JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Pemerintah resmi menggeber program pemberdayaan warga binaan lewat sektor peternakan.
Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemen Imipas) menggandeng Kementerian Pertanian serta Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Rakyat untuk memperkuat keterampilan peternakan di lembaga pemasyarakatan (lapas) seluruh Indonesia.
Kolaborasi ini ditegaskan melalui penandatanganan MoU di Stone Cafe Kembar, Kemang, Jakarta Selatan, Senin (6/4/2026).
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Jenderal Pol. (Purn) Agus Andrianto menegaskan, program ini bukan sekadar pelatihan, melainkan strategi besar menghadapi tantangan krisis global.
“Ketahanan pangan menjadi kunci negara maju. Karena itu, kita harus masuk ke mode bertahan dengan kolaborasi lintas sektor,” tegasnya.
Melalui program ini, warga binaan akan dibekali keterampilan beternak ayam, produksi telur, hingga pengelolaan protein hewani lain sebagai bekal setelah bebas.
Target Besar: 272 Ribu Warga Binaan Produktif
Dirjen Pemasyarakatan Irjen Pol Mashudi mengungkapkan, saat ini terdapat sekitar 272 ribu warga binaan di Indonesia. Kebutuhan konsumsi saja sudah sangat besar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Satu warga binaan butuh sekitar 18 butir telur per bulan. Jika dikelola sendiri melalui peternakan lapas, ini bisa jadi kekuatan ekonomi luar biasa,” ujarnya.
Artinya, program ini tidak hanya meningkatkan keterampilan, tetapi juga membuka peluang swasembada pangan di dalam lapas.
Sementara itu, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Agung Suganda menegaskan kesiapan pihaknya mendampingi program ini.
Menurutnya, kolaborasi ini akan mengawal seluruh proses, mulai dari penyediaan bibit, pelatihan, hingga distribusi hasil ternak.
“Kami dorong ekosistem peternakan tumbuh merata. Ini penting untuk menjaga pasokan dan menekan disparitas harga daging serta telur,” jelasnya.
Edukasi: Bekal Hidup Setelah Bebas
Ketua Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Rakyat Mulyadi Atma menilai program ini sebagai langkah strategis membangun ekonomi rakyat dari bawah.
Ia menegaskan, warga binaan tidak hanya dilatih, tetapi juga dipersiapkan menjadi pelaku usaha mandiri.
“Program ini membuka peluang kerja dan usaha setelah mereka kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Selain pemberdayaan ekonomi, program ini juga berdampak langsung pada peningkatan gizi warga binaan.
Pemerintah akan memperkuat konsumsi protein hewani melalui hasil peternakan sendiri, seperti ayam dan telur.
Dengan demikian, kualitas hidup warga binaan meningkat sekaligus menciptakan sistem ekonomi produktif di dalam lapas. (MR)
Editor : Hadwan



















