Washington Tolak Tenggat Waktu Saat Ancaman Serangan Militer ke Iran Capai 90 Persen

Kamis, 19 Februari 2026 - 15:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Jurang komunikasi di Gedung Putih. Di saat para jenderal militer menekankan profesionalisme, administrasi Trump justru menggunakan narasi agresif yang memicu kontroversi global. Dok: Istimewa.

Jurang komunikasi di Gedung Putih. Di saat para jenderal militer menekankan profesionalisme, administrasi Trump justru menggunakan narasi agresif yang memicu kontroversi global. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Pemerintah Amerika Serikat mengambil posisi diplomasi yang hati-hati namun mengancam terkait sengketa nuklir Iran. Gedung Putih secara resmi menolak penetapan tenggat waktu kaku bagi Teheran untuk menyelesaikan pembicaraan nuklir pada Rabu (18/2/2026).

Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, menegaskan bahwa diplomasi selalu menjadi opsi pertama bagi Presiden Donald Trump. Namun demikian, Leavitt memberikan peringatan keras bahwa terdapat banyak alasan dan argumen kuat yang dapat mendasari peluncuran serangan militer terhadap Iran jika kesepakatan tidak segera tercapai.

Menanti Proposal Tertulis Teheran

Laporan dari Reuters menyebutkan bahwa Iran berencana menyerahkan proposal tertulis mengenai cara menyelesaikan kebuntuan ini. Proposal tersebut merupakan tindak lanjut dari perundingan tidak langsung antara kedua negara di Jenewa baru-baru ini.

Pihak Washington memperkirakan Teheran akan memaparkan rincian posisi negosiasinya dalam beberapa pekan mendatang. Meskipun begitu, kesabaran di lingkungan internal Gedung Putih tampak semakin menipis seiring dengan meningkatnya aktivitas nuklir Iran yang petugas nilai sudah melewati ambang batas keamanan regional.

Peluang Serangan 90 Persen dan Kesiapan Militer

Ketegangan mencapai level baru setelah seorang penasihat senior Trump mengungkapkan estimasi risiko konflik. Berdasarkan laporan Axios, Gedung Putih kini bergerak semakin dekat menuju opsi tindakan militer. Penasihat tersebut menyebut terdapat “peluang 90 persen” serangan akan terjadi dalam hitungan minggu jika perundingan ini menemui kegagalan.

Operasi militer AS tersebut petugas prediksikan akan melibatkan kampanye udara skala besar yang berlangsung selama beberapa minggu. Fokus utamanya adalah menghancurkan program nuklir dan fasilitas rudal Iran. Bahkan, operasi ini kemungkinan besar akan terlaksana secara gabungan dengan pasukan Israel. Laporan media AS menyebutkan bahwa militer sudah dalam posisi siap tempur untuk melancarkan serangan paling cepat pada akhir pekan ini, meski keputusan final tetap berada di tangan Presiden Trump.

Baca Juga :  Buruh di Bekasi Gelar Apel Kebangsaan Hari ini, Desak Sahkan RUU Ketenagakerjaan

Israel Siaga Tinggi Menghadapi Perang

Di Yerusalem, otoritas Israel merespons situasi ini dengan meningkatkan status kewaspadaan nasional. Lembaga penyiaran negara, Kan, melaporkan bahwa pejabat senior Israel sedang menilai skenario konfrontasi yang bisa pecah “dalam waktu dekat”.

Oleh karena itu, Israel terus mempertahankan tingkat kesiapan tempur tertinggi. Mereka memperkirakan bahwa jika Amerika Serikat melancarkan serangan pembuka, situasi tersebut akan segera berkembang menjadi perang regional yang melibatkan berbagai front. Para pejabat di Washington melihat Trump kini semakin dekat untuk meluncurkan konfrontasi skala besar di Timur Tengah guna mengakhiri ancaman nuklir Iran secara permanen. Dunia internasional kini memantau dengan cemas apakah proposal tertulis dari Teheran mampu meredam mesin perang yang sudah siap bergerak tersebut.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Organisasi Lingkungan Menggugat Pemerintahan Trump Atas
Rusia Menghantam Jembatan Utama di Kyiv Dua Hari
Arab Saudi Merancang Serangan Militer Besar-Besaran
Korea Utara Meluncurkan Rudal Balistik Usai Menolak Permintaan
Identitas Ko-Pilot FlyDubai Terungkap Usai Serang Kapten
Sebuah Mobil Menabrak Kerumunan Warga di Newcastle Australia
Ko-Pilot Mencoba Menjatuhkan Pesawat Rute Dubai Tel Aviv
Amerika Serikat Mengirimkan 9.000 Prajurit dan Kapal Induk Ketiga

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 11:56 WIB

Organisasi Lingkungan Menggugat Pemerintahan Trump Atas

Minggu, 4 Oktober 2026 - 10:49 WIB

Rusia Menghantam Jembatan Utama di Kyiv Dua Hari

Minggu, 4 Oktober 2026 - 09:45 WIB

Arab Saudi Merancang Serangan Militer Besar-Besaran

Minggu, 4 Oktober 2026 - 08:40 WIB

Korea Utara Meluncurkan Rudal Balistik Usai Menolak Permintaan

Minggu, 4 Oktober 2026 - 07:37 WIB

Identitas Ko-Pilot FlyDubai Terungkap Usai Serang Kapten

Berita Terbaru

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto. (Posnews/Ist)

NASIONAL

Terungkap! PB Indra Kenz Dicabut, Proses Remisi Jadi Sorotan

Senin, 5 Okt 2026 - 19:46 WIB