Uni Eropa Terima Rencana Elon Musk Atasi Pelanggaran Konten X

Minggu, 19 Juli 2026 - 21:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Langkah taktis di Brussel. Uni Eropa menyetujui komitmen perbaikan dari platform X milik Elon Musk guna mengatasi sanksi denda konten digital. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Langkah taktis di Brussel. Uni Eropa menyetujui komitmen perbaikan dari platform X milik Elon Musk guna mengatasi sanksi denda konten digital. Dok: Istimewa.

BRUSSEL, POSNEWS.CO.ID – Komisi Eropa menerima rencana perbaikan dari platform sosial X.

Langkah ini bertujuan menyelesaikan sanksi denda konten digital sebelumnya.

Pihak berwenang mengenakan denda sebesar 120 juta euro kepada X.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Nilai sanksi tersebut mencapai 138 juta dolar AS.

Pelanggaran Transparansi dan Fitur Centang Biru

Komisi Eropa menjatuhkan hukuman denda pada Desember 2025 lalu.

Platform X melanggar kewajiban transparansi informasi bagi publik.

Elon Musk mengubah sistem centang biru menjadi penanda akun berbayar.

Sistem ini mengelabui pengguna mengenai keaslian akun terverifikasi.

X juga membatasi akses data publik bagi para peneliti independen.

Baca Juga :  Benteng di Bawah Ballroom: Proyek East Wing White House Senilai $400 Juta

Hukuman ini menjadi sanksi pertama di bawah Undang-Undang DSA.

Janji Elon Musk Tingkatkan Akses Peneliti

Manajemen X menawarkan berbagai langkah perbaikan kepada Uni Eropa.

Mereka berjanji meningkatkan akses data bagi para peneliti eksternal.

X juga membuka akses informasi mengenai konten iklan secara cepat.

Platform kini mengubah label centang biru menjadi akun premium.

Juru bicara Komisi Eropa Thomas Regnier memuji langkah taktis tersebut.

Regnier menilai rencana ini membawa arah perubahan yang sangat baik.

Masyarakat kini bisa mengawasi sistem kerja platform X secara transparan.

Audit Independen dan Banding Hukum Elon Musk

X memiliki waktu enam bulan guna menerapkan seluruh komitmen perbaikan.

Lembaga audit independen akan mengawasi pelaksanaan langkah perbaikan tersebut.

Persetujuan rencana ini tidak membatalkan proses banding hukum dari X.

Elon Musk mengajukan banding resmi pada bulan Februari lalu.

Baca Juga :  Nvidia Naikkan Investasi di Taiwan hingga USD 150 Miliar

Ia menolak membayar denda atas tuduhan pelanggaran konten tersebut.

Kecaman Donald Trump Terhadap Sensor Eropa

Pemerintah Amerika Serikat mengecam keras kebijakan ketat Uni Eropa tersebut.

Presiden Donald Trump melabeli denda tersebut sebagai aksi sensor sepihak.

Departemen Luar Negeri AS bahkan menjatuhkan sanksi bagi pejabat Eropa.

Sanksi menyasar mantan Komisaris Uni Eropa Thierry Breton.

Hubungan diplomatik kedua wilayah kini memanas akibat perang regulasi teknologi.

Investigasi Lanjutan Mengenai Chatbot Grok

Penyelidik Uni Eropa belum menutup seluruh investigasi terhadap platform X.

Otoritas menggelar penyelidikan baru pada awal tahun ini.

Kasus menyasar teknologi kecerdasan buatan Grok milik Elon Musk.

Grok memproduksi gambar manipulasi seksual yang menyerang kaum perempuan.

Sistem AI tersebut juga menghasilkan konten palsu yang menyasar anak-anak.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Respawn Hentikan Dukungan Apex Legends di Nintendo
MSI Rilis Seri DRACO EPIC EDITION Sambut Ulang Tahun
Harga GPU GIGABYTE di Jepang Melonjak 40%
Capcom Menguji Monster Hunter Wilds di Nintendo Switch 2
Model AI Serang Situs Web Secara Mandiri
Anthropic Tunjuk Mariano-Florentino Cuéllar Sebagai Pejabat
Dell Rilis Trio Alienware 16X Aurora, Area-51 16, dan Area-51
Apple Tunjuk Samsung Display Garap Panel MacBook OLED

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 17:20 WIB

Respawn Hentikan Dukungan Apex Legends di Nintendo

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 15:59 WIB

MSI Rilis Seri DRACO EPIC EDITION Sambut Ulang Tahun

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 14:12 WIB

Harga GPU GIGABYTE di Jepang Melonjak 40%

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 12:19 WIB

Capcom Menguji Monster Hunter Wilds di Nintendo Switch 2

Kamis, 6 Agustus 2026 - 16:12 WIB

Model AI Serang Situs Web Secara Mandiri

Berita Terbaru

Respawn Entertainment resmi menghentikan operasional Apex Legends di Nintendo Switch generasi pertama mulai Season 30 demi memaksimalkan potensi Nintendo Switch 2. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Respawn Hentikan Dukungan Apex Legends di Nintendo

Sabtu, 8 Agu 2026 - 17:20 WIB