BEIJING, POSNEWS.CO.ID – Hubungan diplomatik antara Tiongkok dan Prancis kian menguat. Presiden Xi Jinping menyambut hangat kunjungan kenegaraan keempat Presiden Emmanuel Macron di Beijing, Kamis (04/12/2025).
Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi kedua negara raksasa tersebut. Sebelumnya, kerja sama nyata telah terlihat lewat peresmian jalur perakitan akhir kedua Airbus A320 di Tianjin pada Oktober lalu. Proyek ini diproyeksikan menyumbang 20 persen dari kapasitas global keluarga pesawat tersebut.
Kini, Xi Jinping mendesak kedua pihak untuk menangkap peluang lebih besar. Ia ingin memperluas ruang kerja sama yang saling menguntungkan di berbagai sektor strategis.
Visi Strategis dan Kepercayaan Politik
Dalam pembicaraan yang jujur dan produktif itu, kedua pemimpin sepakat meningkatkan kepercayaan politik. Xi menekankan pentingnya visi strategis jangka panjang.
“Tidak peduli bagaimana lingkungan eksternal berubah, Tiongkok dan Prancis harus selalu menunjukkan kemandirian negara besar,” tegas Xi di hadapan pers.
Oleh karena itu, ia mengajak Prancis untuk saling memahami dan mendukung kepentingan inti masing-masing. Macron merespons positif ajakan tersebut.
Ia menegaskan bahwa Prancis sangat menghargai hubungannya dengan Tiongkok. Bahkan, Macron menjamin Paris tetap teguh memegang kebijakan satu Tiongkok (one-China policy) dan siap memperdalam kemitraan strategis komprehensif.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Peluang Emas dalam Rencana Lima Tahun
Pertemuan di Balai Agung Rakyat ini juga membahas masa depan ekonomi. Xi memaparkan cetak biru pembangunan Tiongkok dalam Rencana Lima Tahun ke-15.
Menurutnya, rencana ini menawarkan daftar peluang baru bagi dunia. Xi mengajak Prancis memperkuat ikatan di bidang tradisional seperti penerbangan, kedirgantaraan, dan energi nuklir.
Selain itu, ia membuka pintu lebar-lebar untuk potensi kerja sama di sektor masa depan. Sebut saja, ekonomi hijau, biomedis, kecerdasan buatan (AI), dan energi baru.
Macron menyambut baik dinamisme ekonomi Tiongkok. Ia berjanji akan menyediakan lingkungan bisnis yang adil dan non-diskriminatif bagi investasi Tiongkok di Prancis.
“Prancis menyambut lebih banyak investasi Tiongkok,” ujar Macron optimis.
Mitra Dagang Raksasa
Data statistik mendukung eratnya hubungan ini. Tiongkok kini menjadi mitra dagang terbesar Prancis di Asia. Sebaliknya, Prancis adalah mitra dagang terbesar ketiga Tiongkok di Uni Eropa.
Tercatat, volume perdagangan bilateral mencapai $68,75 miliar pada periode Januari hingga Oktober 2025. Angka ini naik 4,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Tak hanya ekonomi, pertukaran budaya pun kian gencar. Lebih dari 6.000 pelajar Prancis datang ke Tiongkok tahun lalu, menandai peringatan 60 tahun hubungan diplomatik kedua negara.
Menuju Dunia Multipolar
Pada akhirnya, pertemuan ini membawa pesan geopolitik yang kuat. Xi dan Macron sepakat untuk bertindak sebagai kekuatan konstruktif demi dunia yang multipolar.
“Kemanusiaan sekali lagi sampai di persimpangan jalan,” kata Xi. Maka, ia mendesak agar Tiongkok dan Prancis menjunjung tinggi multilateralisme sejati dan menolak hegemoni tunggal.
Macron pun setuju. Baginya, kerja sama Prancis-Tiongkok sangat diperlukan di tengah ketidakstabilan global. Dengan begitu, kedua negara dapat memberikan kepastian dan stabilitas bagi tatanan dunia yang sedang bergejolak.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia



















