuat

Senin, 20 Juli 2026 - 06:30 WIB

Fujitsu dan Nvidia Duet Ciptakan Robot AI Fisik Atasi Krisis

Senin, 20 Juli 2026 - 06:00 WIB

Uni Eropa Paksa Google Buka Sistem Android dan Bagi Data

Berita Terbaru

Ketidakpastian ekonomi di Tokyo. Perdana Menteri Sanae Takaichi memegang kendali penuh kebijakan pajak menyusul kegagalan konsensus parlemen. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Parlemen Jepang Gagal Sepakati Pemotongan Pajak Makanan

Senin, 20 Jul 2026 - 22:25 WIB

Langkah taktis diplomasi Asia Tenggara. KTT ASEAN di Manila menyoroti dampak eskalasi perang Amerika Serikat-Iran serta krisis politik Myanmar. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Menlu ASEAN Kumpul Bahas Tensi Hormuz dan South China Sea

Senin, 20 Jul 2026 - 21:17 WIB