JAKARTA, POSNEWS.CO.ID — Pengusutan kematian Sutrimo, pria yang disebut sebagai Kepala Rumah Tangga (Karumga) eks Jampidsus Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah, memasuki fase baru.
Polda Metro Jaya resmi mengambil alih penanganan perkara dan menaikkan status kasus ke tahap penyidikan, sebuah langkah yang menunjukkan bahwa penyidik menilai terdapat dugaan tindak pidana yang perlu didalami lebih lanjut.
Keputusan tersebut diambil setelah penyidik menggabungkan hasil penyelidikan Polresta Banyumas dan Ditreskrimum Polda Metro Jaya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami sudah meningkatkan ke proses penyidikan,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol. Iman Imanuddin, Senin (10/8/2026).
Fokus Ungkap Penyebab Kematian
Polda Metro Jaya kini memusatkan perhatian pada penyebab pasti kematian Sutrimo.
Penyidikan dilakukan setelah keluarga korban menyampaikan dugaan bahwa kematian tersebut tidak berlangsung secara wajar.
Iman menegaskan bahwa tim penyidik akan mengungkap perkara ini berdasarkan fakta hukum, alat bukti, dan hasil pemeriksaan forensik, bukan berdasarkan informasi yang beredar di ruang publik.
Ekshumasi Jadi Langkah Kunci
Polisi menjadwalkan ekshumasi makam Sutrimo di Banyumas, Jawa Tengah, pada Rabu, 12 Agustus 2026.
“Insya Allah hari Rabu, lusa, kami akan melakukan ekshumasi di Banyumas,” ujar Iman.
Ekshumasi akan menjadi salah satu tahapan penting dalam penyidikan karena diharapkan dapat menjelaskan penyebab kematian secara medis dan forensik.
Laporan Keluarga dan Ormas Memicu Perkembangan Kasus
KPI melaporkan kasus ini ke Bareskrim Polri pada 7 Agustus 2026, sementara keluarga Sutrimo melapor ke Polresta Banyumas pada 8 Agustus 2026.Ditemukan Tak Sadarkan Diri di Depan Klinik
Sutrimo ditemukan tidak sadarkan diri pada Kamis (23/7/2026) di halaman Klinik Mordent, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Korban kemudian dibawa ke RS Muhammadiyah Taman Puring dan dinyatakan meninggal dunia.
Hingga kini, belum ada tersangka yang ditetapkan. Peningkatan status ke penyidikan dan rencana ekshumasi menunjukkan polisi serius mengungkap penyebab kematian Sutrimo. **
Editor : Hadwan













