JAKARTA, POSNEWS.CO.ID β Duka bencana di Sumatra makin dalam. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan penambahan 10 korban jiwa akibat rangkaian bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, Sabtu (3/1/2026).
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menegaskan seluruh korban tambahan berasal dari Kabupaten Aceh Utara. Total korban meninggal dunia kini tembus 1.167 orang.
βHari ini ada penambahan dari Aceh Utara. Total korban jiwa meninggal mencapai 1.167 orang,β ujar Abdul.
Namun, tragedi belum berakhir. Sebanyak 165 orang masih dinyatakan hilang dan terus dicari tim SAR gabungan di berbagai titik rawan.
Di sisi lain, 257.780 warga masih bertahan di pengungsian. Meski demikian, BNPB mencatat jumlah pengungsi mulai menurun 122.507 orang, seiring masifnya pembersihan dan pembukaan akses wilayah terdampak.
βIni menunjukkan progres pemulihan terus berjalan,β kata Abdul.
Polri Turunkan 86 Alat Berat, Buka Akses Terisolasi
Sementara itu, Polri tancap gas mempercepat pemulihan. Total 86 unit alat berat dan 18 dump truck dikerahkan ke Aceh, Sumbar, dan Sumut untuk membersihkan lumpur, membuka jalan, menormalkan sungai, hingga memulihkan fasilitas umum.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
- Di Aceh, sebanyak 27 alat berat bekerja non-stop membuka desa terisolasi dan membersihkan rumah warga.
- Di Sumatera Barat, 12 alat berat dan 10 dump truck fokus membuka akses nagari dan jalur logistik.
- Sedangkan di Sumatera Utara, 47 alat berat diterjunkan untuk menyingkirkan longsor dan lumpur di kawasan padat penduduk.
Karo Penmas Divisi Humas Polri Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan, Polri tidak akan mundur sebelum seluruh akses benar-benar pulih.
βKami tidak akan berhenti sampai masyarakat bisa kembali hidup normal,β tegas Trunoyudo.
Bencana belum usai. Korban masih bertambah. Aparat terus berpacu dengan waktu demi menyelamatkan Sumatra dari luka yang belum kering.
Penulis : Hadwan
Editor : Hadwan





















