Video Viral, Siswa SMK Bekasi Dipukul Kakak Kelas hingga Rahang Patah

Kamis, 18 September 2025 - 15:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi penganiayaan terhadap asisten rumah tangga di Jakarta Utara.  (Posnews/Ist)

Ilustrasi penganiayaan terhadap asisten rumah tangga di Jakarta Utara. (Posnews/Ist)

BEKASI, POSNEWS.CO.ID Seorang siswa berinisial AAI (16) diduga dianiaya oleh 10 kakak kelasnya di sebuah SMK di Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, hingga mengalami patah tulang rahang.

Video yang beredar di media sosial menampilkan korban jongkok di lapangan sekolah dan dipukul secara bergantian oleh kakak kelas. Akibatnya, korban mengalami luka serius yang membutuhkan penanganan medis segera.

Akibat penganiayaan, rahang kiri korban patah, sehingga keluarga segera membawa korban menjalani operasi. Hingga kini, korban masih dirawat intensif di rumah sakit untuk pemulihan.

Baca Juga :  Dua Polisi Yanma Mabes Polri Dipecat, Terseret Pengeroyokan Matel Tewas di Kalibata

Kapolsek Cikarang Barat, AKP Tri Bintang Baskoro, membenarkan insiden tersebut. Ia menjelaskan, orang tua korban melaporkan kasus ini ke Polsek pada 4 September 2025.

Laporan sudah diterima dan saat ini kami masih menyelidiki kasus ini,” ujar Bintang, Kamis (18/9/2025).

Kronologi Perundungan

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Bintang, penganiayaan terjadi pada Selasa (2/9) pukul 11.30 WIB di lapangan sekolah. Polisi telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk ayah korban, guru BK, dan tiga terduga pelaku.

Kejadian bermula saat korban berfoto bersama seorang siswi memakai seragam sekolah, yang kemudian diketahui oleh kakak kelasnya.

Baca Juga :  Personel Polisi Papua Berbaur dengan Anak-Anak, Bagikan Makanan Ringan dan Main Bersama

Kakak kelas menilai korban melanggar aturan sekolah yang melarang foto bersama siswi memakai seragam,” jelas Bintang.

Selanjutnya, kakak kelas membawa korban ke lapangan tempat tongkrongan mereka, tidak jauh dari sekolah. Di lokasi tersebut, korban mengalami kekerasan fisik.

Setelah kejadian, korban, temannya, dan para pelaku kembali ke area sekolah. Polisi terus mendalami kasus ini untuk menentukan langkah hukum berikutnya. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

TNI Selidiki Dugaan Keterlibatan Prajurit dalam Kasus Air Keras Aktivis KontraS
BMKG Ingatkan Cuaca Ekstrem di Kota Besar Hari Ini, Hujan Lebat Mengguyur Seharian
Matinya Diplomasi Rahasia? Dampak Kebocoran Data Intelijen terhadap Hubungan Bilateral
Mudik 2026: Wakapolri Ungkap Puncak Arus dan Strategi Pengamanan di Merak-Bakauheni
Nasionalisme Vaksin dan Kesenjangan Kesehatan: Pelajaran dari Pandemi untuk Masa Depan
Wakapolda Metro Jaya Cek Pos Bandara Soetta, Layanan Gratis Pindah Terminal Mudik 2026
Pengamanan Ketat di Cikunir, Polisi Siap Hadapi Lonjakan Arus Mudik Lebaran 2026
Efek Konflik Timur Tengah, ASN Jakarta Bakal WFH untuk Tekan Konsumsi BBM

Berita Terkait

Rabu, 18 Maret 2026 - 04:47 WIB

TNI Selidiki Dugaan Keterlibatan Prajurit dalam Kasus Air Keras Aktivis KontraS

Rabu, 18 Maret 2026 - 03:48 WIB

BMKG Ingatkan Cuaca Ekstrem di Kota Besar Hari Ini, Hujan Lebat Mengguyur Seharian

Selasa, 17 Maret 2026 - 21:31 WIB

Matinya Diplomasi Rahasia? Dampak Kebocoran Data Intelijen terhadap Hubungan Bilateral

Selasa, 17 Maret 2026 - 20:44 WIB

Mudik 2026: Wakapolri Ungkap Puncak Arus dan Strategi Pengamanan di Merak-Bakauheni

Selasa, 17 Maret 2026 - 20:30 WIB

Nasionalisme Vaksin dan Kesenjangan Kesehatan: Pelajaran dari Pandemi untuk Masa Depan

Berita Terbaru