Xi Jinping dan Macron Sepakati Era Baru Kerja Sama: Dari Airbus hingga AI, Tolak Hegemoni Tunggal

Kamis, 4 Desember 2025 - 21:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Beijing dan Paris makin mesra! Xi Jinping dan Macron sepakat pererat kerja sama strategis. Simak peluang investasi baru di sektor dirgantara hingga kecerdasan buatan. Dok: Istimewa.

Beijing dan Paris makin mesra! Xi Jinping dan Macron sepakat pererat kerja sama strategis. Simak peluang investasi baru di sektor dirgantara hingga kecerdasan buatan. Dok: Istimewa.

BEIJING, POSNEWS.CO.ID – Hubungan diplomatik antara Tiongkok dan Prancis kian menguat. Presiden Xi Jinping menyambut hangat kunjungan kenegaraan keempat Presiden Emmanuel Macron di Beijing, Kamis (04/12/2025).

Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi kedua negara raksasa tersebut. Sebelumnya, kerja sama nyata telah terlihat lewat peresmian jalur perakitan akhir kedua Airbus A320 di Tianjin pada Oktober lalu. Proyek ini diproyeksikan menyumbang 20 persen dari kapasitas global keluarga pesawat tersebut.

Kini, Xi Jinping mendesak kedua pihak untuk menangkap peluang lebih besar. Ia ingin memperluas ruang kerja sama yang saling menguntungkan di berbagai sektor strategis.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Visi Strategis dan Kepercayaan Politik

Dalam pembicaraan yang jujur dan produktif itu, kedua pemimpin sepakat meningkatkan kepercayaan politik. Xi menekankan pentingnya visi strategis jangka panjang.

“Tidak peduli bagaimana lingkungan eksternal berubah, Tiongkok dan Prancis harus selalu menunjukkan kemandirian negara besar,” tegas Xi di hadapan pers.

Baca Juga :  Ancaman Topan Raksasa: Bavi Bersiap Terjang Taiwan

Oleh karena itu, ia mengajak Prancis untuk saling memahami dan mendukung kepentingan inti masing-masing. Macron merespons positif ajakan tersebut.

Ia menegaskan bahwa Prancis sangat menghargai hubungannya dengan Tiongkok. Bahkan, Macron menjamin Paris tetap teguh memegang kebijakan satu Tiongkok (one-China policy) dan siap memperdalam kemitraan strategis komprehensif.

Peluang Emas dalam Rencana Lima Tahun

Pertemuan di Balai Agung Rakyat ini juga membahas masa depan ekonomi. Xi memaparkan cetak biru pembangunan Tiongkok dalam Rencana Lima Tahun ke-15.

Menurutnya, rencana ini menawarkan daftar peluang baru bagi dunia. Xi mengajak Prancis memperkuat ikatan di bidang tradisional seperti penerbangan, kedirgantaraan, dan energi nuklir.

Selain itu, ia membuka pintu lebar-lebar untuk potensi kerja sama di sektor masa depan. Sebut saja, ekonomi hijau, biomedis, kecerdasan buatan (AI), dan energi baru.

Macron menyambut baik dinamisme ekonomi Tiongkok. Ia berjanji akan menyediakan lingkungan bisnis yang adil dan non-diskriminatif bagi investasi Tiongkok di Prancis.

“Prancis menyambut lebih banyak investasi Tiongkok,” ujar Macron optimis.

Baca Juga :  Pria Disiram Air Keras Usai Salat Subuh di Bekasi, Pelaku Misterius Diburu Polisi

Mitra Dagang Raksasa

Data statistik mendukung eratnya hubungan ini. Tiongkok kini menjadi mitra dagang terbesar Prancis di Asia. Sebaliknya, Prancis adalah mitra dagang terbesar ketiga Tiongkok di Uni Eropa.

Tercatat, volume perdagangan bilateral mencapai $68,75 miliar pada periode Januari hingga Oktober 2025. Angka ini naik 4,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Tak hanya ekonomi, pertukaran budaya pun kian gencar. Lebih dari 6.000 pelajar Prancis datang ke Tiongkok tahun lalu, menandai peringatan 60 tahun hubungan diplomatik kedua negara.

Pada akhirnya, pertemuan ini membawa pesan geopolitik yang kuat. Xi dan Macron sepakat untuk bertindak sebagai kekuatan konstruktif demi dunia yang multipolar.

“Kemanusiaan sekali lagi sampai di persimpangan jalan,” kata Xi. Maka, ia mendesak agar Tiongkok dan Prancis menjunjung tinggi multilateralisme sejati dan menolak hegemoni tunggal.

Macron pun setuju. Baginya, kerja sama Prancis-Tiongkok sangat diperlukan di tengah ketidakstabilan global. Dengan begitu, kedua negara dapat memberikan kepastian dan stabilitas bagi tatanan dunia yang sedang bergejolak.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Spanyol Pulangkan 50 Ribu Migran dan Italia Bekukan Schengen
Pemerintah Australia Bela Aturan di Tengah Pelanggaran
Mata Uang Yen Melesat Tajam Sentuh Level 157 Per Dolar
Warga Galang 21 Ribu Tanda Tangan Tolak Pembongkaran
Kerusuhan Mengguncang Nepal Tenggara: 3 Warga Meninggal
Presiden Myanmar Ungkap Peta Jalan 5 Tahun dan Wajib Militer
Hamas Sepakati Peta Jalan Pelucutan Senjata di Gaza
Hakim Hukum Robert Bush 20 Tahun Penjara Akibat Penipuan

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 08:00 WIB

Spanyol Pulangkan 50 Ribu Migran dan Italia Bekukan Schengen

Minggu, 2 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Pemerintah Australia Bela Aturan di Tengah Pelanggaran

Minggu, 2 Agustus 2026 - 06:18 WIB

Mata Uang Yen Melesat Tajam Sentuh Level 157 Per Dolar

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 10:30 WIB

Warga Galang 21 Ribu Tanda Tangan Tolak Pembongkaran

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 09:30 WIB

Kerusuhan Mengguncang Nepal Tenggara: 3 Warga Meninggal

Berita Terbaru

Krisis imigrasi terbesar Afrika-Eropa. Spanyol berhasil memulangkan puluhan ribu migran dari Ceuta di tengah ketegangan diplomatik Uni Eropa. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Spanyol Pulangkan 50 Ribu Migran dan Italia Bekukan Schengen

Minggu, 2 Agu 2026 - 08:00 WIB

Pembelaan aturan digital anak. Pemerintah Australia mempertahankan kebijakan larangan media sosial anak di bawah 16 tahun meskipun delapan dari ten remaja masih aktif menggunakannya. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Pemerintah Australia Bela Aturan di Tengah Pelanggaran

Minggu, 2 Agu 2026 - 07:00 WIB