WFH Jumat Bukan Libur, Menkomdigi Tegaskan Layanan Publik Harus Tetap Maksimal

Selasa, 7 April 2026 - 08:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menkomdigi Meutya Hafid menyampaikan kebijakan WFH Jumat tetap produktif dan tidak mengganggu pelayanan publik.
(Posnews/Setpres)

Menkomdigi Meutya Hafid menyampaikan kebijakan WFH Jumat tetap produktif dan tidak mengganggu pelayanan publik. (Posnews/Setpres)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan, kebijakan work from home WFH tiap Jumat bukan hari libur.

Pegawai tetap harus bekerja normal, menjaga produktivitas, dan memastikan pelayanan publik tetap berjalan cepat tanpa kendala.

“WFH ini bukan libur. Tidak boleh menurunkan efektivitas, produktivitas, apalagi mengganggu pelayanan,” tegas Meutya, Selasa (7/4/2026).

WFH Harus Tetap Produktif dan Terukur

Meutya langsung mengingatkan, perubahan pola kerja harus diimbangi kinerja yang terukur. Artinya, meski bekerja dari rumah, pegawai tetap harus mencapai target yang sama seperti di kantor.

Baca Juga :  Polda Sulsel Tetapkan 29 Tersangka Kasus Pembakaran Gedung DPRD Sulsel dan DPRD Makassar

Selain itu, kebijakan ini dirancang untuk:

  • Menekan mobilitas pegawai
  • Meningkatkan efisiensi operasional
  • Mengurangi perjalanan dinas
  • Menghemat penggunaan kendaraan dinas
  • Mengalihkan anggaran ke program prioritas nasional

Lebih lanjut, Meutya meminta Kementerian Komunikasi dan Digital menjadi role model dalam penerapan kerja fleksibel berbasis teknologi.

“Kita harus jadi contoh bahwa kerja daring tetap bisa maksimal dan terukur,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dengan kata lain, transformasi digital bukan sekadar wacana, tetapi harus terbukti dalam kinerja nyata.

Hadapi Tantangan Global, Pegawai Diminta Solid

Di tengah tekanan global, Meutya juga mengingatkan seluruh jajaran agar tetap disiplin dan fokus. Ia menekankan pentingnya menjaga ritme kerja serta memperkuat kolaborasi tim.

Baca Juga :  Lima Jasad Satu Keluarga Ditemukan Terkubur di Gudang Rumah H. Sahroni

“Kita harus tetap fokus, tenang, produktif, dan saling bahu-membahu. Tantangan dunia saat ini tidak mudah,” tegasnya.

Tak hanya itu, Meutya juga menyoroti pentingnya kepemimpinan yang solid dan komunikasi internal yang selaras.

Ia memperingatkan, perbedaan semangat antara pimpinan dan staf bisa menghambat jalannya kebijakan.

“Tidak boleh ada perbedaan semangat antara atas dan bawah. Kalau itu terjadi, kita akan kesulitan,” ujarnya. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Trump Ultimatum Iran Buka Selat Hormuz dan Kecam Sekutu NATO-Asia
Izin Bermasalah, Siswa SMK IDN Bogor Dipindah Total – Ijazah Dipastikan Aman
Dua Jembatan Putus di Aceh, 5 Desa Terisolasi Akibat Banjir dan Longsor
Warga Binaan Lapas Dilatih Beternak, Pemerintah Dorong Kemandirian dan Ketahanan Pangan
Cuaca Jabodetabek 7 April 2026: Hujan Lebat, Petir, dan Angin Kencang Mengintai
Otak Sindikat Narkoba Andre “The Doctor”, Ini Kronologi Penangkapannya di Malaysia
Rotasi 3 Pejabat Utama Polda Metro Jaya, Kapolda Minta Pejabat Baru Tancap Gas
Pemerintah Bangun 824 Rumah Warga Bantaran Rel Pasar Senen, Target Juni 2026

Berita Terkait

Selasa, 7 April 2026 - 11:21 WIB

Trump Ultimatum Iran Buka Selat Hormuz dan Kecam Sekutu NATO-Asia

Selasa, 7 April 2026 - 09:34 WIB

Izin Bermasalah, Siswa SMK IDN Bogor Dipindah Total – Ijazah Dipastikan Aman

Selasa, 7 April 2026 - 09:16 WIB

Dua Jembatan Putus di Aceh, 5 Desa Terisolasi Akibat Banjir dan Longsor

Selasa, 7 April 2026 - 08:58 WIB

WFH Jumat Bukan Libur, Menkomdigi Tegaskan Layanan Publik Harus Tetap Maksimal

Selasa, 7 April 2026 - 08:20 WIB

Warga Binaan Lapas Dilatih Beternak, Pemerintah Dorong Kemandirian dan Ketahanan Pangan

Berita Terbaru

Hitungan mundur menuju kehancuran. Presiden Donald Trump mengancam akan melumpuhkan seluruh pembangkit listrik dan jembatan di Iran dalam waktu empat jam jika Selat Hormuz tidak dibuka pada Selasa malam. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Trump Ultimatum Iran Buka Selat Hormuz dan Kecam Sekutu NATO-Asia

Selasa, 7 Apr 2026 - 11:21 WIB