Alarm Keamanan Jepang: Warga Asing Borong 3.500 Properti Dekat Fasilitas Militer, China Mendominasi

Selasa, 16 Desember 2025 - 18:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Tokyo siaga! Ribuan properti dekat pangkalan militer jatuh ke tangan asing, separuhnya dibeli warga China. Pemerintah perketat aturan transparansi mulai 2026. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Tokyo siaga! Ribuan properti dekat pangkalan militer jatuh ke tangan asing, separuhnya dibeli warga China. Pemerintah perketat aturan transparansi mulai 2026. Dok: Istimewa.

TOKYO, POSNEWS.CO.ID – Isu keamanan nasional kembali menjadi sorotan utama di Jepang. Sebuah studi pemerintah terbaru mengungkap data yang meresahkan terkait kepemilikan properti oleh warga asing di lokasi-lokasi sensitif.

Total 3.498 properti di sekitar fasilitas keamanan kritis dan pulau-pulau terpencil telah berpindah tangan kepada individu atau entitas asing sepanjang tahun fiskal 2024. Yang mengejutkan, hampir separuh dari pembeli tersebut berasal dari China.

Fakta ini memicu kekhawatiran di kalangan pejabat pertahanan. Pasalnya, properti-properti tersebut berada dalam radius 1 kilometer dari lokasi strategis yang diawasi ketat oleh negara.

Dominasi Pembeli China

Data survei merinci bahwa warga asing mengakuisisi 1.744 bidang tanah dan 1.754 bangunan di 37 prefektur. Pembelian ini terjadi di sekitar 583 lokasi yang ditetapkan sebagai “area yang dipantau” atau “area dipantau khusus”.

China menduduki peringkat teratas dengan 1.674 akuisisi. Jumlah ini jauh melampaui negara lain. Taiwan menyusul di posisi kedua dengan 414 properti, diikuti Korea Selatan (378) dan Amerika Serikat (211).

Baca Juga :  One Way Nasional Mudik 2026 Segera Berakhir, Korlantas: Arus Lalu Lintas Mulai Landai

Banyak dari properti ini berupa apartemen atau kondominium di wilayah Tokyo Raya. Tampaknya, motif investasi menjadi pendorong utama bagi para pembeli China.

Namun, lokasi pembelian menimbulkan tanda tanya. Di Tokyo, yang mencatat angka tertinggi dengan 1.558 akuisisi, beberapa properti terletak di sekitar Sekolah Layanan Medis Pasukan Bela Diri Darat dan Pusat Penelitian Sistem Angkatan Laut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemerintah Perketat Aturan 2026

Merespons tren ini, pemerintahan Perdana Menteri Sanae Takaichi bergerak cepat. Mereka mengumumkan rencana pengetatan aturan transparansi mulai April 2026.

Nantinya, korporasi yang ingin mengakuisisi lahan hutan atau properti vital wajib mengungkapkan kebangsaan pimpinan mereka dalam formulir pendaftaran. Begitu pula dengan individu yang membeli kawasan hutan, mereka harus menyertakan informasi kewarganegaraan secara jelas.

Baca Juga :  Washington Tolak Tenggat Waktu Saat Ancaman Serangan Militer ke Iran Capai 90 Persen

Menteri yang membidangi Keamanan Ekonomi, Kimi Onoda, menegaskan komitmen pemerintah. “Kami akan menyelidiki situasi ini dengan mantap dan mengambil semua langkah untuk menggagalkan tindakan yang menghambat fungsi properti tersebut,” tegas Onoda dalam konferensi pers, Selasa (16/12/2025).

Belum Ada Pelanggaran, Tapi Waspada

Meskipun jumlah pembelian melonjak tajam dibandingkan tahun sebelumnya (371 properti), pemerintah mencatat belum ada kasus pelanggaran yang memerlukan peringatan atau perintah penghentian penggunaan.

Lonjakan angka ini sebagian besar karena pemerintah memperluas cakupan survei hingga tujuh kali lipat. Kendati demikian, pemerintah tetap waspada penuh.

Langkah ini merupakan upaya strategis Tokyo untuk memetakan skala kepemilikan asing di tanah airnya. Tujuannya, mereka ingin mencegah potensi spionase atau gangguan operasional terhadap fasilitas pertahanan vital di masa depan.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Trump Rombak Kabinet di Tengah Tekanan Perang dan Skandal Epstein
Brimob Gagalkan Tawuran di Bekasi, 2 Remaja Ditangkap
Perantau Kejar Mimpi di Jakarta: Kisah Hasibuan, Ojol Ekspedisi Ingin Jadi Atlet Muay Thai
CCTV Gedung Wajib Terkoneksi Pemprov DKI, Jakarta Menuju Kota Terintegrasi
Kuba Bebaskan 2.010 Tahanan di Tengah Tekanan Blokade Minyak AS
72 Siswa Keracunan MBG di Duren Sawit Jaktim, Spageti Diduga Penyebab
Peringatan Jumat Agung di Colosseum: Paus Leo Ingatkan Pemimpin Dunia soal Pertanggungjawaban Kekuasaan
Misteri Kematian al-Mousawi: Bahrain Dituding Gunakan Taktik Represi Arab Spring di Tengah Perang Iran

Berita Terkait

Sabtu, 4 April 2026 - 19:23 WIB

Trump Rombak Kabinet di Tengah Tekanan Perang dan Skandal Epstein

Sabtu, 4 April 2026 - 16:43 WIB

Brimob Gagalkan Tawuran di Bekasi, 2 Remaja Ditangkap

Sabtu, 4 April 2026 - 16:26 WIB

Perantau Kejar Mimpi di Jakarta: Kisah Hasibuan, Ojol Ekspedisi Ingin Jadi Atlet Muay Thai

Sabtu, 4 April 2026 - 15:26 WIB

CCTV Gedung Wajib Terkoneksi Pemprov DKI, Jakarta Menuju Kota Terintegrasi

Sabtu, 4 April 2026 - 14:42 WIB

Kuba Bebaskan 2.010 Tahanan di Tengah Tekanan Blokade Minyak AS

Berita Terbaru

Brimob Gagalkan Tawuran di Cikarang Bekasi, 2 Remaja Ditangkap. (Posnews/Ist)

HUKRIM

Brimob Gagalkan Tawuran di Bekasi, 2 Remaja Ditangkap

Sabtu, 4 Apr 2026 - 16:43 WIB

Ilustrasi, Momen kebebasan di Havana. Pemerintah Kuba membebaskan ribuan tahanan sebagai

INTERNASIONAL

Kuba Bebaskan 2.010 Tahanan di Tengah Tekanan Blokade Minyak AS

Sabtu, 4 Apr 2026 - 14:42 WIB